Demonstran di Iran Rayakan Kemenangan AS di Piala Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 05:52 WIB
Sejumlah demonstran sorak sorai, membunyikan klakson, hingga menyalakan kembang api setelah Amerika Serikat mencetak gol dalam pertandingan melawan Iran. Para demonstran di Iran melepaskan kembang api dan merayakan kekalahan tim nasional negaranya dari Amerika Serikat (AS) di Piala Dunia 2022, Selasa (29/11). (AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para demonstran di Iran melepaskan kembang api dan merayakan kekalahan tim nasional negaranya dari Amerika Serikat (AS) di Piala Dunia 2022, Selasa (29/11).

Republik Islam itu telah mengerahkan pasukan keamanan negara untuk melawan apa yang disebutnya "kerusuhan" yang pecah setelah Mahsa Amini meninggal pada 16 September, tiga hari setelah penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian wanita Iran.

Kampung halamannya di Saqez, serta kota-kota lain di provinsi barat Kurdistan, telah menjadi pusat protes terhadap aturan ulama.

"Warga Saqez sudah mulai merayakan dan menggunakan kembang api setelah gol pertama Amerika melawan tim sepak bola Iran," kata situs web Iran Wire yang berbasis di London di Twitter, dikutip dari AFP, Rabu (30/11).

Akun tersebut membagikan video yang menunjukkan kembang api dengan suara sorak-sorai warga Iran.

Video lain oleh aktivis Kurdi Kaveh Ghoreishi menunjukkan sebuah lingkungan pada malam hari di kota Sanandaj dengan suara sorak sorai dan klakson meraung setelah Amerika Serikat mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan itu.

Kembang api juga digunakan di Mahabad, kota lain di Kurdistan, menyusul kekalahan Iran, menurut video yang dibagikan secara online.

Kelompok hak asasi manusia Hengaw yang berbasis di Norwegia mengatakan pengendara Iran merayakan kemenangan AS dengan membunyikan klakson mereka di Mahabad.

Dikatakan kembang api juga menerangi langit di Marivan, kota lain di provinsi Kurdistan di mana pasukan keamanan melakukan penumpasan mematikan terhadap protes.

Kembang api dan sorakan juga terdengar di Paveh dan Sarpol-e Zahab, di provinsi Kermanshah, tambahnya.

Tim nasional Iran telah menghadapi pukulan ganda dari pemerintah dan tekanan publik setelah protes, dengan beberapa orang Iran melakukan rooting untuk tim lawan.

"Siapa yang mengira saya akan melompat tiga meter dan merayakan gol Amerika!" tweet jurnalis permainan Iran Saeed Zafarany setelah kekalahan itu.

Podcaster Elahe Khosravi juga men-tweet: "Inilah yang membuat Anda bermain di tengah. Mereka kalah dari rakyat, lawan, dan bahkan" pemerintah.

"Mereka kalah. Baik di dalam maupun di luar lapangan," tweet jurnalis yang berbasis di Iran Amir Ebtehaj.

Kemenangan AS menghempaskan Iran keluar dari Piala Dunia 2022 dan memastikan musuh bebuyutan republik Islam itu mendapat tempat di babak 16 besar.

"Dan sirkus tim sepak bola Republik Islam telah berakhir," tweet mantan jurnalis Hamid Jafari.

"Sekarang berita penindasan tidak bisa disembunyikan di balik kemenangan atau kekalahan tim favorit pasukan keamanan," tulisnya, mengacu pada video polisi Iran yang merayakan kemenangan tim sebelumnya melawan Wales saat dikerahkan di jalanan.

Kelompok Hak Asasi Manusia Iran yang berbasis di Oslo mengatakan setidaknya 448 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan Iran dalam tindakan keras terhadap protes lebih dari dua bulan.

Iran mengakui lebih dari 300 tewas dalam demo berdarah buntut protes kematian Mahsa Amini yang sudah berlangsung dua bulan.

Kepala divisi luar angkasa Pengawal Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Amirali Hajizadeh, mengatakan semua warga Iran terdampak kematian Amini.

"Saya tak punya gambaran terbarunya, tetapi saya kira mungkin lebih dari 300 orang syuhada dan orang terbunuh di negeri ini, termasuk anak-anak, sejak kejadian ini," kata Hajizadeh, seperti dikutip English Al Arabiya.

(AFP/fra)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER