AS Prediksi 4 Skenario China Invasi Taiwan pada 2027
CNN Indonesia
Jumat, 02 Des 2022 09:33 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kementerian Pertahanan AS memprediksi China memiliki kesiapan militer untuk melancarkan invasi ke Taiwan pada 2027. (Foto: REUTERS/TINGSHU WANG)
Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat memprediksi China bakal menyerang Taiwan habis-habisan pada 2027 mendatang dengan empat skenario.
Analisis itu diungkap AS melalui laporan Kementerian Pertahanan (Pentagon) yang dirilis pada Selasa (29/11). Laporan Pentagon ini merupakan laporan tahunan mengenai "Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China" yang juga dikenal sebagai Laporan Kekuatan Militer China 2022.
Laporan setebal 196 halaman ini mencakup berbagai analisis terperinci terkait perkembangan militer China dan tindakan militernya di luar negeri dari 2021 hingga 2022.
Laporan itu menyebutkan sejak tahun lalu, China sudah memperluas tekanan diplomatik, ekonomi, politik, dan militernya terhadap Taiwan.
Pada saat yang sama, Beijing disebut terus melakukan "tindakan provokatif dan destabilisasi" di Selat Taiwan dan sering melakukan latihan untuk merebut pulau.
Laporan itu lalu menyebutkan empat kemungkinan tindakan militer yang dapat dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) atau militer China terhadap Taiwan menjelang serangan pada 2027.
Empat skenario itu antara lain blokade udara dan laut, kekuatan terbatas atau operasi paksa, serangan udara dan rudal, serta invasi besar-besaran ke Taiwan.
Mengutip Taiwan News, China diprediksi akan memblokade udara dan laut Taiwan dengan cara memutus akses lalu lintas laut dan udara Taiwan. Dengan begitu, China juga akan memutus rute impor ekspor ke Taiwan, meluncurkan serangan rudal skala besar, dan merebut pulau terluar Taiwan demi memaksa Taipei menyerah.
Selain itu, PLA juga secara bersamaan diprediksi meluncurkan perang siber, serangan dunia maya, dan operasi informasi terhadap Taiwan demi mengisolasi pemerintah dan rakyat serta mengontrol keluar masuknya pesan di Taiwan secara global.
Di bawah skema ini, laporan Pentagon memprediksi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) atau militer China dapat melancarkan serangan militer yang "mengganggu, menghukum, atau mematikan" dengan ruang lingkup terbatas. Misalnya, melancarkan serangan dunia maya atau serangan kinetik pada infrastruktur politik, militer, dan ekonomi Taiwan dalam ruang lingkup yang lebih sempit.
Skema ini bisa menyebabkan kepanikan di tengah publik Taiwan dan mengurangi kepercayaan rakyat pada pemerintah. Sementara itu, pasukan operasi khusus PLA dapat menyusup ke Taiwan dan melakukan serangan terhadap infrastruktur atau pejabat tinggi pemerintah.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
3. Serangan Udara dan Rudal
China juga diprediksi bakal menggunakan berbagai teknologi rudal presisi dan yang lainnya untuk menargetkan pemerintah dan militer Taiwan, seperti pangkalan udara, stasiun radar, aset luar angkasa, dan fasilitas komunikasi.
Tujuannya untuk melemahkan kemampuan pertahanan Taiwan hingga menghancurkan tekad penduduk untuk melawan.
AS juga memprediksi China mungkin melancarkan invasi dengan strategi berbeda yakni melalui serangan bersama dari semua sisi darat, udara, dan laut hingga serangan siber. Operasi semacam itu memerlukan kekompakan kompleks yang menggabungkan peperangan elektronik, logistik, dukungan udara, dan angkatan laut.
Tujuannya adalah untuk menerobos atau melewati pertahanan pantai Taiwan, membangun tempat berpijak setelah merebut pantai, membangun kemampuan tempur di pantai barat Taiwan, dan kemudian merebut target utama atau seluruh pulau.
Laporan Pentagon menyebutkan bahwa operasi pendaratan amfibi skala besar adalah salah satu operasi militer yang paling sulit dan kompleks. Ini membutuhkan perolehan keunggulan udara dan laut, dengan cepat membangun rantai pasokan yang kuat di darat, dan dukungan yang tidak terbebani.
2027 merupakan tahun yang besar bagi China lantaran memperingati 100 tahun berdirinya PLA. Pada 2027, Presiden Xi Jinping juga menargetkan modernisasi penuh militer Negeri Tirai Bambu.
Dan laporan Pentagon menyatakan bahwa PLA berencana untuk mempercepat integrasi pasukan militer sebelum 2027.
Jika tujuan modernisasi alutsista tercapai pada 2027, PLA akan memiliki "persenjataan militer yang lebih kredibel" ketika China sudah lama memiliki niat untuk menyatukan Taiwan lagi meski pun itu harus secara paksa dan militer, menurut laporan itu.
Amerika Serikat memprediksi China bakal menyerang Taiwan habis-habisan pada 2027 mendatang dengan empat skenario.
Analisis itu diungkap AS melalui laporan Kementerian Pertahanan (Pentagon) yang dirilis pada Selasa (29/11). Laporan Pentagon ini merupakan laporan tahunan mengenai "Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China" yang juga dikenal sebagai Laporan Kekuatan Militer China 2022.
Laporan setebal 196 halaman ini mencakup berbagai analisis terperinci terkait perkembangan militer China dan tindakan militernya di luar negeri dari 2021 hingga 2022.
Laporan itu menyebutkan sejak tahun lalu, China sudah memperluas tekanan diplomatik, ekonomi, politik, dan militernya terhadap Taiwan.
Pada saat yang sama, Beijing disebut terus melakukan "tindakan provokatif dan destabilisasi" di Selat Taiwan dan sering melakukan latihan untuk merebut pulau.
Laporan itu lalu menyebutkan empat kemungkinan tindakan militer yang dapat dilakukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) atau militer China terhadap Taiwan menjelang serangan pada 2027.
Empat skenario itu antara lain blokade udara dan laut, kekuatan terbatas atau operasi paksa, serangan udara dan rudal, serta invasi besar-besaran ke Taiwan.
Mengutip Taiwan News, China diprediksi akan memblokade udara dan laut Taiwan dengan cara memutus akses lalu lintas laut dan udara Taiwan. Dengan begitu, China juga akan memutus rute impor ekspor ke Taiwan, meluncurkan serangan rudal skala besar, dan merebut pulau terluar Taiwan demi memaksa Taipei menyerah.
Selain itu, PLA juga secara bersamaan diprediksi meluncurkan perang siber, serangan dunia maya, dan operasi informasi terhadap Taiwan demi mengisolasi pemerintah dan rakyat serta mengontrol keluar masuknya pesan di Taiwan secara global.
Di bawah skema ini, laporan Pentagon memprediksi Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) atau militer China dapat melancarkan serangan militer yang "mengganggu, menghukum, atau mematikan" dengan ruang lingkup terbatas. Misalnya, melancarkan serangan dunia maya atau serangan kinetik pada infrastruktur politik, militer, dan ekonomi Taiwan dalam ruang lingkup yang lebih sempit.
Skema ini bisa menyebabkan kepanikan di tengah publik Taiwan dan mengurangi kepercayaan rakyat pada pemerintah. Sementara itu, pasukan operasi khusus PLA dapat menyusup ke Taiwan dan melakukan serangan terhadap infrastruktur atau pejabat tinggi pemerintah.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
AS Prediksi 4 Skenario China Invasi Taiwan pada 2027
Tentara Taiwan. Foto: AP/Lin Jian)
3. Serangan Udara dan Rudal
China juga diprediksi bakal menggunakan berbagai teknologi rudal presisi dan yang lainnya untuk menargetkan pemerintah dan militer Taiwan, seperti pangkalan udara, stasiun radar, aset luar angkasa, dan fasilitas komunikasi.
Tujuannya untuk melemahkan kemampuan pertahanan Taiwan hingga menghancurkan tekad penduduk untuk melawan.
AS juga memprediksi China mungkin melancarkan invasi dengan strategi berbeda yakni melalui serangan bersama dari semua sisi darat, udara, dan laut hingga serangan siber. Operasi semacam itu memerlukan kekompakan kompleks yang menggabungkan peperangan elektronik, logistik, dukungan udara, dan angkatan laut.
Tujuannya adalah untuk menerobos atau melewati pertahanan pantai Taiwan, membangun tempat berpijak setelah merebut pantai, membangun kemampuan tempur di pantai barat Taiwan, dan kemudian merebut target utama atau seluruh pulau.
Laporan Pentagon menyebutkan bahwa operasi pendaratan amfibi skala besar adalah salah satu operasi militer yang paling sulit dan kompleks. Ini membutuhkan perolehan keunggulan udara dan laut, dengan cepat membangun rantai pasokan yang kuat di darat, dan dukungan yang tidak terbebani.
2027 merupakan tahun yang besar bagi China lantaran memperingati 100 tahun berdirinya PLA. Pada 2027, Presiden Xi Jinping juga menargetkan modernisasi penuh militer Negeri Tirai Bambu.
Dan laporan Pentagon menyatakan bahwa PLA berencana untuk mempercepat integrasi pasukan militer sebelum 2027.
Jika tujuan modernisasi alutsista tercapai pada 2027, PLA akan memiliki "persenjataan militer yang lebih kredibel" ketika China sudah lama memiliki niat untuk menyatukan Taiwan lagi meski pun itu harus secara paksa dan militer, menurut laporan itu.