Putin Bersedia Negosiasi dengan Ukraina

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Des 2022 00:10 WIB
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selalu membuka pintu negosiasi untuk bernegosiasi dengan Ukraina. Vladimir Putin mengklaim selalu bersedia membua ruang negosiasi dengan Ukraina. (AFP/GAVRIIL GRIGOROV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, selalu membuka pintu negosiasi untuk bernegosiasi dengan Ukraina terkait agresi di negara itu.

"Presiden Repuklik Federasi Rusia akan tetap membuka pintu negosiasi untuk memastikan kepentingan kami," tutur Peskov menjawab soal peluang negosiasi, seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengklaim Putin terbuka untuk peluang menyelesaikan konflik dengan Ukraina.

Biden juga mengatakan bersedia bicara dengan Putin untuk membuka kembali ruang diplomasi terkait krisis di negara tersebut.

Biden kemudian menegaskan bahwa ada syarat agar dirinya bersedia bicara dengan Putin. Syarat tersebut adalah Rusia harus menarik mundur pasukannya terlebih dahulu dari Ukraina.

Namun, Peskov menyampaikan Rusia tidak akan menarik mundur pasukan mereka seperti yang diminta AS.

Peskov juga menegaskan bahwa Putin sama sekali tak menyesal melancarkan agresi yang mereka sebut sebagai operasi militer khusus di Ukraina.

Sebelumnya, Putin melarang semua warga Rusia membahas persoalan militer di ruang publik meski bukan sebagai rahasia negara.

Larangan itu tertuang dalam Perintah Layanan Keamanan Federal (FSB) yang mulai berlaku Kamis (1/12). Aturan ini diterapkan ketika tentara Rusia terus mengalami kemunduran di Ukraina.

Dalam aturan tersebut, terdapat pula 60 poin isu militer Rusia yang tidak diklasifikasikan sebagai rahasia negara tetapi dianggap tetap sensitif jika diketahui pihak asing, terutama musuh negara.

Karena itu, warga dilarang memulai diskusi dan pembicaraan apa pun soal militer Rusia di ranah publik lantaran takut digunakan oleh negara asing dan organisasi lainnya yang mengancam keamanan nasional.

(bac/bac)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER