Reichsburger, Dalang Upaya Kudeta Jerman Beraksi bak di Serial TV
CNN Indonesia
Jumat, 09 Des 2022 09:24 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bak serial televisi, kelompok sayap kanan Reichsburger menggelar upaya kudeta pada Rabu (7/8). Namun, aparat berhasil menggagalkan upaya itu. (AFP/Tobias Schwarz)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bak serial TV, aparat Jerman menggerebek 30 lokasi berbeda, memburu kelompok Reichsburger yang berupaya melakukan kudeta, Rabu (7/12). Reichsburger pun mendadak menyedot perhatian.
Publik kian terbelalak ketika kepolisian merilis daftar nama 25 orang yang mereka tangkap dalam penggerebekan itu.
Sebagaimana dilansir The Guardian, daftar nama itu mencakup seorang pengacara, pilot, hingga satu pangeran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga orang itu disebut sebagai pemimpin Reichsburger yang ini menggulingkan pemerintahan Jerman, kemudian menggantinya dengan "pemerintah monarki."
Media-media pun langsung menyandingkan upaya kudeta ini dengan salah satu serial televisi yang tenar di Jerman, Babylon Berlin.
Berlatar di ibu kota Jerman pada era Weimar, salah satu episode serial itu menggambarkan upaya komplotan perwira militer sayap kanan untuk melakukan kudeta demi mengembalikan kekaisaran.
Mirip dengan kisah di serial itu, para petinggi gerakan Reichsburger juga tak percaya pada sistem hukum Jerman dan pemerintahan negara itu secara keseluruhan.
Duetsche Welle melaporkan bahwa sebagian besar anggota Reichsburger ingin mendirikan kembali kekaisaran Jerman yang berdiri pada 1871 silam.
Mereka bahkan meyakini Sekutu di Perang Dunia II yang mengalahkan Nazi Jerman sebenarnya masih menguasai dunia secara diam-diam.
Dengan kepercayaan tersebut, kelompok ini pun sudah masuk dalam radar aparat Jerman, jauh sebelum upaya kudeta pecah.
Berdasarkan data badan intelijen Jerman, anggota Reichsburger saat ini sudah mencapai 21 ribu orang, dan jumlahnya masih terus bertambah.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, sekitar 500 di antaranya memegang setidaknya satu izin senjata. Jumlah kejahatan yang didalangi Reichsburger pun meningkat dalam beberapa tahun belakangan.
Beberapa kejahatan serius di Jerman pun dikaitkan dengan Reichsburger. Sejumlah kasus tersebut berkaitan dengan pembunuhan atau upaya pembunuhan.
Direktur Eksekutif Amadeu Antonio Foundation, Timo Reinfrank, mengatakan bahwa para anggota kian berani melancarkan aksinya karena ideologi yang mereka yakini.
"Karena Reichsburger tak mengakui konstitusi dan legitimasi badan keamanan, ideologi mereka melegalkan mereka beraksi dengan kekerasan," ucap Reinfrank.
Ia kemudian menjelaskan, "Mereka tak melakukan serangan secara acak. Mereka ingin secara spesifik menyerang badan-badan utama pemerintahan, seperti politikus lokal yang terpilih."
Meski demikian, Reinfrank meyakini Reichsburger tak akan pernah berhasil mewujudkan angan-angan mereka karena Jerman dikenal sebagai negara yang sangat solid.
"Kudeta yang nyata akan sulit sukses di Jerman, karena tatanan negara dan konstitusinya terlalu solid, tapi orang-orang ini [Reichsburger] yakin itu semua mungkin. Itu menunjukkan bagaimana mereka terperangkap delusi," tuturnya.
Reinfrank pun terperangah ketika mendengar berita puluhan orang ditahan atas dugaan upaya kudeta. Ia tak menyangka Reichsburger dapat menghimpun kekuatan dari berbagai kalangan, mulai dari mantan anggota parlemen hingga eks personel militer.
Para anggota Reichsburger sebenarnya sudah merencanakan upaya kudeta ini dari tahun lalu.
Bagaimana upaya kudeta itu? Baca di halaman berikutnya >>>
Para anggota Reichsburger sebenarnya sudah merencanakan upaya kudeta ini dari tahun lalu.
Menurut keterangan jaksa agung Jerman, Reichsbureger sudah menggelar rapat-rapat rahasia sejak November 2021. Mereka bahkan mengadakan latihan tembak untuk persiapan kudeta.
Mereka menyusun rencana untuk melaksanakan upaya kudeta di "Hari X" berdasarkan catatan yang ditemukan.
Salah satu rencana mereka adalah merangsek masuk ke gedung parlemen, kemudian menangkap dan memborgol para anggota dewan. Namun, mereka gagal mengeksekusi rencana itu.
Pada pukul 06.00 waktu setempat, pasukan khusus Jerman menggerebek salah satu rumah di Wannsee, menahan seorang mantan anggota ewan sayap kanan, Birgit Malsakc-Winkemann.
Tiga menit kemudian, aparat lainnya merangsek masuk ke satu pondok berburu di Bad Lobenstein, Thuringia, untuk menahan tersangka Reichsburger lainnya.
Penggerebekan serupa digelar di 30 lokasi lainnya secara serentak, mulai dari di sebuah studio kayu, resor ski, hingga Kota Perugia di Italia.
Total 25 orang ditahan. Hingga jam makan siang di Hari Rabu itu, delapan dari puluhan orang itu diseret ke tahanan kepolisian.
Seorang anggota parlemen, Sara Nanni, menganggap para anggota Reichsburger tak cukup pandai untuk menjalankan aksi itu.
Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, juga menganggap rencana itu "fantasi kejahatan" belaka.
Meski demikian, Nanni mengingatkan bahwa "Tak peduli betapa bodoh dan tak mungkin rencana mereka, upaya itu tetap berbahaya."
Jakarta, CNN Indonesia --
Bak serial TV, aparat Jerman menggerebek 30 lokasi berbeda, memburu kelompok Reichsburger yang berupaya melakukan kudeta, Rabu (7/12). Reichsburger pun mendadak menyedot perhatian.
Publik kian terbelalak ketika kepolisian merilis daftar nama 25 orang yang mereka tangkap dalam penggerebekan itu.
Sebagaimana dilansir The Guardian, daftar nama itu mencakup seorang pengacara, pilot, hingga satu pangeran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga orang itu disebut sebagai pemimpin Reichsburger yang ini menggulingkan pemerintahan Jerman, kemudian menggantinya dengan "pemerintah monarki."
Media-media pun langsung menyandingkan upaya kudeta ini dengan salah satu serial televisi yang tenar di Jerman, Babylon Berlin.
Berlatar di ibu kota Jerman pada era Weimar, salah satu episode serial itu menggambarkan upaya komplotan perwira militer sayap kanan untuk melakukan kudeta demi mengembalikan kekaisaran.
Mirip dengan kisah di serial itu, para petinggi gerakan Reichsburger juga tak percaya pada sistem hukum Jerman dan pemerintahan negara itu secara keseluruhan.
Duetsche Welle melaporkan bahwa sebagian besar anggota Reichsburger ingin mendirikan kembali kekaisaran Jerman yang berdiri pada 1871 silam.
Mereka bahkan meyakini Sekutu di Perang Dunia II yang mengalahkan Nazi Jerman sebenarnya masih menguasai dunia secara diam-diam.
Dengan kepercayaan tersebut, kelompok ini pun sudah masuk dalam radar aparat Jerman, jauh sebelum upaya kudeta pecah.
Berdasarkan data badan intelijen Jerman, anggota Reichsburger saat ini sudah mencapai 21 ribu orang, dan jumlahnya masih terus bertambah.
Dari keseluruhan jumlah tersebut, sekitar 500 di antaranya memegang setidaknya satu izin senjata. Jumlah kejahatan yang didalangi Reichsburger pun meningkat dalam beberapa tahun belakangan.
Beberapa kejahatan serius di Jerman pun dikaitkan dengan Reichsburger. Sejumlah kasus tersebut berkaitan dengan pembunuhan atau upaya pembunuhan.
Direktur Eksekutif Amadeu Antonio Foundation, Timo Reinfrank, mengatakan bahwa para anggota kian berani melancarkan aksinya karena ideologi yang mereka yakini.
"Karena Reichsburger tak mengakui konstitusi dan legitimasi badan keamanan, ideologi mereka melegalkan mereka beraksi dengan kekerasan," ucap Reinfrank.
Ia kemudian menjelaskan, "Mereka tak melakukan serangan secara acak. Mereka ingin secara spesifik menyerang badan-badan utama pemerintahan, seperti politikus lokal yang terpilih."
Meski demikian, Reinfrank meyakini Reichsburger tak akan pernah berhasil mewujudkan angan-angan mereka karena Jerman dikenal sebagai negara yang sangat solid.
"Kudeta yang nyata akan sulit sukses di Jerman, karena tatanan negara dan konstitusinya terlalu solid, tapi orang-orang ini [Reichsburger] yakin itu semua mungkin. Itu menunjukkan bagaimana mereka terperangkap delusi," tuturnya.
Reinfrank pun terperangah ketika mendengar berita puluhan orang ditahan atas dugaan upaya kudeta. Ia tak menyangka Reichsburger dapat menghimpun kekuatan dari berbagai kalangan, mulai dari mantan anggota parlemen hingga eks personel militer.
Para anggota Reichsburger sebenarnya sudah merencanakan upaya kudeta ini dari tahun lalu.
Bagaimana upaya kudeta itu? Baca di halaman berikutnya >>>
Reichsburger, Dalang Upaya Kudeta Jerman Beraksi bak di Serial TV
Bak serial televisi, kelompok sayap kanan Reichsburger menggelar upaya kudeta pada Rabu (7/8). Namun, aparat berhasil menggagalkan upaya itu. (AFP Photo/Bernd Thissen)
Para anggota Reichsburger sebenarnya sudah merencanakan upaya kudeta ini dari tahun lalu.
Menurut keterangan jaksa agung Jerman, Reichsbureger sudah menggelar rapat-rapat rahasia sejak November 2021. Mereka bahkan mengadakan latihan tembak untuk persiapan kudeta.
Mereka menyusun rencana untuk melaksanakan upaya kudeta di "Hari X" berdasarkan catatan yang ditemukan.
Salah satu rencana mereka adalah merangsek masuk ke gedung parlemen, kemudian menangkap dan memborgol para anggota dewan. Namun, mereka gagal mengeksekusi rencana itu.
Pada pukul 06.00 waktu setempat, pasukan khusus Jerman menggerebek salah satu rumah di Wannsee, menahan seorang mantan anggota ewan sayap kanan, Birgit Malsakc-Winkemann.