Ukraina Ungkap Kebrutalan Tentara Bayaran Rusia Wagner di Medan Tempur

CNN Indonesia
Rabu, 25 Jan 2023 09:29 WIB
Sebuah dokumen dari intelijen militer Ukraina mengungkap kebrutalan tentara bayaran Rusia, Wagner, di medan tempur. Ilustrasi. Markas Wagner Group. (AFP/OLGA MALTSEVA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah dokumen dari intelijen militer Ukraina mengungkap kebrutalan tentara bayaran Rusia, Wagner, di medan tempur.

Wagner merupakan tentara bayaran yang dioperasikan oligarki Rusia Yevgeny Prigozhin. Pasukan ini menjadi sempat sorotan usai terlibat pertempuran sengit di Soledar.

Kebrutalan pasukan Wagner tertuang dalam laporan pada Desember 2022 lalu. Bagi Ukraina, Wagner merupakan ancaman unik dari jarak dekat, meskipun banyak tentara mereka tewas.

"Kematian ribuan tentara Wagner tak jadi soal bagi masyarakat Rusia," demikian menurut laporan tersebut, seperti dikutip CNN.

"Kelompok penyerang tak mundur tanpa komando. Penarikan tim yang tak sah atau tanpa korban luka bisa dieksekusi di tempat," lanjut laporan itu.

Menurut laporan Ukraina, para tentara Wagner yang terluka sering meninggalkan medan perang selama beberapa jam.

[Gambas:Video CNN]

"Infanteri serbu tak boleh membawa yang terluka keluar dari medan perang sendirian, karena tugas utama mereka adalah melanjutkan penyerangan sampai tujuan tercapai," lanjut laporan itu.

Jika pun penyerangan gagal, mereka baru boleh mundur pada malam hari.

Laporan itu juga menyebutkan hasil penyadapan ponsel tentara Wagner yang tengah berbincang. Mereka mengindikasikan sikap tanpa ampun.

Di suatu waktu, seorang tentara terdengar membicarakan tentara yang ingin menyerah di Ukraina.

"Wagnerian [Para tentara Wagner] menangkap dia dan memotong bola kemaluannya," kata para tentara dari hasil penyadapan itu.

Namun, CNN belum bisa memverifikasi secara independen terkait hasil penyadapan tersebut.

Laporan Ukraina juga menyebut Wagner mengerahkan pasukan dalam berbagai kelompok. Kelompok ini terdiri dari belasan orang atau kurang.

Mereka menggunakan granat berpeluncur roket (rocket-propelled grenades/RPG) dan memanfaatkan drone intelijen untuk membombardir Ukraina.

Dua senjata itu disebut menjadi "elemen kunci" bagi pasukan Wagner.

Senjata lain yang digunakan Wagner adalah alat komunikasi dengan merek Motorola.

Sementara itu, Motorola mengaku telah menangguhkan semua penjualan produk ke Rusia dan menutup operasi di negara itu.

Selain kebrutalan, dokumen itu juga melaporkan taktik Wagner adalah satu-satunya taktik yang efektif bagi pasukan mobilisasi yang dianggap kurang terlatih.

Ini menunjukkan tentara Rusia bahkan mungkin mengadaptasi taktik tersebut.

"Alih-alih [mengerahkan] kelompok taktis batalion klasik Angkatan Bersenjata Rusia, [Moskow] mengusulkan unit penyerangan."

Hal tersebut akan menjadi perubahan signifikan terhadap ketergantungan Rusia ke unit mekanis yang lebih besar.

Ukraina juga mendapat informasi beberapa tentara beberapa pasukan cadangan Rusia mempertimbangkan beralih ke Wagner.

(isa/bac)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER