Bayi perempuan yang baru lahir selamat usai sempat berada di bawah reruntuhan bangunan di Suriah utara.
Saat ditemukan, tali pusar bayi masih melekat di tubuhnya dan tersambung ke sang ibu. Ibu bayi itu meninggal akibat gempa yang meluluhlantakkan rumah mereka.
"Kami mendengar suara saat sedang menggali. Kami membersihkan puing-puing dan menemukan bayi dengan tali pusar yang masih utuh," kata kerabat bayi, Khalil al-Suwadi kepada AFP, Selasa (7/2).
Ia kemudian berujar, "Jadi kami memotong tali pusar itu dan sepupu saya membawanya ke rumah sakit."
Bayi itu merupakan satu-satunya yang selamat di antara keluarganya. Ayah, ibu, empat saudara kandung, serta bibinya telah meninggal dunia.
Saat ini, bayi perempuan tersebut mendapat perawatan di rumah sakit anak di Kota Afrin. Dokter anak di rumah sakit tersebut, Hani Maarouf, mengatakan kondisi bayi itu stabil namun mengalami memar dan hipotermia.
Bayi itu pun kini telah diberi nama. Pihak rumah sakit menamainya Aya yang berarti 'tanda dari tuhan' atau kebesaran tuhan.
Begitu keluar dari rumah sakit, Aya akan dirawat oleh paman buyutnya, Salah al-Badran, seperti dikutip The Guardian.
Seorang gadis Suriah melindungi kepala adiknya dari reruntuhan bangunan saat keduanya terjebak di bawah puing selama lebih dari 36 jam.
Gadis berusia sekitar tujuh tahun bernama Mariam dengan lembut membelai kepala adiknya dan melindungi dia dari puing di atas mereka.
Dalam video yang beredar, Mariam meminta tim penyelamat segera mengeluarkan mereka. Kala meminta demikian, Mariam sampai berjanji akan menjadi pelayan sang penyelamat jika mengevakuasi dia dan adiknya.
"Keluarkan aku dari sini, aku akan melakukan apa saja untukmu," ucap sang gadis kepada tim penyelamat, seperti dikutip CNN.
Menurut keterangan ayah Mariam, Mustafa Zuhir Al-Sayed, mereka tengah terlelap saat rumah mereka diguncang gempa. Usai guncangan, mereka semua terjebak di bawah puing selama dua hari.
Al-Sayed mengaku selama terjepit, dia dan keluarga membaca Al-Qur'an dan berdoa dengan suara kencang agar seseorang menemukan mereka.
"Orang-orang mendengar suara kami dan kami berhasil diselamatkan. Saya, istri saya, dan anak-anak. Terima kasih Tuhan, kami semua masih hidup. Kami berterima kasih kepada mereka yang telah menyelamatkan kami," ujarnya.
Video pun menunjukkan para penduduk bersorak kala Mariam dan adiknya, Ilaaf, dikeluarkan dari reruntuhan.
Lanjut ke sebelah...
Kakak beradik selamat usai 2 hari tertimbun
Tim penyelamat mengevakuasi dua perempuan kakak beradik yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan selama 62 jam atau dua hari. Kakak beradik bernama Fatma Demir (25) dan Husra itu tengah bersama saat gempa mengguncang Gaziantep, Turki, dan merobohkan atap bangunan di atas mereka.
"Saat gempa mengguncang, lempengan beton jatuh di atas saya. Saya jatuh ke lantai," kata Demir, seperti dikutip CNN.
Fatma lalu bercerita setelah bangunan runtuh, dirinya sempat berusaha menjangkau Hasra namun gagal.
Meski begitu, keduanya kini dalam kondisi baik setelah berhasil dievakuasi.
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun selamat setelah tertimbun puing-puing bangunan selama 90 jam.
Hilal Saglam, terjebak di bawah puing bangunan yang berlokasi di Provinsi Hatay, Turki.
Tim penyelamat mengatakan mereka mendengar "suara dari bawah reruntuhan" dan berhasil menyelamatkan Saglam setelah 7 jam bekerja keras.
"Gadis yang terluka itu dibawa ke tandu dengan disambut gembira dan tepuk tangan. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan menggunakan ambulans," demikian keterangan departemen pemadam kebakaran.
Setelah diselamatkan, hal pertama yang diminta sang gadis yakni segelas susu, menurut departemen.
16 bayi diselamatkan Erdogan dan istri pakai jet pribadi
Sebanyak 16 bayi diselamatkan dari puing-puing bangunan di Kahramanmaras imbas gempa Turki.
Bayi-bayi itu dibawa menggunakan jet pribadi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Ankara.
Dalam foto yang diterbitkan kantor berita pemerintah Turki, belasan bayi tersebut tampak tertidur dengan dibalut selimut tebal. Mereka digendong sejumlah perempuan di dalam jet milik Erdogan.
Tak diketahui di mana orang tua para bayi itu. Media Turki hanya menyebut bahwa bayi-bayi tersebut merupakan "bayi tanpa wali" yang berusia enam hari hingga 12 bulan.
Dalam pernyataan di media sosialnya, Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, mengatakan kesehatan para bayi yang baik "sedikit mengangkat semangat kami".
Dia berujar, "Pemeriksaan awal sudah dilakukan, dan itu menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki masalah [kesehatan]," kata Emine seperti dikutip The Telegraph.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kisah bayi dan anak-anak yang selamat usai gempa dahsyat menghantam Turki dan Suriah pada Senin (6/2) terus bermunculan.
Mereka selamat setelah terjebak selama berjam-jam bahkan berhari-hari di bawah reruntuhan bangunan, di tengah cuaca ekstrem.
Berikut 5 kisah mukjizat anak dan bayi selamat dari gempa Turki-Suriah.
Bayi perempuan yang baru lahir selamat usai sempat berada di bawah reruntuhan bangunan di Suriah utara.
Saat ditemukan, tali pusar bayi masih melekat di tubuhnya dan tersambung ke sang ibu. Ibu bayi itu meninggal akibat gempa yang meluluhlantakkan rumah mereka.
"Kami mendengar suara saat sedang menggali. Kami membersihkan puing-puing dan menemukan bayi dengan tali pusar yang masih utuh," kata kerabat bayi, Khalil al-Suwadi kepada AFP, Selasa (7/2).
Ia kemudian berujar, "Jadi kami memotong tali pusar itu dan sepupu saya membawanya ke rumah sakit."
Bayi itu merupakan satu-satunya yang selamat di antara keluarganya. Ayah, ibu, empat saudara kandung, serta bibinya telah meninggal dunia.
Saat ini, bayi perempuan tersebut mendapat perawatan di rumah sakit anak di Kota Afrin. Dokter anak di rumah sakit tersebut, Hani Maarouf, mengatakan kondisi bayi itu stabil namun mengalami memar dan hipotermia.
Bayi itu pun kini telah diberi nama. Pihak rumah sakit menamainya Aya yang berarti 'tanda dari tuhan' atau kebesaran tuhan.
Begitu keluar dari rumah sakit, Aya akan dirawat oleh paman buyutnya, Salah al-Badran, seperti dikutip The Guardian.
Seorang gadis Suriah melindungi kepala adiknya dari reruntuhan bangunan saat keduanya terjebak di bawah puing selama lebih dari 36 jam.
Gadis berusia sekitar tujuh tahun bernama Mariam dengan lembut membelai kepala adiknya dan melindungi dia dari puing di atas mereka.
Dalam video yang beredar, Mariam meminta tim penyelamat segera mengeluarkan mereka. Kala meminta demikian, Mariam sampai berjanji akan menjadi pelayan sang penyelamat jika mengevakuasi dia dan adiknya.
"Keluarkan aku dari sini, aku akan melakukan apa saja untukmu," ucap sang gadis kepada tim penyelamat, seperti dikutip CNN.
Menurut keterangan ayah Mariam, Mustafa Zuhir Al-Sayed, mereka tengah terlelap saat rumah mereka diguncang gempa. Usai guncangan, mereka semua terjebak di bawah puing selama dua hari.
Al-Sayed mengaku selama terjepit, dia dan keluarga membaca Al-Qur'an dan berdoa dengan suara kencang agar seseorang menemukan mereka.
"Orang-orang mendengar suara kami dan kami berhasil diselamatkan. Saya, istri saya, dan anak-anak. Terima kasih Tuhan, kami semua masih hidup. Kami berterima kasih kepada mereka yang telah menyelamatkan kami," ujarnya.
Video pun menunjukkan para penduduk bersorak kala Mariam dan adiknya, Ilaaf, dikeluarkan dari reruntuhan.
Berikut 5 cerita mukjizat sejumlah anak bahkan bayi selamat setelah tertimbun puing gempa Turki. (Mehmet Ali Ozcan/Anadolu Agency via Getty Images)
Kakak beradik selamat usai 2 hari tertimbun
Tim penyelamat mengevakuasi dua perempuan kakak beradik yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan selama 62 jam atau dua hari. Kakak beradik bernama Fatma Demir (25) dan Husra itu tengah bersama saat gempa mengguncang Gaziantep, Turki, dan merobohkan atap bangunan di atas mereka.
"Saat gempa mengguncang, lempengan beton jatuh di atas saya. Saya jatuh ke lantai," kata Demir, seperti dikutip CNN.
Fatma lalu bercerita setelah bangunan runtuh, dirinya sempat berusaha menjangkau Hasra namun gagal.
Meski begitu, keduanya kini dalam kondisi baik setelah berhasil dievakuasi.
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun selamat setelah tertimbun puing-puing bangunan selama 90 jam.
Hilal Saglam, terjebak di bawah puing bangunan yang berlokasi di Provinsi Hatay, Turki.
Tim penyelamat mengatakan mereka mendengar "suara dari bawah reruntuhan" dan berhasil menyelamatkan Saglam setelah 7 jam bekerja keras.
"Gadis yang terluka itu dibawa ke tandu dengan disambut gembira dan tepuk tangan. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan menggunakan ambulans," demikian keterangan departemen pemadam kebakaran.
Setelah diselamatkan, hal pertama yang diminta sang gadis yakni segelas susu, menurut departemen.
16 bayi diselamatkan Erdogan dan istri pakai jet pribadi
Sebanyak 16 bayi diselamatkan dari puing-puing bangunan di Kahramanmaras imbas gempa Turki.
Bayi-bayi itu dibawa menggunakan jet pribadi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Ankara.
Dalam foto yang diterbitkan kantor berita pemerintah Turki, belasan bayi tersebut tampak tertidur dengan dibalut selimut tebal. Mereka digendong sejumlah perempuan di dalam jet milik Erdogan.
Tak diketahui di mana orang tua para bayi itu. Media Turki hanya menyebut bahwa bayi-bayi tersebut merupakan "bayi tanpa wali" yang berusia enam hari hingga 12 bulan.
Dalam pernyataan di media sosialnya, Ibu Negara Turki, Emine Erdogan, mengatakan kesehatan para bayi yang baik "sedikit mengangkat semangat kami".
Dia berujar, "Pemeriksaan awal sudah dilakukan, dan itu menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki masalah [kesehatan]," kata Emine seperti dikutip The Telegraph.