Jakarta, CNN Indonesia -- China ikut buka suara menanggapi perkembangan invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung satu tahun lamanya pada Jumat (24/2).
Melalui komunike yang dirilis Kementerian Luar Negeri China hari ini, pemerintahan Presiden Xi Jinping berupaya membeberkan posisi Beijing "terkait penyelesaian politik Krisis Ukraina".
Komunike ini dirilis setelah China terus menjadi sorotan lantaran disebut terlibat membantu Rusia menginvasi Ukraina. Amerika Serikat bahkan menuduh Beijing berencana memasok senjata untuk Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rangkuman 12 poin gagasan China soal penyelesaian perang Rusia vs Ukraina:
1. Hormati kedaulatan semua negara
China menuturkan hukum internasional yang diakui secara universal, termasuk tujuan dan prinsip Piagam PBB, harus dipatuhi dengan ketat.
Kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah semua negara harus ditegakkan secara efektif. Semua negara, besar atau kecil, kuat atau lemah, kaya atau miskin, adalah anggota komunitas internasional yang setara," bunyi pernyataan Kemlu China.
Beijing menuturkan semua pihak harus bersama-sama menjunjung tinggi norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional dan penerapan hukum internasional yang setara serta seragam.
"Tindakan standar ganda juga harus ditolak."
[Gambas:Video CNN]
2. Hapus mentalitas Perang Dingin
China menuturkan suatu negara tidak boleh mengorbankan negara lain untuk kepentingan pribadi, termasuk soal keamanan. Beijing juga menilai keamanan suatu kawasan tidak boleh dicapai dengan memperkuat atau memperluas blok militer.
"Kepentingan dan kekhawatiran keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius dan ditangani dengan benar. Tidak ada solusi sederhana untuk masalah yang rumit. Semua pihak harus, mengikuti visi keamanan bersama, komprehensif, kooperatif dan berkelanjutan dan mengingat perdamaian jangka panjang dan stabilitas dunia."
"Semua pihak harus menentang perilaku (egois) mengejar keamanan sendiri dengan mengorbankan keamanan orang lain, mencegah konfrontasi blok, dan bekerja sama untuk perdamaian dan stabilitas di Benua Eurasia."
3. Gencatan senjata
China menilai konflik dan perang tidak menguntungkan siapa pun. Beijing menegaskan semua pihak harus tetap rasional dan menahan diri, menghindari memperparah konflik hingga lepas kendali.
"Semua pihak harus mendukung Rusia dan Ukraina dalam bekerja dalam arah yang sama dan melanjutkan dialog langsung secepat mungkin, sehingga secara bertahap mengurangi ketegangan dan akhirnya mencapai gencatan senjata yang komprehensif."
4. Lanjutkan dialog damai
China meyakini dialog dan negosiasi adalah satu-satunya solusi yang layak untuk menyelesaikan perang Rusia vs Ukraina.
"Semua upaya yang kondusif bagi penyelesaian krisis secara damai harus didorong dan didukung. Komunitas internasional harus tetap berkomitmen pada pendekatan yang tepat dalam mempromosikan pembicaraan untuk perdamaian," bunyi komunike Kemlu China.
"China akan terus memainkan peran konstruktif dalam hal ini."
5. Selesaikan krisis kemanusiaan
China menekankan operasi kemanusiaan harus mengikuti prinsip netralitas, ketidakberpihakan, dan masalah kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi.
"Keamanan warga sipil harus dilindungi secara efektif, dan koridor kemanusiaan harus disiapkan untuk evakuasi warga sipil dari zona konflik. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus didukung dalam memainkan peran koordinasi dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke zona konflik."
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
Xi Jinping Sodorkan 12 Poin Gagasan China soal Perang Rusia-Ukraina
Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko)
6. Lindungi warga sipil dan tawanan perang
China menuturkan Rusia dan Ukraina harus benar-benar mematuhi hukum humaniter internasional, menghindari menyerang warga sipil dan fasilitas sipil.
Beijing juga mendukung pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina, dan meminta semua pihak untuk menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan untuk tujuan ini.
7. Lindungi PLTN
China menentang serangan bersenjata terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan fasilitas nuklir lainnya. Beijing meminta seluruh pihak mematuhi hukum internasional termasuk Konvensi Keselamatan Nuklir (NCS) dan menyerukan Rusia-Ukraina menghindari kecelakaan nuklir akibat ulah manusia.
8. Jangan pakai senjata nuklir
China melarang Rusia dan Ukraina menggunakan senjata nuklir dalam konflik.
"Ancaman atau penggunaan senjata nuklir harus ditolak. Proliferasi nuklir harus dicegah dan krisis nuklir harus dihindari," bunyi kutipan komunike China.
9. Fasilitasi pengiriman bahan pangan
China menyerukan implementasi Black Sea Grain Initiative yang diteken Rusia, Turki, dan Ukraina demi menghindari krisis pangan global.
10. Setop jatuhkan sanksi
China menilai sanksi sepihak dan tekanan maksimum tidak dapat menyelesaikan konflik Rusia vs Ukraina.
"Sanksi hanya menciptakan masalah baru. China menentang sanksi sepihak yang tidak sah oleh Dewan Keamanan PBB. Negara-negara terkait harus berhenti menyalahgunakan sanksi sepihak," kata Beijing lagi.
11. Jaga stabilitas rantai ekonomi
China menyerukan seluruh pihak harus sungguh-sungguh menjaga sistem ekonomi dunia dan memitigasi dampak krisis di Ukraina.
12. Resolusi pasca-konflik
Komunitas internasional perlu mengambil langkah-langkah untuk mendukung rekonstruksi pascakonflik Rusia vs Ukraina.
"China siap memberikan bantuan dan memainkan peran konstruktif dalam upaya ini."