Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva buka suara soal rumor kemungkinan Kremlin tarik pasukan dari Ukraina.
Rusia telah menginvasi Ukraina selama setahun sejak 24 Februari 2022 lalu. Banyak pihak menduga perang ini berlangsung lama.
Namun, beberapa yang lain menilai perang bisa berakhir jika Rusia menarik pasukan dari Ukraina atau Ukraina berhasil memukul mundur pasukan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut wawancara khusus CNNIndonesia.com dengan Vorobieva di kediaman Dubes Rusia, Selasa (28/2).
T: Operasi militer Rusia sudah berlangsung selama setahun. Bisakah Anda memberi tahu kami apa pencapaian Rusia sejauh ini?
Sejauh ini operasi militer Rusia yang dicapai di Ukraina didata presiden dan menteri pertahanan dan mereka sangat jelas.
Pertama-tama, untuk melindungi masyarakat Luhansk dan Donetsk dari serangan pemerintah Kyiv sejak 2014.
Selama delapan tahun wilayah yang didominasi warga Rusia berada di bawah pengeboman dan diserang pihak Ukraina.
[Gambas:Video CNN]
Sebanyak 400 ribu orang meninggal termasuk perempuan, anak-anak, orang tua. Negara barat telah menutup mata soal ini, terlebih lagi pihak Ukraina terus melanjutkan operasi untuk memegang kembali wilayah ini.
Kami telah membebaskan wilayah Luhansk, kami akan membuat kemajuan di Donetsk.
Seperti yang Anda ketahui, dua wilayah lain di Ukraina telah menyatakan referendum dan orang-orang di wilayah ini telah memutuskan untuk bergabung dengan Rusia. Tentu saja mereka perlu dilindungi, orang-orang yang tinggal di sana.
Target lain yang diidentifikasi presiden adalah demiliterisasi Ukraina dan nazifikasi Ukraina. Saya cukup yakin bahwa target ini juga akan tercapai
T: Apa yang mungkin bisa membuat Rusia bersedia menarik pasukannya dari Ukraina? Menurut Anda, kapan operasi militer akan berakhir?
Kami tak akan menarik pasukan dari wilayah yang sekarang menjadi milik federasi Rusia.
Jadi, semua rencana perdamaian yang dibuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sama sekali tak benar, tak sesuai kenyataan, itu hanya tindakan pencitraan. Kami tidak melihat adanya niat dari mereka untuk melakukan dialog damai.
Zelensky tak independen, dia bukan orang yang mengambil keputusan. Artinya, Barat tak mengizinkan pihak Ukraina terlibat dalam dialog damai dengan Rusia, apapun yang mereka katakan. Mereka hanya membual bukan bicara kebenaran.
T: Terkait dialog damai, baru-baru ini pemerintah Xi Jinping telah mempromosikan proposal perdamaian sebagai penyelesaian konflik Ukraina-Rusia. Pemerintah Ukraina sedang mempertimbangkan proposal dengan catatan jika Rusia menarik pasukan dari Ukraina. Bagaimana dengan Rusia?
Kami berterima kasih kepada teman dan mitra China atas upaya mereka untuk menyelesaikan konflik ini. Anda bisa lihat, pihak Ukraina, memaksakan kondisi yang benar-benar absurd dan tidak logis.
Mereka tak punya kemauan atau niat untuk terlibat dalam dialog damai. Itu hanya pencitraan dan propaganda dari sisi lain.
T: Apakah menurut Anda China adalah mediator yang tepat untuk menyelesaikan konflik ini atau Anda membutuhkan pihak lain untuk membicarakan dialog perdamaian?
Bukan soal mediator, masalahnya adalah pihak Ukraina, sekali lagi, jika pihak yang berkonflik tak mau berdialog, tidak ada mediator yang akan memaksa mereka melakukannya.
Sekali lagi, pemerintah Ukraina, Presiden Ukraina tak independen. Dia hanya boneka di bawah kendali Barat. Barat tak mau dan tak mengizinkan Ukraina berdialog dengan Rusia.
Saya ingatkan lagi, pihak Ukraina yang menarik diri dari pembicaraan yang kami lakukan dengan Ukraina di Turki tahun lalu.
Bukan kami tidak suka atau pihak tertentu menjadi penengah. Hanya saja tidak ada niat pihak Ukraina dari Barat melakukan dialog damai.
T: Menurut media asing, intelijen barat mengatakan tentara Rusia membelot dan menyerah. Di sisi lain, pasukan Ukraina terus-menerus merebut kembali wilayahnya yang dikuasai Rusia. Bagaimana pendapat Anda?
Tentu saja itu tidak benar. Anda tahu, ada begitu banyak yang berjuang bersama di operasi militer ini di medan perang. Ada begitu banyak kebohongan dan kepalsuan yang diproduksi media barat.
Jadi sekali lagi, semua berita bahwa tentara Rusia membelot atau apa yang mereka lakukan tentu saja tidak benar.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Wawancara Eksklusif dengan Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva
Wawancara dengan Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva. (CNN Indonesia/ Hamka Winovan)
T: Berdasarkan laporan media asing, pasukan Rusia dibantu Wagner Group dan tentara Chechnya. Situasi ini menimbulkan anggapan bahwa pemerintah Rusia tidak percaya diri berperang di Ukraina. Apa pendapat Anda tentang itu? Apakah karena Rusia kehilangan begitu banyak tentara di Ukraina?
Wagner Group adalah perusahaan militer swasta. Saya tak tahu jumlah anggotanya, mungkin ribuan orang.
Mereka terlatih tentu saja dan sangat wajar pemerintah kami menggunakan orang-orang ini dalam operasi khusus militer kami karena mereka terlatih, mereka profesional.
Namun dalam gambaran umum. Mereka hanya bagian yang sangat kecil, Angkatan Bersenjata kami [Rusia] jauh lebih besar. Dan, jika kelompok Wagner berprestasi, sukses, itu sangat bagus.
T: Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang hubungan antara pemerintah Rusia dan Wagner?
Jika Wagner group bagian dari operasi militer khusus itu, apa hubungan dengan pemerintah, dengan angkatan bersenjata, dengan kementerian pertahanan? Tentu mereka berkoordinasi. Artinya ada hubungan mutlak. Normal.
Kalau tidak, mereka tak akan menjadi bagian dari operasi ini yang dipercaya pemerintah kepada orang-orang ini, dan orang-orang ini berkoordinasi dengan kementerian pertahanan.
Jika ada beberapa perbedaan yang bisa terjadi dalam taktik misalnya itu biasa tetapi secara keseluruhan mereka bekerja sama.
T: Kami ingin meminta konfirmasi tentang laporan media asing. Mereka mengatakan kementerian Pertahanan Rusia merekrut tahanan untuk membantu di Ukraina. Apakah itu benar? Apakah itu karena Rusia kehilangan banyak tentaranya atau bagaimana?
Menteri Pertahanan, saya pikir, Wagner Group juga, mereka sebenarnya ada di awal operasi.
Mereka [pemerintah Rusia] memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dipenjara untuk bertugas di Angkatan Bersenjata, untuk melindungi negara mereka sendiri, untuk melayani negara.
Jika Anda menyelamatkan negara Anda, jika Anda ingin menjadi bagian dari angkatan bersenjata, dan Anda berada di penjara, pemerintah akan bermurah hati kepada Anda dan memberi Anda kesempatan ini untuk melayani negara Anda.
Pekan lalu, Presiden Putin mengumumkan bahwa Rusia telah menangguhkan keanggotaan kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (for Strategic Arms Reduction Treaty/NEW START).
T: Apakah keputusan ini memungkinkan Rusia menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayahnya dari Ukraina atau bagaimana pendapat Anda tentang itu?
Kenapa keputusan ini diambil juga sangat jelas. Saya juga ingin memberitahu bahwa Amerika Serikat yang juga anggota bagian kesepakatan ini, pertama-tama menarik diri dari kesepakatan nuklir jarak menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) pada 2018.
AS juga tak pernah meratifikasi perjanjian larangan komprehensif uji coba nuklir (Joint Comprehensive Plan of Action /JCPOA), kami melakukannya. AS tidak pernah melakukannya.
Kami mengatakan jika AS tak melakukan uji coba nuklir, kami tak akan pernah melakukan itu. Namun, jika mereka melakukannya, mungkin kita akan mengikuti mereka.
Jadi, ini pertanyaan menggunakan atau tidak menggunakan senjata nuklir, pada ujungnya untuk melindungi keamanan kita
T: Rusia adalah negara yang paling vokal mengkritik ekspansi (keanggotaan) NATO. Kini, Swedia dan Finlandia berusaha menjadi anggota aliansi ini. Apa pendapat Anda?
Untuk Swedia dan Finlandia lagi akankah partisipasi Swedia dan Finlandia membantu NATO, membantu membuat Eropa aman? Atau akan menyelamatkan tempat kmi? Apakah ekspansi NATO membantu membangun perdamaian dan stabilitas di dunia?
Seperti yang kita lihat dalam 30 tahun terakhir NATO adalah sekutu militer yang agresif.
Jadi, tentu saja jika Swedia dan Finlandia, yang bertetangga dengan negara kami bergabung dengan NATO itu akan mengkhawatirkan, keamanan kita dalam berbahaya. Kami akan bertindak untuk berkoordinasi.
T: Tindakan seperti di Ukraina?
Tidak, tidak. Kami akan mempertimbangkan tindakan kami.