Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menangkap dua warga India di Kota Agra, Uttar Pradesh, karena diduga melancarkan fitnah terhadap warga Muslim terkait penyembelihan sapi.
Ketegangan antara warga Hindu dan Muslim di sejumlah kota di India masih tegang setelah perayaan agama Hindu Ram Navami dua pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak kepolisian kemudian menangkap dua warga India terkait laporan palsu terhadap empat pria Muslim.
Mereka menuduh empat warga Muslim di Uttar Pradesh membunuh sapi-sapi itu akhir Maret lalu, seperti dikutip dari Indian Express.
[Gambas:Video CNN]
Polisi menyatakan tersangka yang ditangkap salah satunya adalah warga Muslim yang memiliki permusuhan dengan empat warga Muslim dalam laporan palsu itu.
"Pada 6 April, polisi Agra menangkap dua orang, Imran Qureshi alias Thakur dan Shanu alias Illi, yang diduga terlibat dalam rencana memfitnah orang-orang tak bersalah dalam kasus ini," ujar Asisten Komisaris Polisi R K Singh.
"Penggerebekan masih dilakukan untuk mengejar tujuh tersangka lainnya sesuai perannya masing-masing setelah penyelidikan," tuturnya lagi.
Sebanyak tujuh tersangka yang masih diburu polisi, empat lainnya merupakan anggota Hindu Mahasbha.
Polisi menyatakan juru bicara Mahasabha, Sanjay Jat, merupakan tersangka utama dalam kasus tersebut.
Singh menyebutkan bahwa para tersangka menyimpan dendam terhadap empat pria Muslim yang disebutkan dalam laporan palsu tersebut dan menjebak mereka untuk bertanggung jawab.
Jat, para pejabat Mahasabha lainnya termasuk Jitendra Kumar tidak merespons panggilan telepon dari Indian Express.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Kronologi Kepolisian soal Laporan Palsu
Festival agama Hindu Ram Navami di India. (AP/Mahesh Kumar A)
Polisi menyatakan pemimpin Mahasabha Jitendra Kumar membuat laporan ke kepolisian jelang perayaan Ram Navami pada 30 Maret.
Dalam laporan itu tertulis Kumar menerima informasi bahwa Rizwan alias Kalta dan putranya Nakeem, Vijju alias Chottu, dan Sanu, menyembelih sapi di belukar dekat Gautam Nagar serta berencana menjual dagingnya.
Kumar sempat mengatakan kepada polisi bahwa ia bergegas ke tempat kejadian bersama teman-temannya, Vishal dan Pendeta Manish. Ia mengaku melihat para terlapor melarikan diri.
Laporan terhadap Rizwan dan anak-anaknya kemudian diajukan ke kantor polisi Etmadullah dengan sangkaan melanggar Undang-undang tentang Pasal Pencegahan Penmbelihan Sapi menyusul pengakuan Kumar tersebut.
Nakeem yang merupakan pekerja Koorporasi Agra dan para pekerja serta pemimpin Mahasabha menggelar demo di depan kantor polisi meminta para terlapor segera ditangkap.
Namun pejabat kepolisian Etemadullah Raju Kumar mengatakan berdasarkan penyelidikan, empat terlapor tidak ada dalam tempat kejadian perkara. Bukti-bukti itu didapat melalui rekaman CCTV, data intelijen serta barang bukti lainnya.
Polisi kemudian menangkap Qureshi dan Illi yang merupakan warga Agra. Dari penangkapan itu, polisi menemukan pisau yang digunakan untuk kejahatan menyembelih sapi yang diduga mereka lakukan.
Para tersangka ini kemudian mengakui berencana melancarkan fintah empat orang terlapor menyembelih sapi.
"Kami tak menemukan bukti sejauh ini bahwa empat warga Muslim dalam laporan itu bersalah. Penyelidikan masih berlangsung," kata Kumar.