Fan Hallyu Meroket 18 Kali Lipat, Apa Rahasia K-Pop Bisa Mendunia?
CNN Indonesia
Minggu, 14 Mei 2023 23:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Gangnam Style yang dipopulerkan oleh penyanyi Korsel, PSY, menjadi salah satu yang paling populer di dunia. (REUTERS/TOM NICHOLSON)
Busan, CNN Indonesia --
Demam hallyu atau Korean wave seakan telah membuat dunia menggandrungi budaya ala Korea Selatan mulai dari musik K-pop, film, drama, makanan, kosmetik, hingga fesyen.
Popularitas hallyu juga terus meluas ke seluruh penjuru dunia. Berdasarkan survei The Korea Foundation yang rilis Maret lalu, total fans hallyu di seluruh dunia mencapai 178 juta pada 2022. Survei itu dilakukan di 118 negara oleh 149 misi diplomatik Korsel.
Jumlah ini, 18 kali lipat dari survei pertama yang dilakukan lembaga itu pada 2012. Saat itu, The Korea Foundation mencatat ada 9,26 juta fan hallyu yang tersebar di seluruh dunia.
Siapa sangka, popularitas hallyu yang mengglobal ini ternyata menjadi ladang rezeki bagi pemerintah Korsel. Pasalnya, popularitas budaya populer Korsel juga turut mengangkat perekonomian negara tersebut.
"Dampak ekonomi dan sosial dari popularitas hallyu di dunia sangat besar. Karena popularitas K-Pop itu juga menjadikan sektor lainnya seperti Korean food, Korean cosmetics, Korean medical, dan lainnya ikut tumbuh positif," kata Wakil Presiden Eksekutif The Korea Foundation, Rhee Jong Kook, kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Rhee memberikan contoh perihal pengaruh popularitas boyband BTS terhadap penjualan produk lokal. Ia bercerita, salah satu anggota BTS pernah meminum produk teh lokal buatan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Korsel dalam salah satu acara.
Momen itu tidak sengaja terekam kamera dan tersiar ke publik. Tak lama setelah acara itu tayang, stok teh yang diminum anggota BTS laris manis dan habis.
Salah satu member BTS lainnya juga pernah tidak sengaja makan ayam dari kedai lokal ketika siaran langsung. Keesokan harinya, kedai ayam itu diserbu pembeli hingga kehabisan stok.
"Ini menunjukkan bahwa perilaku bintang K-Pop, apa yang dia pakai, gunakan, hingga makanan/minuman yang mereka konsumsi, itu memiliki dampak terhadap ekonomi dan sosial. Mereka akan menjadikan apa yang mereka konsumsi dan pakai sebagai trend baru," ucap Rhee.
Seperti yang diketahui, BTS merupakan salah satu grup musik paling populer di Korsel bahkan dunia. BTS menjadi satu-satunya musisi Korsel yang sudah lima kali masuk nominasi Grammy Awards.
Menurut penelitian Hyundai Research Institute, popularitas BTS membawa keuntungan bagi perekonomian Korsel mencapai US$3,6 juta (Rp51,1 triliun) setiap tahunnya.
Popularitas BTS bahkan disebut turut menarik turis asing melancong ke Korsel. Sebelum era pandemi Covid-19, sekitar 800 ribu turis asing berkunjung ke Korsel hanya karena BTS.
Jumlah itu mewakili 7 persen dari total turis asing yang berkunjung ke Negeri Ginseng setiap tahun.
"Ini baru bicara soal BTS, belum lagi idol dan artis lainnya yang juga memiliki banyak fan di seluruh dunia," papar Rhee menambahkan.
Lalu, apa rahasianya hingga hallyu bisa sangat populer di seluruh dunia hingga mulai dinilai bersaing dengan tren budaya Barat?
Baca di halaman berikutnya >>>
Rhee mengatakan popularitas budaya Korsel yang mendunia merupakan fenomena yang tidak disengaja.
Menurutnya, hallyu pertama kali muncul berkat peran beberapa pihak dan individu saja.
Namun, seiring dengan perkembangannya, pemerintah Korsel melihat banyak potensi yang bisa digali dari popularitas budaya Korsel sehingga akhirnya ikut terjun langsung mendorong agar tumbuh dan berkembang lebih luas lagi.
"Sebelum hallyu mendunia, banyak orang terbiasa dengan paparan budaya Amerika dan Barat. Sekarang, Korea juga berusaha fokus mengembangkan keunikan hallyu agar bisa semakin mudah diterima oleh publik di seluruh dunia," ucap Rhee.
"Jadi, tidak ada rahasia sukses popularitas hallyu. Semuanya itu karena kejujuran dan keterbukaan dan kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak terkait," katanya menambahkan.
Berdasarkan survei The Korea Foundation, sebanyak 73,4 persen fan hallyu berasal dari kawasan Asia dan Oseania. Sebanyak 84,3 juta fan berasal dari China, 16,8 juta fan dari Thailand, dan 13,3 juta fan dari Vietnam.
Namun, jumlah fan K-Pop dari Eropa terus melesat setiap tahunnya. Ada sekitar 13,2 juta fan hallyu di Eropa hingga akhir 2022 atau naik 37 persen dari 2021.
Busan, CNN Indonesia --
Demam hallyu atau Korean wave seakan telah membuat dunia menggandrungi budaya ala Korea Selatan mulai dari musik K-pop, film, drama, makanan, kosmetik, hingga fesyen.
Popularitas hallyu juga terus meluas ke seluruh penjuru dunia. Berdasarkan survei The Korea Foundation yang rilis Maret lalu, total fans hallyu di seluruh dunia mencapai 178 juta pada 2022. Survei itu dilakukan di 118 negara oleh 149 misi diplomatik Korsel.
Jumlah ini, 18 kali lipat dari survei pertama yang dilakukan lembaga itu pada 2012. Saat itu, The Korea Foundation mencatat ada 9,26 juta fan hallyu yang tersebar di seluruh dunia.
Siapa sangka, popularitas hallyu yang mengglobal ini ternyata menjadi ladang rezeki bagi pemerintah Korsel. Pasalnya, popularitas budaya populer Korsel juga turut mengangkat perekonomian negara tersebut.
"Dampak ekonomi dan sosial dari popularitas hallyu di dunia sangat besar. Karena popularitas K-Pop itu juga menjadikan sektor lainnya seperti Korean food, Korean cosmetics, Korean medical, dan lainnya ikut tumbuh positif," kata Wakil Presiden Eksekutif The Korea Foundation, Rhee Jong Kook, kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Rhee memberikan contoh perihal pengaruh popularitas boyband BTS terhadap penjualan produk lokal. Ia bercerita, salah satu anggota BTS pernah meminum produk teh lokal buatan pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Korsel dalam salah satu acara.
Momen itu tidak sengaja terekam kamera dan tersiar ke publik. Tak lama setelah acara itu tayang, stok teh yang diminum anggota BTS laris manis dan habis.
Salah satu member BTS lainnya juga pernah tidak sengaja makan ayam dari kedai lokal ketika siaran langsung. Keesokan harinya, kedai ayam itu diserbu pembeli hingga kehabisan stok.
"Ini menunjukkan bahwa perilaku bintang K-Pop, apa yang dia pakai, gunakan, hingga makanan/minuman yang mereka konsumsi, itu memiliki dampak terhadap ekonomi dan sosial. Mereka akan menjadikan apa yang mereka konsumsi dan pakai sebagai trend baru," ucap Rhee.
Seperti yang diketahui, BTS merupakan salah satu grup musik paling populer di Korsel bahkan dunia. BTS menjadi satu-satunya musisi Korsel yang sudah lima kali masuk nominasi Grammy Awards.
Menurut penelitian Hyundai Research Institute, popularitas BTS membawa keuntungan bagi perekonomian Korsel mencapai US$3,6 juta (Rp51,1 triliun) setiap tahunnya.
Popularitas BTS bahkan disebut turut menarik turis asing melancong ke Korsel. Sebelum era pandemi Covid-19, sekitar 800 ribu turis asing berkunjung ke Korsel hanya karena BTS.
Jumlah itu mewakili 7 persen dari total turis asing yang berkunjung ke Negeri Ginseng setiap tahun.
"Ini baru bicara soal BTS, belum lagi idol dan artis lainnya yang juga memiliki banyak fan di seluruh dunia," papar Rhee menambahkan.
Lalu, apa rahasianya hingga hallyu bisa sangat populer di seluruh dunia hingga mulai dinilai bersaing dengan tren budaya Barat?
Baca di halaman berikutnya >>>
Fan Hallyu Naik 18 Kali Lipat, Apa Rahasia K-Pop Bisa Mendunia?
BTS dianggap menjadi salah satu yang membuka jalan budaya Korea makin dikenal dan dicintai di seluruh dunia. (Big Hit Music via Hancinema)
Rhee mengatakan popularitas budaya Korsel yang mendunia merupakan fenomena yang tidak disengaja.
Menurutnya, hallyu pertama kali muncul berkat peran beberapa pihak dan individu saja.
Namun, seiring dengan perkembangannya, pemerintah Korsel melihat banyak potensi yang bisa digali dari popularitas budaya Korsel sehingga akhirnya ikut terjun langsung mendorong agar tumbuh dan berkembang lebih luas lagi.
"Sebelum hallyu mendunia, banyak orang terbiasa dengan paparan budaya Amerika dan Barat. Sekarang, Korea juga berusaha fokus mengembangkan keunikan hallyu agar bisa semakin mudah diterima oleh publik di seluruh dunia," ucap Rhee.
"Jadi, tidak ada rahasia sukses popularitas hallyu. Semuanya itu karena kejujuran dan keterbukaan dan kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak terkait," katanya menambahkan.
Berdasarkan survei The Korea Foundation, sebanyak 73,4 persen fan hallyu berasal dari kawasan Asia dan Oseania. Sebanyak 84,3 juta fan berasal dari China, 16,8 juta fan dari Thailand, dan 13,3 juta fan dari Vietnam.
Namun, jumlah fan K-Pop dari Eropa terus melesat setiap tahunnya. Ada sekitar 13,2 juta fan hallyu di Eropa hingga akhir 2022 atau naik 37 persen dari 2021.