Thailand Gelar Pertemuan Informal Undang ASEAN Bahas Myanmar
CNN Indonesia
Senin, 19 Jun 2023 17:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Thailand gelar pertemuan undang negara ASEAN bahas Myanmar. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah sementara Thailandmenggelar pertemuan yang mengundang para menteri luar negeri ASEAN, termasuk junta Myanmar, hari ini Senin (19/6).
Undangan yang mulanya dijadwalkan pada Minggu (18/6) itu disebut telah dikirimkan kepada para menlu ASEAN.
Dalam undangan yang dilihat Reuters dan telah diverifikasi dua sumber, disebutkan bahwa Bangkok menyerukan ASEAN untuk "sepenuhnya melibatkan kembali Myanmar" di berbagai pertemuan tingkat tinggi.
Rilis itu juga menyebut pembicaraan tersebut "diperkirakan akan dihadiri oleh perwakilan tingkat tinggi dari Laos, Kamboja, Myanmar, India, China, Brunei, dan Vietnam".
Meski begitu, tak ada rincian mengenai siapa perwakilan yang akan hadir dari masing-masing negara itu. Tak dijelaskan pula mengapa tanggal pertemuan diundur.
Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai sempat menggembar-gemborkan inisiatif negaranya mengundang Myanmar saat wawancara dengan media lokal Matichon.
"Situasi saat ini telah banyak berubah. Sekarang ada lebih banyak pertempuran di Myanmar," katanya.
Ia kemudian melanjutkan, "Myanmar juga memiliki peta jalan menuju pemilihan. Hal-hal ini telah memberi kami kebutuhan untuk melanjutkan interaksi kami dengan Myanmar."
Lanjut di halaman berikutnya...
ASEAN kritik Thailand
Sejumlah negara ASEAN pun ramai-ramai mengkritik inisiatif Thailand ini.
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan pada Jumat (16/6) bahwa terlalu "dini untuk terlibat kembali dengan junta di tingkat puncak atau bahkan di tingkat menteri luar negeri."
Eks Menlu Malaysia, Saifuddin Abdullah, juga mengkritik pertemuan ini. Ia menyebut undangan Thailand ialah "omong kosong" yang perlu segera dihentikan. Malaysia sendiri menyatakan tidak akan hadir dalam pertemuan.
"Thailand meminta negara-negara ASEAN untuk terlibat sepenuhnya dengan junta Myanmar dalam pertemuan informal. ASEAN harus menghentikan omong kosong ini," ujar Saifuddin.
Indonesia juga telah menolak menghadiri undangan ini. Staf Khusus Menlu untuk Diplomasi Kawasan, I Gede Ngurah Swajaya, mengaku RI telah menerima undangan namun menolak hadir.
"Kita diundang tapi tidak hadir," kata Ngurah di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Sebuah sumber di Jakarta mengatakan kepada Reuters bahwa penolakan Indonesia terhadap undangan ini merupakan fakta bahwa inisiatif Thailand bertentangan dengan perjanjian ASEAN pada KTT ASEAN Mei lalu.
Sementara itu, otoritas Myanmar dan Kamboja mengonfirmasi bahwa menteri luar negeri mereka bakal datang dalam pertemuan. Kemlu China sejauh ini belum memberikan tanggapan kepada AFP.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah sementara Thailandmenggelar pertemuan yang mengundang para menteri luar negeri ASEAN, termasuk junta Myanmar, hari ini Senin (19/6).
Undangan yang mulanya dijadwalkan pada Minggu (18/6) itu disebut telah dikirimkan kepada para menlu ASEAN.
Dalam undangan yang dilihat Reuters dan telah diverifikasi dua sumber, disebutkan bahwa Bangkok menyerukan ASEAN untuk "sepenuhnya melibatkan kembali Myanmar" di berbagai pertemuan tingkat tinggi.
Rilis itu juga menyebut pembicaraan tersebut "diperkirakan akan dihadiri oleh perwakilan tingkat tinggi dari Laos, Kamboja, Myanmar, India, China, Brunei, dan Vietnam".
Meski begitu, tak ada rincian mengenai siapa perwakilan yang akan hadir dari masing-masing negara itu. Tak dijelaskan pula mengapa tanggal pertemuan diundur.
Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai sempat menggembar-gemborkan inisiatif negaranya mengundang Myanmar saat wawancara dengan media lokal Matichon.
"Situasi saat ini telah banyak berubah. Sekarang ada lebih banyak pertempuran di Myanmar," katanya.
Ia kemudian melanjutkan, "Myanmar juga memiliki peta jalan menuju pemilihan. Hal-hal ini telah memberi kami kebutuhan untuk melanjutkan interaksi kami dengan Myanmar."
Lanjut di halaman berikutnya...
ASEAN Kritik Inisiatif Thailand Gelar Pertemuan Informal Undang Junta Myanmar
Foto: iStock/HUNG CHIN LIU
ASEAN kritik Thailand
Sejumlah negara ASEAN pun ramai-ramai mengkritik inisiatif Thailand ini.
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengatakan pada Jumat (16/6) bahwa terlalu "dini untuk terlibat kembali dengan junta di tingkat puncak atau bahkan di tingkat menteri luar negeri."
Eks Menlu Malaysia, Saifuddin Abdullah, juga mengkritik pertemuan ini. Ia menyebut undangan Thailand ialah "omong kosong" yang perlu segera dihentikan. Malaysia sendiri menyatakan tidak akan hadir dalam pertemuan.
"Thailand meminta negara-negara ASEAN untuk terlibat sepenuhnya dengan junta Myanmar dalam pertemuan informal. ASEAN harus menghentikan omong kosong ini," ujar Saifuddin.
Indonesia juga telah menolak menghadiri undangan ini. Staf Khusus Menlu untuk Diplomasi Kawasan, I Gede Ngurah Swajaya, mengaku RI telah menerima undangan namun menolak hadir.
"Kita diundang tapi tidak hadir," kata Ngurah di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Sebuah sumber di Jakarta mengatakan kepada Reuters bahwa penolakan Indonesia terhadap undangan ini merupakan fakta bahwa inisiatif Thailand bertentangan dengan perjanjian ASEAN pada KTT ASEAN Mei lalu.
Sementara itu, otoritas Myanmar dan Kamboja mengonfirmasi bahwa menteri luar negeri mereka bakal datang dalam pertemuan. Kemlu China sejauh ini belum memberikan tanggapan kepada AFP.