Pesan Korban Pesawat Jatuh di Malaysia ke Sang Kakak: Aku Akan Pulang
CNN Indonesia
Sabtu, 19 Agu 2023 09:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ambulans yang membawa para korban meninggal dalam kecelakaan pesawat di Selangor, Malaysia. (AP/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan jet pribadi yang jatuh di jalanan Selangor, Malaysia, Sharipuddin Shaari (53), mengucapkan pesan terakhir sebelum insiden terjadi.
Pesawat Beechcraft Model 390 jatuh di jalanan Kota Elmina yang tak jauh dari Shah Alam, Negara Bagian Selangor, Malaysia, Kamis (17/8), menewaskan 10 orang.
Kakak perempuan korban, Ramlah Shaari (56), saat menceritakan percakapan terakhirnya dengan sang adik mengatakan bahwa Sharipuddin berencana untuk kembali ke kampung halaman mereka di Arau, Perlis untuk mengunjungi ibu mereka, Hatun Bakar, yang berusia 81 tahun.
"Sebentar lagi Kak Chik, aku akan pulang," ujar Ramlah menirukan ucapan adiknya.
Tak kuasa menahan air mata, Ramlah mengatakan bahwa terakhir kali Sharipuddin berbicara dengannya adalah dua pekan yang lalu.
"Dua minggu yang lalu saya meneleponnya dan mengatakan bahwa ibu kami merindukan dia, tetapi dia menjawab bahwa dia tidak punya waktu untuk pulang. Kami mengharapkan mereka (Sharipuddin dan keluarganya) untuk kembali selama liburan sekolah yang akan datang," katanya saat ditemui di lokasi Departemen Forensik Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR), mengutip Malay Mail.
Ramlah mengatakan bahwa Sharipuddin, anak ketiga dari empat bersaudara, sangat dekat dengan ibunya karena mereka tinggal di rumah yang sama di Kampung Rani Estate, Arau, sebelum ia pindah ke Sepang, Selangor.
Dia mengatakan bahwa adik laki-lakinya tersebut yang merupakan seorang pensiunan perwira angkatan darat pindah ke Sepang bersama istri dan dua anaknya yang berusia 16 dan 8 tahun.
"Kami mendapat kabar tentang kejadian ini saat Magrib kemarin dan kami tidak memberi tahu ibu kami karena dia memiliki penyakit jantung," ucap Ramlah.
"Kami semua meninggalkan Arau lebih awal hari ini dan baru ketika kami tiba di Klang sekitar pukul 2 siang, kami memberi tahu ibu saya tentang kejadian tersebut, dia sangat sedih karena dia sangat merindukan Sharipuddin," lanjut dia.
Ramlah mengatakan adiknya adalah seorang pekerja keras dan sangat disukai, karena sering membantu mereka yang membutuhkan.
Ia mengatakan pihak keluarga masih mendiskusikan proses pemakaman Sharipuddin setelah proses visum selesai.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Sementara itu, teman korban yang juga anggota parlemen Pauh (Perlis), Megat Hashirat Hassan mengatakan bahwa Sharipuddin sempat menghubunginya tiga hari sebelum kejadian.
"Dia menghubungi saya dan kami mengobrol panjang lebar. Dia adalah salah satu teman dan pendukung kuat saya yang banyak membantu selama kampanye ketika saya menjadi kandidat pada pemilihan umum lalu. Dia adalah teman yang sangat baik. Saya terkejut dan sedih ketika mendapat kabar kematiannya. Dia baru saja pindah ke Selangor," katanya saat ditemui di Departemen Forensik HTAR.
Megat, yang juga seorang anggota dewan eksekutif mengatakan bahwa pemerintah negara bagian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Sharipuddin dan siap untuk memberikan bantuan apa pun yang diperlukan kepada keluarganya.
Sepupu Sharipuddin, Maznah Abdullah (68) mengatakan bahwa dia terakhir kali bertemu dengan almarhum sekitar lima bulan yang lalu ketika dia kembali untuk merayakan Idulfitri bersama keluarganya di Kampung Rani Estate.
Maznah mengatakan bahwa Sharipuddin adalah seorang pekerja keras yang memiliki dua orang anak, yaitu Muhammad Sharul dan Nur Izzara Arissya.
"Kami sekeluarga mendapat kabar duka ini sekitar pukul 8 malam pada hari kejadian. Hati saya terus terasa sakit, dia sangat dekat dengan keluarga," katanya.
Selain Sharipuddin, tujuh orang lainnya yang berada di pesawat itu juga tewas. Tak hanya mereka, seorang pengendara mobil dan satu pemotor di jalanan tersebut juga meninggal dunia.
Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit Tengku Ampuan Rahimah untuk proses identifikasi.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan Malaysia menyatakan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat. Mereka juga meminta semua jet Beechcraft Model 390 untuk diselidiki.
Jakarta, CNN Indonesia --
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan jet pribadi yang jatuh di jalanan Selangor, Malaysia, Sharipuddin Shaari (53), mengucapkan pesan terakhir sebelum insiden terjadi.
Pesawat Beechcraft Model 390 jatuh di jalanan Kota Elmina yang tak jauh dari Shah Alam, Negara Bagian Selangor, Malaysia, Kamis (17/8), menewaskan 10 orang.
Kakak perempuan korban, Ramlah Shaari (56), saat menceritakan percakapan terakhirnya dengan sang adik mengatakan bahwa Sharipuddin berencana untuk kembali ke kampung halaman mereka di Arau, Perlis untuk mengunjungi ibu mereka, Hatun Bakar, yang berusia 81 tahun.
"Sebentar lagi Kak Chik, aku akan pulang," ujar Ramlah menirukan ucapan adiknya.
Tak kuasa menahan air mata, Ramlah mengatakan bahwa terakhir kali Sharipuddin berbicara dengannya adalah dua pekan yang lalu.
"Dua minggu yang lalu saya meneleponnya dan mengatakan bahwa ibu kami merindukan dia, tetapi dia menjawab bahwa dia tidak punya waktu untuk pulang. Kami mengharapkan mereka (Sharipuddin dan keluarganya) untuk kembali selama liburan sekolah yang akan datang," katanya saat ditemui di lokasi Departemen Forensik Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah (HTAR), mengutip Malay Mail.
Ramlah mengatakan bahwa Sharipuddin, anak ketiga dari empat bersaudara, sangat dekat dengan ibunya karena mereka tinggal di rumah yang sama di Kampung Rani Estate, Arau, sebelum ia pindah ke Sepang, Selangor.
Dia mengatakan bahwa adik laki-lakinya tersebut yang merupakan seorang pensiunan perwira angkatan darat pindah ke Sepang bersama istri dan dua anaknya yang berusia 16 dan 8 tahun.
"Kami mendapat kabar tentang kejadian ini saat Magrib kemarin dan kami tidak memberi tahu ibu kami karena dia memiliki penyakit jantung," ucap Ramlah.
"Kami semua meninggalkan Arau lebih awal hari ini dan baru ketika kami tiba di Klang sekitar pukul 2 siang, kami memberi tahu ibu saya tentang kejadian tersebut, dia sangat sedih karena dia sangat merindukan Sharipuddin," lanjut dia.
Ramlah mengatakan adiknya adalah seorang pekerja keras dan sangat disukai, karena sering membantu mereka yang membutuhkan.
Ia mengatakan pihak keluarga masih mendiskusikan proses pemakaman Sharipuddin setelah proses visum selesai.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Kesan Terakhir dari Teman Korban
Pesawat hancur berkeping-keping usai jatuh di jalanan Selangor, Malaysia. (AP/Vincent Thian)
Sementara itu, teman korban yang juga anggota parlemen Pauh (Perlis), Megat Hashirat Hassan mengatakan bahwa Sharipuddin sempat menghubunginya tiga hari sebelum kejadian.
"Dia menghubungi saya dan kami mengobrol panjang lebar. Dia adalah salah satu teman dan pendukung kuat saya yang banyak membantu selama kampanye ketika saya menjadi kandidat pada pemilihan umum lalu. Dia adalah teman yang sangat baik. Saya terkejut dan sedih ketika mendapat kabar kematiannya. Dia baru saja pindah ke Selangor," katanya saat ditemui di Departemen Forensik HTAR.
Megat, yang juga seorang anggota dewan eksekutif mengatakan bahwa pemerintah negara bagian juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Sharipuddin dan siap untuk memberikan bantuan apa pun yang diperlukan kepada keluarganya.
Sepupu Sharipuddin, Maznah Abdullah (68) mengatakan bahwa dia terakhir kali bertemu dengan almarhum sekitar lima bulan yang lalu ketika dia kembali untuk merayakan Idulfitri bersama keluarganya di Kampung Rani Estate.
Maznah mengatakan bahwa Sharipuddin adalah seorang pekerja keras yang memiliki dua orang anak, yaitu Muhammad Sharul dan Nur Izzara Arissya.
"Kami sekeluarga mendapat kabar duka ini sekitar pukul 8 malam pada hari kejadian. Hati saya terus terasa sakit, dia sangat dekat dengan keluarga," katanya.
Selain Sharipuddin, tujuh orang lainnya yang berada di pesawat itu juga tewas. Tak hanya mereka, seorang pengendara mobil dan satu pemotor di jalanan tersebut juga meninggal dunia.
Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit Tengku Ampuan Rahimah untuk proses identifikasi.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan Malaysia menyatakan pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat. Mereka juga meminta semua jet Beechcraft Model 390 untuk diselidiki.