Kenapa Zelensky Semringah NATO Bakal Beri Ukraina Jet Tempur F-16?
CNN Indonesia
Selasa, 22 Agu 2023 11:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Volodymyr Zelensky saat menjajal kokpit jet tempur F-16. (Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS)
Pengamat menilai Amerika Serikat takut pengiriman jet itu akan memicu eskalasi dengan Rusia.
Lalu, saat konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO, sekretaris jenderal aliansi ini Jens Stoltenberg menyatakan anggota memberi isyarat setuju untuk mengirim jet tempur.
Bagi Ukraina F-16 merupakan alat utama sistem pertahanan yang penting.
"Untuk bagaimana mereka awalnya merencanakan serangan balasan dan juga untuk keamanan jangka panjang bagi Ukraina," kata profesor hubungan internasional dari University College London, Julie Norman, seperti dikutip dari TIME.
Mereka tak cukup memiliki jet tempur modern, yang setidaknya sebanding dengan Rusia.
Ukraina hanya memiliki jet tempur yang dirancang era 1970-an, seperti MiG-29. Rusia, sementara itu memiliki pesawat yang lebih modern, mampu terbang lebih tinggi, dan mendeteksi pesawat dari jauh.
Kondisi semacam itu membuat pesawat Ukraina rentan terhadap pertahanan udara Rusia, terutama di ketinggian.
"Jet Rusia bisa melihat 2-3 kali lebih jauh dari radar daripada pesawat tempur kami. Pejuang kita tak bisa melihat," kata juru bicara komando Angkatan Udara Ukraina, Yurii Inhat, dikutip Wall Street Journal.
Pesawat Ukraina juga lebih sulit untuk bermanuver dan lebih lambat dibanding pesawat Rusia.
Profesor studi perang dari King's College London, Michael Clarke, menilai dalam pertempuran udara ke udara, siapa pun yang menembak lebih dulu kemungkinan akan menang.
"Saat sebuah pesawat Ukraina melawan pesawat Rusia, ketika pesawat ke pesawat, pada saat ini mereka biasanya kalah," ujar Clarke.
(isa/bac)
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Volodymyr Zelensky terlihat girang usai sejumlah negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara resmi mengumumkan akan memberikan jet tempur F-16 untuk Ukraina.
Anggota NATO seperti Denmark dan Belanda menyampaikan pengumuman itu usai mendapat restu dari Amerika Serikat.
Denmark akan mengirim 19 unit jet tempur. Dari jumlah ini, enam di antaranya akan dikirim akhir 2023, delapan pada 2024, dan lima pada 2025. Sementara itu, Belanda tak merinci jumlah jet yang akan dikirim ke Ukraina.
Terlepas dari soal jumlah, mengapa Zelensky girang bakal menerima jet tempur F-16?
Zelensky mengatakan jet tersebut akan membantu pasukan Ukraina melawan Rusia.
"F-16 tentunya akan memberikan energi, kepercayaan diri, dan motivasi baru bagi para tentara dan warga sipil," kata Zelensky seperti dikutip dari Associated Press, Senin (21/8).
Ia kemudian berujar, "Saya yakin ini akan memberikan hasil baru untuk Ukraina dan seluruh Eropa."
Kegembiraan Zelenky juga tercermin saat bertemu Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan meninjau F-16 di pangkalan udara Eindhoven.
Rona bahagia Zelensky tak hilang usai dia melanjutkan perjalanan ke Denmark untuk bertemu Perdana Menteri Mette Frederiksen. Di Denmark, mereka mengunjungi pangkalan udara Skrydstrup dan meninjau F-16.
Sebetulnya, sudah lama Zelensky meminta negara-negara Barat agar mengirimkan jet tempur itu. Mereka sempat pikir-pikir untuk memasok jet tersebut atau tidak.
Volodymyr Zelensky saat menjajal kokpit jet tempur F-16. (Ritzau Scanpix/Mads Claus Rasmussen via REUTERS)
Pengamat menilai Amerika Serikat takut pengiriman jet itu akan memicu eskalasi dengan Rusia.
Lalu, saat konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO, sekretaris jenderal aliansi ini Jens Stoltenberg menyatakan anggota memberi isyarat setuju untuk mengirim jet tempur.
Bagi Ukraina F-16 merupakan alat utama sistem pertahanan yang penting.
"Untuk bagaimana mereka awalnya merencanakan serangan balasan dan juga untuk keamanan jangka panjang bagi Ukraina," kata profesor hubungan internasional dari University College London, Julie Norman, seperti dikutip dari TIME.
Mereka tak cukup memiliki jet tempur modern, yang setidaknya sebanding dengan Rusia.
Ukraina hanya memiliki jet tempur yang dirancang era 1970-an, seperti MiG-29. Rusia, sementara itu memiliki pesawat yang lebih modern, mampu terbang lebih tinggi, dan mendeteksi pesawat dari jauh.
Kondisi semacam itu membuat pesawat Ukraina rentan terhadap pertahanan udara Rusia, terutama di ketinggian.
"Jet Rusia bisa melihat 2-3 kali lebih jauh dari radar daripada pesawat tempur kami. Pejuang kita tak bisa melihat," kata juru bicara komando Angkatan Udara Ukraina, Yurii Inhat, dikutip Wall Street Journal.
Pesawat Ukraina juga lebih sulit untuk bermanuver dan lebih lambat dibanding pesawat Rusia.
Profesor studi perang dari King's College London, Michael Clarke, menilai dalam pertempuran udara ke udara, siapa pun yang menembak lebih dulu kemungkinan akan menang.
"Saat sebuah pesawat Ukraina melawan pesawat Rusia, ketika pesawat ke pesawat, pada saat ini mereka biasanya kalah," ujar Clarke.