Geger penemuan alien di Meksiko. (REUTERS/HENRY ROMERO
Jakarta, CNN Indonesia --
Kongres di Meksiko pada Selasa (12/9) bikin heboh karena memamerkan jasad yang diklaim sebagai makhluk luar angkasa atau alien.
Seorang jurnalis Meksiko, Jaimme Maussan, melaporkan bahwa kedua makhluk kecil itu diletakkan dalam kotak kecil dengan rupa tiga jari panjang di masing-masing tangan dan kepala memanjang, dikutip dari Reuters.
Dahulu, kalimat "Kita Tidak Sendiri di Alam Semesta" menjadi peringatan yang konyol dan tidak masuk akal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, negara-negara di dunia berbondong-bondong untuk menciptakan teknologi canggih yang mampu mendeteksi kehidupan di luar angkasa.
Mereka juga berusaha menemukan potensi untuk memindahkan kehidupan manusia ke luar bumi. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela membayar milyaran rupiah untuk mendaftarkan diri agar bisa tinggal di planet lain.
Berikut negara-negara yang pernah dihebohkan oleh kehidupan luar angkasa dan penemuannya.
Amerika merupakan salah satu negara di dunia yang banyak meneliti dan menciptakan teknologi terkait luar angkasa sejak Tahun 1950-an dengan membentuk NASA.
NASA merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk program ilmiah dan teknologi di bidang aeronautika serta antariksa. NASA terus mencari bukti nyata dunia yang berpotensi dihuni atau berpenghuni.
Dikutip dari portal NASA, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA atau Teleskop Survei Inframerah Wide-Field, dapat membidik pantulan cahaya planet jauh untuk melacak tanda-tanda oksigen, uap air, atau isyarat lainnya tentang kemungkinan adanya kehidupan.
NASA melakukan misi penjelajahan Mars di dasar Kawah Jezere pada Tahun 2021 dan menemukan beberapa hal menarik. Para astronot NASA menemukan lebih dari 1000 batu kerikil dari sisa danau dangkal, terkandung bahan kimia yang tepat untuk mikroba tumbuh, terdapat molekul organik penyusun kehidupan, metana yang berasal dari makhluk hidup. dan radiasi tingkat tinggi karena sinar kosmik galaksi.
Pada Tahun 2017, NASA juga menemukan tujuh planet serupa bumi di tata surya yang mengorbit sebuah bintang dan berjarak 40 Tahun cahaya. Para ilmuwan menemukan bahwa tiga dari planet ini dilapisi oleh air yang termasuk dalam zona layak huni.
"Ini pertama kalinya begitu banyak planet semacam ini ditemukan di sekitar bintang yang sama," kata Michaël Gillon, penulis utama makalah Nature yang mengumumkan penemuan tersebut, dikutip dari Vox News.
Selain penemuan benda luar angkasa dari penjelajahan astronot, Amerika seringkali dihebohkan dengan laporan tanda-tanda kedatangan alien dan UFO. Dilansir dari ABC News, terdapat lebih dari 400 laporan dari pasukan militer tentang kemungkinan pertemuan dengan UFO.
Seorang pasukan angkatan udara bahkan menyatakan cukup yakin akan adanya alien dengan tersebarnya video penampakan piramida terbang.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
2. China
China mendapatkan sinyal aneh yang diduga berasal dari alien sejak Tahun 2020. Dilansir dari Space News, berita tersebut berasal dari observasi yang dilakukan "Sky Eye" China, Teleskop Radio Bola Apertur Lima ratus meter (FAST), yang terletak di barat daya provinsi Guizhou.
Pada bulan September 2020, Sky Eye secara resmi meluncurkan pencarian kehidupan di luar negeri. Berdasarkan pencarian tersebut, ditemukan dua sinyal aneh yang berhasil ditangkap oleh radar. Sky Eve milik Cina ini sangat sensitif menangkap gelombang rendah radio untuk mendeteksi kehidupan alien.
Setelah dilakukan beberapa kali penyelidikan, sinyal tersebut kemungkinan merupakan produk interferensi radio.
Rumor tentang ditemukannya kehidupan luar negeri juga sempat menghebohkan sosial media China. Akun Twitter Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) pada Tahun 2021 mengunggah cuitan konfirmasi kehidupan cerdas di luar angkasa.
Dikutip dari Slashgear, akun ini kemungkinan dibajak dan pernyataan tersebut bukan berasal dari pihak resmi.
3. Rusia
Rusia sempat dihebohkan dengan viralnya video penemuan jasad alien di wilayah Irkutsk, Siberia. Dikutip dari CBS News, dalam video terlihat dua pria Rusia menemukan alien yang mati di dekat tunggul pohon di lapangan bersalju.
Alien yang ditemukan memiliki tinggi dua atau tiga kaki, kepala besar, anggota tubuh yang panjang serta kurus. Video ini berhasil menarik perhatian jutaan orang.
Masyarakat pun penasaran dan menganalisa keaslian video. Ditemukan bahwa video tersebut palsu dan sengaja dibuat.
Makhluk luar angkasa lain juga pernah ditemukan oleh masyarakat Rusia. Penemuan kali ini secara resmi dilakukan oleh kosmonot Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Alien yang ditemukan bukan dalam bentuk makhluk serupa manusia berwarna abu-abu, tetapi makhluk berskala mikroskopik, dilansir dariNZHE News.
Ditemukan bakteri kecil yang bukan berasal dari bumi.
"Sekarang kami telah menemukan bakteri yang hidup di sana selama tiga tahun di lingkungan luar angkasa, yang ruang hampa dan suhunya berkisar antara minus 150 hingga plus 150, dan tetap hidup," kata Anton Shkaplerov, kosmonot Rusia.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kongres di Meksiko pada Selasa (12/9) bikin heboh karena memamerkan jasad yang diklaim sebagai makhluk luar angkasa atau alien.
Seorang jurnalis Meksiko, Jaimme Maussan, melaporkan bahwa kedua makhluk kecil itu diletakkan dalam kotak kecil dengan rupa tiga jari panjang di masing-masing tangan dan kepala memanjang, dikutip dari Reuters.
Dahulu, kalimat "Kita Tidak Sendiri di Alam Semesta" menjadi peringatan yang konyol dan tidak masuk akal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, negara-negara di dunia berbondong-bondong untuk menciptakan teknologi canggih yang mampu mendeteksi kehidupan di luar angkasa.
Mereka juga berusaha menemukan potensi untuk memindahkan kehidupan manusia ke luar bumi. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela membayar milyaran rupiah untuk mendaftarkan diri agar bisa tinggal di planet lain.
Berikut negara-negara yang pernah dihebohkan oleh kehidupan luar angkasa dan penemuannya.
Amerika merupakan salah satu negara di dunia yang banyak meneliti dan menciptakan teknologi terkait luar angkasa sejak Tahun 1950-an dengan membentuk NASA.
NASA merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk program ilmiah dan teknologi di bidang aeronautika serta antariksa. NASA terus mencari bukti nyata dunia yang berpotensi dihuni atau berpenghuni.
Dikutip dari portal NASA, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA atau Teleskop Survei Inframerah Wide-Field, dapat membidik pantulan cahaya planet jauh untuk melacak tanda-tanda oksigen, uap air, atau isyarat lainnya tentang kemungkinan adanya kehidupan.
NASA melakukan misi penjelajahan Mars di dasar Kawah Jezere pada Tahun 2021 dan menemukan beberapa hal menarik. Para astronot NASA menemukan lebih dari 1000 batu kerikil dari sisa danau dangkal, terkandung bahan kimia yang tepat untuk mikroba tumbuh, terdapat molekul organik penyusun kehidupan, metana yang berasal dari makhluk hidup. dan radiasi tingkat tinggi karena sinar kosmik galaksi.
Pada Tahun 2017, NASA juga menemukan tujuh planet serupa bumi di tata surya yang mengorbit sebuah bintang dan berjarak 40 Tahun cahaya. Para ilmuwan menemukan bahwa tiga dari planet ini dilapisi oleh air yang termasuk dalam zona layak huni.
"Ini pertama kalinya begitu banyak planet semacam ini ditemukan di sekitar bintang yang sama," kata Michaël Gillon, penulis utama makalah Nature yang mengumumkan penemuan tersebut, dikutip dari Vox News.
Selain penemuan benda luar angkasa dari penjelajahan astronot, Amerika seringkali dihebohkan dengan laporan tanda-tanda kedatangan alien dan UFO. Dilansir dari ABC News, terdapat lebih dari 400 laporan dari pasukan militer tentang kemungkinan pertemuan dengan UFO.
Seorang pasukan angkatan udara bahkan menyatakan cukup yakin akan adanya alien dengan tersebarnya video penampakan piramida terbang.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
3 Negara yang Heboh soal Rumor Alien
Jasad yang diklaim sebagai alien. (REUTERS/HENRY ROMERO)
2. China
China mendapatkan sinyal aneh yang diduga berasal dari alien sejak Tahun 2020. Dilansir dari Space News, berita tersebut berasal dari observasi yang dilakukan "Sky Eye" China, Teleskop Radio Bola Apertur Lima ratus meter (FAST), yang terletak di barat daya provinsi Guizhou.
Pada bulan September 2020, Sky Eye secara resmi meluncurkan pencarian kehidupan di luar negeri. Berdasarkan pencarian tersebut, ditemukan dua sinyal aneh yang berhasil ditangkap oleh radar. Sky Eve milik Cina ini sangat sensitif menangkap gelombang rendah radio untuk mendeteksi kehidupan alien.
Setelah dilakukan beberapa kali penyelidikan, sinyal tersebut kemungkinan merupakan produk interferensi radio.
Rumor tentang ditemukannya kehidupan luar negeri juga sempat menghebohkan sosial media China. Akun Twitter Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) pada Tahun 2021 mengunggah cuitan konfirmasi kehidupan cerdas di luar angkasa.
Dikutip dari Slashgear, akun ini kemungkinan dibajak dan pernyataan tersebut bukan berasal dari pihak resmi.
3. Rusia
Rusia sempat dihebohkan dengan viralnya video penemuan jasad alien di wilayah Irkutsk, Siberia. Dikutip dari CBS News, dalam video terlihat dua pria Rusia menemukan alien yang mati di dekat tunggul pohon di lapangan bersalju.
Alien yang ditemukan memiliki tinggi dua atau tiga kaki, kepala besar, anggota tubuh yang panjang serta kurus. Video ini berhasil menarik perhatian jutaan orang.
Masyarakat pun penasaran dan menganalisa keaslian video. Ditemukan bahwa video tersebut palsu dan sengaja dibuat.
Makhluk luar angkasa lain juga pernah ditemukan oleh masyarakat Rusia. Penemuan kali ini secara resmi dilakukan oleh kosmonot Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Alien yang ditemukan bukan dalam bentuk makhluk serupa manusia berwarna abu-abu, tetapi makhluk berskala mikroskopik, dilansir dariNZHE News.
Ditemukan bakteri kecil yang bukan berasal dari bumi.
"Sekarang kami telah menemukan bakteri yang hidup di sana selama tiga tahun di lingkungan luar angkasa, yang ruang hampa dan suhunya berkisar antara minus 150 hingga plus 150, dan tetap hidup," kata Anton Shkaplerov, kosmonot Rusia.