"Para pemimpin Eropa datang ke kawasan ini dengan membawa dua pesan. Pertama, mereka ingin menyatakan dukungan ekstrim kepada Israel, dukungan tanpa batas apapun yang dilakukan Israel," kata Abdel Hamid Siyam, profesor ilmu politik dan Studi Timur Tengah di Universitas Rutgers, dikutip dari Al Jazeera.
Israel mulai mengevakuasi warganya yang berada beberapa mil jauhnya dari daerah perbatasan Jalur Gaza. Total pemerintah Israel menargetkan 60.000 penduduk untuk segera dievakuasi.
Dalam beberapa hari, Israel berhasil menargetkan dan membunuh pemimpin-pemimpin Hamas, baik yang sedang bertugas di markas maupun yang sedang berada di kediaman mereka.
Berikut daftar komandan Hamas yang tewas dibunuh pasukan Israel.
Ayman Nofal
Pasukan Israel berhasil membunuh komandan tertinggi Hamas, Ayman Nofal, yang sedang bertugas di kamp pengungsi Bureij, Gaza.
Kematian Nofal dikonfirmasi langsung oleh kelompok sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz el-Deen Al-Qassam, akibat serangan udara Israel pada Selasa (17/10).
"Ayman Nofal, 'Abu Ahmad', seorang anggota dewan umum militer dan komandan komando pusat Brigade Al-Qassam, tewas", ungkap Hamas, dikutip dari WION.
Nofal sendiri merupakan tokoh yang berpengaruh di Hamas dalam pembuatan senjata dan mengarahkan roket yang ditembakkan ke Israel. Nofal juga pernah menjadi kepala intelijen Hamas.
Billal al-Qedra
Salah satu komandan Hamas yang juga berhasil dibunuh oleh IDF adalah Billal al-Qedra. Juru bicara IDF, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengungkapkan bahwa Billal yang diduga memimpin serangan terhadap Kibbutz atau pemukiman Nirim di dekat perbatasan Israel, telah tewas atas serangan Israel, dikutip dari CNN.
"Ini hanya untuk mencontohkan bahwa kami memiliki intelijen untuk memusnahkan kepemimpinan Hamas sampai ke pihak-pihak peneror yang melanggar, menembus, dan membantai bayi di kamar tidur mereka. Jadi, operasi sedang berlangsung," kata Lerner.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Muetaz Eid
Dalam serbuan balasan ke Gaza, Israel menargetkan 250 titik serangan untuk melumpuhkan Hamas. Selain itu, Israel juga menyerang lebih dari 100 sasaran militer yang berlokasi di Zaytun, Khan Yunis, dan Jabaliya barat.
Tujuan dari Israel adalah melumpuhkan Hamas dengan menyerbu pusat komando operasional, kompleks militer, lusinan peluncur, pos peluncuran rudal anti-tank, dan pos pengamatan, dikutip dari New York Post.
Aksi Israel ini akhirnya kembali berhasil menggugurkan komandan Hamas, Muetaz Eid. Intelijen IDF dan Badan Keamanan Israel (ISS) mendeteksi keberadaan Eid di distrik selatan.
IDF mengklaim berhasil membunuh komandan Hamas, Merad Abu Merad, saat menyerang Gaza pada pekan lalu.
Merad terbunuh atas serangan jet tempur Israel menyasar markas operasional Hamas.
"Selama serangan itu, jet tempur IDF membunuh Merad Abu Merad, yang merupakan kepala Sistem Udara Hamas di Kota Gaza dan sebagian besar bertanggung jawab mengarahkan teroris selama pembantaian pada hari Sabtu," kata IDF, dikutip CNN.
Merad sendiri dikenal memimpin serbuan Hamas ke Israel yang terjadi sejak Sabtu (7/10).
Jawad Abu Shamala adalah menteri ekonomi Hamas yang selama ini pendanaan aktivitas Hamas, baik didalam maupun diluar Gaza.
Gugurnya Jawad terjadi setelah Israel dalam beberapa hari menggempur bank-bank utama Hamas. Israel juga meluncurkan serangan udaranya yang menargetkan lokasi strategis pemimpin Hamas.
Zakaria Abu Maamar
Zakarian Abu Maamar sebagai biro politik Hamas gugur bersama dengan Jawad dalam serangan udara Israel.
Dikutip dari Reuter, putri dari Maamar terlihat menangis di pemakaman ayahnya yang dibunuh di Khan Younis, selatan Jalur Gaza.
Korban tewas pemimpin Hamas diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan invasi IDF di Gaza yang kian intens.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) semakin gencar menunjukkan aksi balas dendamnya dalam sumpah menggempur habis kelompok militan Hamas.
Para pemimpin negara-negara Eropa juga mulai berdatangan ke Israel untuk menunjukkan rasa simpati dan dukungan mereka.
"Para pemimpin Eropa datang ke kawasan ini dengan membawa dua pesan. Pertama, mereka ingin menyatakan dukungan ekstrim kepada Israel, dukungan tanpa batas apapun yang dilakukan Israel," kata Abdel Hamid Siyam, profesor ilmu politik dan Studi Timur Tengah di Universitas Rutgers, dikutip dari Al Jazeera.
Israel mulai mengevakuasi warganya yang berada beberapa mil jauhnya dari daerah perbatasan Jalur Gaza. Total pemerintah Israel menargetkan 60.000 penduduk untuk segera dievakuasi.
Dalam beberapa hari, Israel berhasil menargetkan dan membunuh pemimpin-pemimpin Hamas, baik yang sedang bertugas di markas maupun yang sedang berada di kediaman mereka.
Berikut daftar komandan Hamas yang tewas dibunuh pasukan Israel.
Ayman Nofal
Pasukan Israel berhasil membunuh komandan tertinggi Hamas, Ayman Nofal, yang sedang bertugas di kamp pengungsi Bureij, Gaza.
Kematian Nofal dikonfirmasi langsung oleh kelompok sayap bersenjata Hamas, Brigade Izz el-Deen Al-Qassam, akibat serangan udara Israel pada Selasa (17/10).
"Ayman Nofal, 'Abu Ahmad', seorang anggota dewan umum militer dan komandan komando pusat Brigade Al-Qassam, tewas", ungkap Hamas, dikutip dari WION.
Nofal sendiri merupakan tokoh yang berpengaruh di Hamas dalam pembuatan senjata dan mengarahkan roket yang ditembakkan ke Israel. Nofal juga pernah menjadi kepala intelijen Hamas.
Billal al-Qedra
Salah satu komandan Hamas yang juga berhasil dibunuh oleh IDF adalah Billal al-Qedra. Juru bicara IDF, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengungkapkan bahwa Billal yang diduga memimpin serangan terhadap Kibbutz atau pemukiman Nirim di dekat perbatasan Israel, telah tewas atas serangan Israel, dikutip dari CNN.
"Ini hanya untuk mencontohkan bahwa kami memiliki intelijen untuk memusnahkan kepemimpinan Hamas sampai ke pihak-pihak peneror yang melanggar, menembus, dan membantai bayi di kamar tidur mereka. Jadi, operasi sedang berlangsung," kata Lerner.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Daftar Komandan Hamas yang Tewas Dibunuh Pasukan Israel
Ilustrasi. Pasukan Hamas REUTERS/AHMED ZAKOT
Muetaz Eid
Dalam serbuan balasan ke Gaza, Israel menargetkan 250 titik serangan untuk melumpuhkan Hamas. Selain itu, Israel juga menyerang lebih dari 100 sasaran militer yang berlokasi di Zaytun, Khan Yunis, dan Jabaliya barat.
Tujuan dari Israel adalah melumpuhkan Hamas dengan menyerbu pusat komando operasional, kompleks militer, lusinan peluncur, pos peluncuran rudal anti-tank, dan pos pengamatan, dikutip dari New York Post.
Aksi Israel ini akhirnya kembali berhasil menggugurkan komandan Hamas, Muetaz Eid. Intelijen IDF dan Badan Keamanan Israel (ISS) mendeteksi keberadaan Eid di distrik selatan.
IDF mengklaim berhasil membunuh komandan Hamas, Merad Abu Merad, saat menyerang Gaza pada pekan lalu.
Merad terbunuh atas serangan jet tempur Israel menyasar markas operasional Hamas.
"Selama serangan itu, jet tempur IDF membunuh Merad Abu Merad, yang merupakan kepala Sistem Udara Hamas di Kota Gaza dan sebagian besar bertanggung jawab mengarahkan teroris selama pembantaian pada hari Sabtu," kata IDF, dikutip CNN.
Merad sendiri dikenal memimpin serbuan Hamas ke Israel yang terjadi sejak Sabtu (7/10).
Jawad Abu Shamala adalah menteri ekonomi Hamas yang selama ini pendanaan aktivitas Hamas, baik didalam maupun diluar Gaza.
Gugurnya Jawad terjadi setelah Israel dalam beberapa hari menggempur bank-bank utama Hamas. Israel juga meluncurkan serangan udaranya yang menargetkan lokasi strategis pemimpin Hamas.
Zakaria Abu Maamar
Zakarian Abu Maamar sebagai biro politik Hamas gugur bersama dengan Jawad dalam serangan udara Israel.
Dikutip dari Reuter, putri dari Maamar terlihat menangis di pemakaman ayahnya yang dibunuh di Khan Younis, selatan Jalur Gaza.
Korban tewas pemimpin Hamas diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan invasi IDF di Gaza yang kian intens.