Siapa Pemimpin Oposisi di Korsel yang Tolak Status Darurat Militer?
CNN Indonesia
Rabu, 04 Des 2024 13:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae Myung yang menolak keras darurat militer. (AFP/JUNG YEON-JE)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin oposisi Partai Demokratik Lee Jae Myung merupakan pihak yang menolak keras penetapan status darurat militer di Korea Selatan.
Lee menyebut status darurat militer yang diumumkan Presiden Yoon Suk Yeol itu ilegal dan menyerukan masyarakat berkumpul di parlemen sebagai bentuk protes.
"Pemberlakuan darurat militer yang ilegal oleh Presiden Yoon Suk Yeol tidak sah. Silakan datang ke Majelis Nasional sekarang. Saya juga akan ke sana," kata Lee, dikutip AFP.
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sebelumnya mengumumkan status darurat pada Selasa (3/12) malam waktu setempat.
Beberapa jam kemudian, parlemen menggelar sidang dan sepakat menolak status darurat militer. Tak lama setelah ini, Yoon mencabut darurat militer.
Siapa sebetulnya Lee Jae Myung yang menolak darurat militer dan menyerukan warga demo?
Lee telah menjadi pusat pergolakan politik dan perlawanan. Perjalanan dia di politik juga penuh kontroversi.
Sebelum menjadi ketua umum partai, dia sempat menjadi Wali Kota Seongnam pada 2010 hingga 2018.
Pengadilan menyatakan dia bersalah karena membuat pernyataan palsu selama kampanye Pilpres 2022.
Berdasarkan hukum Korsel, dia akan kehilangan kursi legislatif dan dilarang mencalonkan diri dalam pemilu selama lima tahun.
Dia juga sedang menghadapi persidangan tamahan terkait berbagai tuduhan pidana, termasuk penyuapan dan korupsi.
Masa kecil Lee Lee lahir pada 22 Desember 1964 dan berasal dari keluarga menengah ke bawah. Saat remaja, dia sempat putus sekolah dan terpaksa bekerja di industri Seongnam dengan nama samara.
Selama menjadi buruh pabrik, Lee beberapa kali mengalami kecelakaan kerja di bagian tangan. Saat itu, dia tak punya cukup dana untuk berobat.
Cidera pada tangan itu membuat Lee mengalami cacat di bagian lengan.
Lee akhirnya meneruskan sekolah hingga masuk universitas dengan bantuan finansial dari sejumlah pihak.