Jakarta, CNN Indonesia -- Robert Francis Prevost resmi terpilih menjadi Paus Leo XIV dalam Conclave pemilihan Paus pada Kamis (8/5) malam waktu setempat.
Paus Leo XIV kemudian memimpin misa pertamanya sebagai pemimpin gereja Katolik dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosoknya tentu kini mencuri perhatian terutama bagi umat Katolik sedunia.
Berikut tujuh fakta menarik Leo XIV yang dirangkum CNN Indonesia.
1. Paus pertama dari Amerika Serikat
Robert Prevost merupakan Paus pertama berasal dari Amerika Serikat dalam 2 ribu tahun. Ia lahir di Chicago pada September 1955.
Pria berusia 69 tahun ini pernah memimpin Keuskupan Agung terbesar di Amerika Utara.
Prevost memiliki kewarganegaraan ganda yakni AS dan Peru. Ia juga menjabat di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, kawasan yang menjadi rumah bagi hampir 40 persen umat Katolik di seluruh dunia.
2. Paus ke-267
Paus Leo XIV menjadi Paus ke 267 sepanjang sejarah Kekatolikan.
Ia merupakan salah satu Kardinal yang diangkat oleh mendiang Paus Fransiskus.
3. Arti nama Paus Leo
Paus Leo XIV memilih nama Leo karena ingin meneruskan semangat progresif meneruskan Paus Fransiskus.
Asisten profesor sejarah Katolik di Pusat Studi Katolik di Universitas Durham, Liam Temple, sebelumnya mengatakan jika Paus baru ingin meneruskan kerja-kerja reformasi seperti Fransiskus, dia akan memilih nama Leo yang merujuk Leo XIII.
Selama kepausan Leo XIII, dia mendedikasikan diri kepada isu-isu keadilan sosial, tempat kerja yang aman hingga upah layak.
Pastor Katolik dan pengamat Vatikan Ed Tomlinson mengatakan nama Paus XIV punya kedekatan tersendiri dengan Paus Fransiskus dalam aspek misi progresif yang diteruskan.
"Ini sepertinya sebuah keberlanjutan liberalisasi dari Fransiskus," kata Tomlinson kepada The Independent.
4. Pernah kunjungi Papua
Paus Leo XIV pernah mengunjungi wilayah di Indonesia, Papua, sebelum menjadi pemimpin Gereja Katolik sedunia.
Saat itu, Prevost ke Papua untuk menghadiri perayaan ulang tahun pelayanan Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 2003. Di tahun tersebut, dia menjadi Pemimpin Umum atau Jenderal OSA.
Sesawi.net merilis pada Jumat (9/5) Prevost mengunjungi Keuskupan di Sorong hingga Jayapura saat di Papua. Laporan tersebut berdasarkan konfirmasi para imam dan suster Ordo Santo Agustinus di Ketapang, Kalimantan Barat, Sorong, hingga Manokwari.
"Bahkan juga sudah pernah sampai mengunjungi Papua Barat-khususnya Sorong dan Manokwari," demikian laporan situs tersebut.
Bersambung ke halaman berikutnya...
7 Fakta Menarik Sosok Paus Leo XIV
Paus Leo XIV merupakan sarjana matematika yang juga bisa bicara dalam lima bahasa. (REUTERS/Claudia Greco)
5. Sarjana matematika dan kuasai lima bahasa
Paus Leo XIV pernah mengenyam pendidikan Matematika di Universitas Villanova, Amerika Serikat pada 1977.
Kampus itu merupakan satu-satunya universitas Katolik Agustinian di AS. Prevost mendedikasikan karier klerikal awal untuk Ordo Santo Agustinus.
Prevost menerima gelar sarjana dari College of Liberal Arts and Sciences (CLAS) di Villanova University pada 1977. Di tahun yang sama, dia masuk novisiat Ordo Santo Agustinus (OSA) di Saint Louis, Chicago.
Paus Leo juga disebut menguasai lima bahasa di antaranya Portugis, Prancis, Spanyol, Latin, dan Inggris.
Saat muncul pertama di hadapan publik sebagai Paus, dia mengatakan "semoga damai menyertai Anda" dalam bahasa Italia, dan Spanyol.
6. Pernah kritik keras Trump dan Wapres JD Vance
Paus Leo XIV pernah melontarkan kritik atas pandangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan wakilnya JD Vance soal kebijakan imigrasi, sebelum ia terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik.
Pada Februari 2025, Paus Leo XIV mengunggah ulang berita dan tautan yang "menyalahkan" Vance, usai menyebut doktrin Katolik demi mendukung pembatalan bantuan luar negeri AS.
Artikel tersebut mempermasalahkan Vance yang berpendapat orang Kristen harus mencintai keluarga mereka terlebih dahulu sebelum memprioritaskan seluruh dunia.
7. Kedekatan dengan Paus Fransiskus
Paus Leo XIV punya kedekatan dan persamaan visi dengan mendiang Paus Fransiskus. Ia diangkat menjadi uskup agung pada 2023, beberapa bulan setelahnya ditahbiskan sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus.
Saat muncul perdana ke publik, Paus mengatakan gereja harus membuka diri dan menjadi jembatan di tengah situasi dunia saat ini.