Negara yang Buka Lowongan Besar Pekerja Asing buat 'Kabur Aja Dulu'

CNN Indonesia
Rabu, 09 Jul 2025 10:35 WIB
Negara yang Buka Lowongan Besar Pekerja Asing buat 'Kabur Aja Dulu'
Kanada termasuk negara yang paling ramah bagi para pekerja asing. (Wikimedia Commons/Tony Webster)

Di luar Eropa, ada Uni Emirat Arab dari Timur Tengah dan Singapura di Asia Tenggara, dua negara kecil dengan ekonomi terbuka dan gaya hidup tinggi.

Jepang juga masih tercatat sebagai negara yang terus membuka lowongan besar bagi para migran dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Australia juga mencatatkan sebagai negara yang paling besar membuka lowongan kerja di Asia-Pasifik. Persaingan perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja termasuk migran asing pun masih amat tinggi di sana, seperti dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Amerika Utara, ada Kanada yang masih membuka pintu lebar untuk para pekerja asing.

Situs Vanguard melaporkan, Kanada bahkan tercatat sebagai peringkat kedua negara yang paling 'ramah' menerima para migran asing.

Sejumlah program seperti Express Entry, the Temporary Foreign Worker Program (TFWP), dan the Global Talent Stream, memfasilitasi sponsor visa kerja untuk kandidat yang memenuhi syarat.

Lowongan terbesar di antaranya adalah di sektor kesehatan, teknologi informasi, dan sektor keuangan di negara tersebut.

(bac)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara maju dan kaya dari Eropa, Asia, Amerika, hingga Timur Tengah buka lapangan kerja untuk migran asing secara besar-besaran.

Para pencari kerja dari Indonesia pun bisa memanfaatkan peluang ini untuk bekerja atau #KaburAjaDulu di negara-negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Eropa, Jerman menjadi negara yang paling jor-joran membuka lapangan pekerjaan untuk para pekerja asing.

Jerman membuka lowongan untuk migran asing guna mengatasi krisis tenaga kerja yang diprediksi bakal semakin tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Sebuah laporan terbaru dari lembaga independen Bertelsmann Foundation mengungkapkan bahwa negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu membutuhkan ratusan ribu pekerja asing setiap tahun hingga 2040 agar tenaga kerja domestik tetap stabil.

Dalam analisisnya, Bertelsmann memperkirakan Jerman membutuhkan sebanyak 288 ribu pekerja internasional per tahun untuk mencegah penyusutan tenaga kerja nasional.

Tanpa tambahan imigran, jumlah pekerja di Jerman diprediksi akan berkurang dari 46,4 juta menjadi 41,9 juta orang pada tahun 2040.

Salah satu penyebab utama krisis tenaga kerja tersebut adalah gelombang pensiun massal dari generasi baby boomer.

"Penguatan tenaga kerja domestik memang penting, tetapi itu tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja masa depan," kata Susanne Schultz, pakar migrasi dari Bertelsmann Foundation, dikutip dari Euro News.

Model kedua dalam laporan ini bahkan menyebutkan angka yang lebih tinggi, yakni 368 ribu pekerja asing dibutuhkan tiap tahun hingga 2040.

Sadar akan kebutuhan mendesak tersebut, pemerintah Jerman mereformasi aturan imigrasi sejak 2023.

Ini termasuk memperkenalkan blue card untuk spesialis berkualifikasi dan menyederhanakan proses pengakuan ijazah luar negeri. Namun, menurut Schultz, masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu disingkirkan.

Salah satunya adalah birokrasi Jerman terkait para pekerja asing.

"Pekerja asing tidak akan datang jika tidak ada budaya yang lebih ramah dari otoritas lokal dan pelaku usaha," jelasnya.

Bukan hanya Jerman yang sangat membutuhkan para pekerja asing. Di Inggris, kebutuhan tenaga kerja imigran naik signifikan dalam satu dekade terakhir.

Lowongan kerja di Inggris untuk pelamar luar negeri meningkat dari 3,2% (2019) menjadi 4,9% (2024).

Negara lain di Eropa yang masih membutuhkan tenaga kerja asing antara lain Belanda, Swiss, Prancis, Spanyol, dan Luksemburg.

Luksemburg tercatat sebagai negara dengan persentase tertinggi pencari kerja luar negeri, yakni 77% dari total klik lowongan kerja.

Perancis dan Belanda menjadi destinasi utama bagi pekerja asing yang mengincar gaji tinggi, dengan 36% dan 35% klik diarahkan ke sektor-sektor bergaji besar selama kuartal pertama 2024.

Sebagai perbandingan, Inggris hanya mencatat 21% dan Spanyol 17% di sektor serupa.

Lowongan kerja di negara luar Eropa...

UEA hingga Kanada

Kanada termasuk negara yang paling ramah bagi para pekerja asing. (Wikimedia Commons/Tony Webster)

Di luar Eropa, ada Uni Emirat Arab dari Timur Tengah dan Singapura di Asia Tenggara, dua negara kecil dengan ekonomi terbuka dan gaya hidup tinggi.

Jepang juga masih tercatat sebagai negara yang terus membuka lowongan besar bagi para migran dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Australia juga mencatatkan sebagai negara yang paling besar membuka lowongan kerja di Asia-Pasifik. Persaingan perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja termasuk migran asing pun masih amat tinggi di sana, seperti dikutip dari Reuters.

Di Amerika Utara, ada Kanada yang masih membuka pintu lebar untuk para pekerja asing.

Situs Vanguard melaporkan, Kanada bahkan tercatat sebagai peringkat kedua negara yang paling 'ramah' menerima para migran asing.

Sejumlah program seperti Express Entry, the Temporary Foreign Worker Program (TFWP), dan the Global Talent Stream, memfasilitasi sponsor visa kerja untuk kandidat yang memenuhi syarat.

Lowongan terbesar di antaranya adalah di sektor kesehatan, teknologi informasi, dan sektor keuangan di negara tersebut.


HALAMAN:
1 2