Daftar Calon Rival Kuat Zohran Mamdani di New York
CNN Indonesia
Rabu, 06 Agu 2025 16:42 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Jakarta, CNN Indonesia --
Zohran Mamdani anggota Majelis Negara Bagian New York dari Partai Demokrat Sosialis, kini tengah menjadi sorotan nasional usai meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pendahuluan (primary) Wali Kota New York dari Partai Demokrat.
Dalam sebuah gebrakan politik yang tak disangka, Mamdani berhasil mengalahkan mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, sekaligus menandai pergeseran arus politik di kota terbesar Amerika Serikat itu. Namun, kemenangan dalam primary hanyalah awal dari pertarungan yang lebih besar.
Pemilihan umum Wali Kota New York yang dijadwalkan pada November 2025 diprediksi menjadi panggung sengit yang mempertemukan ideologi status quo, populisme kanan, dan progresivisme kiri dalam satu medan politik.
Mamdani kemungkinan menghadapi sejumlah rival tangguh dari berbagai spektrum politik, mulai dari tokoh independen hingga kandidat Partai Republik.
Eric Adams
Salah satu rival utama Mamdani adalah Eric Adams, yang kini mencalonkan diri kembali sebagai kandidat independen setelah meninggalkan Partai Demokrat.
Adams membawa kampanye berjudul "Safe Streets, Affordable City" yang menekankan keamanan dan keterjangkauan hidup.
Sebagai kepala pemerintahan kota dengan anggaran sebesar USD 115 miliar dan lebih dari 330.000 pegawai, Adams masih memiliki jaringan kuat, terutama di kalangan pemilih kulit hitam di pinggiran kota.
Ia juga mendapat dukungan dari para miliarder seperti Bill Ackman serta kelompok bisnis besar.
Namun, Adams menghadapi tantangan serius berupa survei elektabilitas yang rendah, ketergantungan pada donasi swasta akibat tak mendapatkan dana kampanye publik, serta reputasi yang tercoreng karena hubungan dekatnya dengan Donald Trump, termasuk kasus korupsi yang sempat menyeret namanya, meskipun akhirnya dibatalkan oleh Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump.
Selain Adams, Andrew Cuomo juga memutuskan tetap maju dalam kontestasi sebagai kandidat independen lewat jalur "Fight and Deliver," meski kalah dalam primary Demokrat.
Cuomo, yang pernah menjabat sebagai Gubernur New York selama lebih dari satu dekade, membawa rekam jejak pembangunan infrastruktur seperti proyek Second Avenue Subway.
Ia tetap memiliki basis dukungan, termasuk dari sebagian pemilih kulit hitam yang mengingatnya sebagai pemimpin berpengalaman.
Namun, bayang-bayang skandal pelecehan seksual serta kontroversi penanganan pandemi COVID-19 di panti jompo menjadi beban besar bagi kredibilitas politiknya.
Banyak pendukung lama Cuomo kini beralih ke Mamdani atau kandidat lainnya, membuat perjalanannya menuju Balai Kota menjadi semakin terjal.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Curtis Sliwa
Di sisi lain spektrum politik, Curtis Sliwa, pendiri kelompok vigilante Guardian Angels, kembali mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Republik.
Sliwa dikenal luas sebagai tokoh publik yang vokal soal isu kriminalitas dan pro-polisi. Ia mendapat dukungan penuh dari lima partai Republik di New York City.
Meski demikian, peluangnya untuk menang tergolong kecil karena Partai Republik merupakan minoritas besar di kota yang mayoritas penduduknya adalah Demokrat, rasio pemilih diperkirakan mencapai 7:1.
Bahkan Donald Trump, yang biasanya menjadi pendukung tokoh konservatif, justru lebih mendukung Adams ketimbang Sliwa.
Meski menghadapi tekanan untuk mundur dan memberikan jalan bagi kandidat lain yang lebih kompetitif, Sliwa tetap bersikeras melanjutkan kampanyenya.
Jim Walden
Satu nama lain yang mulai mencuri perhatian adalah Jim Walden, seorang pengacara sekaligus mantan jaksa federal.
Walden tampil sebagai kandidat independen dengan pendekatan teknokratik, antikorupsi, dan solusi praktis yang mengingatkan pada gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Michael Bloomberg.
Ia didukung oleh mantan Jaksa Manhattan, Cy Vance Jr., dan dikenal berpengalaman dalam menangani kasus mafia serta korupsi sistemik.
Meski begitu, Walden masih tergolong sebagai outsider dalam politik New York dan mengalami kesulitan untuk meningkatkan popularitasnya di tengah dominasi kandidat-kandidat besar.
Walden telah menyerukan agar semua kandidat non-Mamdani bersatu demi menggagalkan kemenangan politisi sayap kiri itu.
Di tengah lingkungan pertarungan ideologis ini, Zohran Mamdani berdiri dengan dukungan luas dari koalisi akar rumput.
Ia berhasil menarik simpati pemilih muda, komunitas Muslim, Asia, Latino, serta mendapat endorsement dari tokoh-tokoh berpengaruh seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan berbagai serikat buruh.
Meski begitu, jalan menuju kemenangan tidak akan mudah.
Mamdani menghadapi tekanan besar dari kelompok bisnis yang merasa terancam oleh agenda sosialisnya, serta kritik dari komunitas Yahudi atas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina.
Selain itu, lawan-lawannya sering menyerangnya dalam isu keamanan dan hubungan dengan aparat kepolisian.
Pemilihan Wali Kota New York tahun ini lebih dari sekadar pemilu kepala daerah, ini adalah refleksi pertarungan arah politik Amerika di masa depan.
Antara suara-suara perubahan progresif, upaya mempertahankan status quo, dan kebangkitan konservatisme, November akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin kota yang dianggap sebagai jantung politik dan ekonomi Amerika Serikat.
Jakarta, CNN Indonesia --
Zohran Mamdani anggota Majelis Negara Bagian New York dari Partai Demokrat Sosialis, kini tengah menjadi sorotan nasional usai meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pendahuluan (primary) Wali Kota New York dari Partai Demokrat.
Dalam sebuah gebrakan politik yang tak disangka, Mamdani berhasil mengalahkan mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, sekaligus menandai pergeseran arus politik di kota terbesar Amerika Serikat itu. Namun, kemenangan dalam primary hanyalah awal dari pertarungan yang lebih besar.
Pemilihan umum Wali Kota New York yang dijadwalkan pada November 2025 diprediksi menjadi panggung sengit yang mempertemukan ideologi status quo, populisme kanan, dan progresivisme kiri dalam satu medan politik.
Mamdani kemungkinan menghadapi sejumlah rival tangguh dari berbagai spektrum politik, mulai dari tokoh independen hingga kandidat Partai Republik.
Eric Adams
Salah satu rival utama Mamdani adalah Eric Adams, yang kini mencalonkan diri kembali sebagai kandidat independen setelah meninggalkan Partai Demokrat.
Adams membawa kampanye berjudul "Safe Streets, Affordable City" yang menekankan keamanan dan keterjangkauan hidup.
Sebagai kepala pemerintahan kota dengan anggaran sebesar USD 115 miliar dan lebih dari 330.000 pegawai, Adams masih memiliki jaringan kuat, terutama di kalangan pemilih kulit hitam di pinggiran kota.
Ia juga mendapat dukungan dari para miliarder seperti Bill Ackman serta kelompok bisnis besar.
Namun, Adams menghadapi tantangan serius berupa survei elektabilitas yang rendah, ketergantungan pada donasi swasta akibat tak mendapatkan dana kampanye publik, serta reputasi yang tercoreng karena hubungan dekatnya dengan Donald Trump, termasuk kasus korupsi yang sempat menyeret namanya, meskipun akhirnya dibatalkan oleh Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Trump.
Selain Adams, Andrew Cuomo juga memutuskan tetap maju dalam kontestasi sebagai kandidat independen lewat jalur "Fight and Deliver," meski kalah dalam primary Demokrat.
Cuomo, yang pernah menjabat sebagai Gubernur New York selama lebih dari satu dekade, membawa rekam jejak pembangunan infrastruktur seperti proyek Second Avenue Subway.
Ia tetap memiliki basis dukungan, termasuk dari sebagian pemilih kulit hitam yang mengingatnya sebagai pemimpin berpengalaman.
Namun, bayang-bayang skandal pelecehan seksual serta kontroversi penanganan pandemi COVID-19 di panti jompo menjadi beban besar bagi kredibilitas politiknya.
Banyak pendukung lama Cuomo kini beralih ke Mamdani atau kandidat lainnya, membuat perjalanannya menuju Balai Kota menjadi semakin terjal.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Siapa Saja Pesaing Kuat Zohran Mamdani di Pemilihan Walkot New York?
Kandidat calon Wali Kota New York Curtis Sliwa. (Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)
Curtis Sliwa
Di sisi lain spektrum politik, Curtis Sliwa, pendiri kelompok vigilante Guardian Angels, kembali mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Republik.
Sliwa dikenal luas sebagai tokoh publik yang vokal soal isu kriminalitas dan pro-polisi. Ia mendapat dukungan penuh dari lima partai Republik di New York City.
Meski demikian, peluangnya untuk menang tergolong kecil karena Partai Republik merupakan minoritas besar di kota yang mayoritas penduduknya adalah Demokrat, rasio pemilih diperkirakan mencapai 7:1.
Bahkan Donald Trump, yang biasanya menjadi pendukung tokoh konservatif, justru lebih mendukung Adams ketimbang Sliwa.
Meski menghadapi tekanan untuk mundur dan memberikan jalan bagi kandidat lain yang lebih kompetitif, Sliwa tetap bersikeras melanjutkan kampanyenya.
Jim Walden
Satu nama lain yang mulai mencuri perhatian adalah Jim Walden, seorang pengacara sekaligus mantan jaksa federal.
Walden tampil sebagai kandidat independen dengan pendekatan teknokratik, antikorupsi, dan solusi praktis yang mengingatkan pada gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Michael Bloomberg.
Ia didukung oleh mantan Jaksa Manhattan, Cy Vance Jr., dan dikenal berpengalaman dalam menangani kasus mafia serta korupsi sistemik.
Meski begitu, Walden masih tergolong sebagai outsider dalam politik New York dan mengalami kesulitan untuk meningkatkan popularitasnya di tengah dominasi kandidat-kandidat besar.
Walden telah menyerukan agar semua kandidat non-Mamdani bersatu demi menggagalkan kemenangan politisi sayap kiri itu.
Di tengah lingkungan pertarungan ideologis ini, Zohran Mamdani berdiri dengan dukungan luas dari koalisi akar rumput.
Ia berhasil menarik simpati pemilih muda, komunitas Muslim, Asia, Latino, serta mendapat endorsement dari tokoh-tokoh berpengaruh seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan berbagai serikat buruh.
Meski begitu, jalan menuju kemenangan tidak akan mudah.
Mamdani menghadapi tekanan besar dari kelompok bisnis yang merasa terancam oleh agenda sosialisnya, serta kritik dari komunitas Yahudi atas sikapnya terhadap konflik Israel-Palestina.
Selain itu, lawan-lawannya sering menyerangnya dalam isu keamanan dan hubungan dengan aparat kepolisian.
Pemilihan Wali Kota New York tahun ini lebih dari sekadar pemilu kepala daerah, ini adalah refleksi pertarungan arah politik Amerika di masa depan.
Antara suara-suara perubahan progresif, upaya mempertahankan status quo, dan kebangkitan konservatisme, November akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin kota yang dianggap sebagai jantung politik dan ekonomi Amerika Serikat.
Siapa Saja Pesaing Kuat Zohran Mamdani di Pemilihan Walkot New York? BACA HALAMAN BERIKUTNYA