Hakim di China Sarankan Pasangan Makan 29 Ekor Ayam di Sidang Cerai

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 05:20 WIB
Seorang hakim di China menyarankan pasangan suami-istri untuk memasak dan memakan 29 ekor ayam dalam sidang perceraian.
Ilustrasi. Seorang hakim di China menyarankan pasangan suami-istri untuk memasak dan memakan 29 ekor ayam dalam sidang perceraian. (iStockphoto/Sherman2013)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang hakim di China menyarankan pasangan suami-istri untuk memasak dan memakan 29 ekor ayam dalam sidang perceraian.

Sebanyak 29 ekor ayam itu jadi perdebatan dalam sidang perceraian suami-istri tersebut. Keduanya saling berebut kepemilikan 29 ekor ayam dalam peternakan yang dimiliki.

Melansir South China Morning Post, pendapatan pasangan yang berasal dari Sinchuan ini berasal dari peternakan. Selain rumah yang mereka bangun sendiri, mereka tidak memiliki aset besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, fokus pembagian aset antara keduanya pun beralih ke unggas.

Pasangan tersebut memelihara 53 ekor unggas, termasuk di antaranya 29 ekor ayam, 22 ekor angsa, dan 2 ekor bebek.

Angsa dan bebek dapat dibagi rata karena jumlahnya genap. Namun, pembagian ayam justru jadi sumber perselisihan.

Keduanya saling mengklaim telah menghabiskan waktu dan dana untuk membesarkan ayam-ayam tersebut.

Hakim Chen Kian kemudian menawarkan pilihan mediasi. Mereka memasak dan memakan 29 ekor ayam itu bersama-sama atau siapa pun yang mendapatkannya harus menggantinya dengan uang kepada pihak yang tidak mendapatkannya.

Akhirnya, pasangan itu sepakat untuk memasak ayam dan memakannya bersama sebelum bercerai. Sajian daging ayam itu dianggap sebagai 'makanan perpisahan'.

"Memakan ayam bersama-sama mematuhi peraturan perundang-undangan dan menghormati adat istiadat desa," ujar Chen.

Kisah perceraian itu pun viral di media sosial China. Banyak warganet yang ikut merespons perdebatan soal ayam tersebut.

"Hakim menawarkan solusi yang adit, tapi ayam yang jadi korban," ujar seorang warganet.

"Mungkin setelah berbagi sup ayam, pasangan itu berdamai dan memutuskan untuk tidak bercerai," ujar warganet yang lain.

Angka perceraian di China terus mengalami peningkatan. Lebih dari 3,6 juta pasangan mendaftarkan perceraian pada tahun 2023, meningkat signifikan dari tahun 2022.

Berdasarkan hukum China, harta yang diperoleh setelah perkawinan dianggap sebagai harta bersama. Kedua belah pihak berhak memperoleh pembagian yang sama rata.

(asr/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]