Kenapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Amat Ganas & Banyak Korban Tewas?

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Nov 2025 08:10 WIB
Kenapa Kebakaran Apartemen Hong Kong Amat Ganas & Banyak Korban Tewas?
Kebakaran Hong Kong tewaskan seratusan orang. (REUTERS/Tyrone Siu)

Api menjalar dengan cepat karena bermula dari perancah bambu di sekeliling bangunan dan lapisan jaring hijau yang menutupi blok-blok itu.

Kedua benda itu memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar ke bagian luar menara dan mencapai banyak lantai.

Sisa-sisa dari potongan yang terbakar itu berjatuhan dan membakar beberapa bangunan sekitar dalam beberapa menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambah dengan angin dan area yang terbuka akibat sedang proses renovasi, sehingga kemungkinan besar membuat api juga semakin cepat membesar.

Polisi juga mengatakan mereka menemukan jaring dan bahan pelindung di bagian luar bangunan yang mudah terbakar, serta bahan busa polistirena di jendela.

Berapa banyak korban tewas atau hilang?

Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi korban tewas mencapai 94 orang, termasuk seorang pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho berusia 37 tahun, yang bekerja di Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin.

Ho sedang berusaha memadamkan api di lantai dasar pada pukul 15.30 waktu setempat, namun ia kehilangan kontak dengan timnya dan ditemukan pingsan di tempat kejadian.

Ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prince of Wales, namun ia dinyatakan meninggal pukul 16.41 waktu setempat.

Menurut konsulat jenderal Indonesia di Hong Kong, setidaknya dua pekerja migran Indonesia tewas dalam kebakaran dahsyat itu, dan dua lainnya terluka.

Laporan sementara mendata sekitar 76 orang dilaporkan luka-luka, termasuk 10 petugas pemadam kebakaran, dan sebanyak 279 warga belum ditemukan.

Sedikitnya, empat orang tewas di rumah sakit dan sekitar 900 orang sudah mengungsi di pusat-pusat komunitas.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]
Jakarta, CNN Indonesia --

Peristiwa kebakaran horor apartemen di lingkungan Tai Po, Hong Kong pada Rabu (26/11) pukul 14.51 waktu setempat menewaskan ratusan orang tewas dan 279 orang hilang.

Sebanyak 11 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang, dan sekitar 79 orang terluka termasuk 11 petugas pemadam kebakaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemadam kebakaran sedang berusaha menjangkau orang-orang yang terjebak di dalamnya setelah api berkobar selama lebih dari 24 jam

Pada Kamis (27/11) pagi, pejabat mengatakan mereka mengendalikan api di empat gedung, tapi petugas kebakaran masih berusaha memadamkan api pada tiga gedung lainnya selama lebih 16 jam.

Melansir situs Al Jazeera, api kebakaran di kompleks apartemen Hong Kong bermula dari perancah bambu di luar gedung. Perancah ini terbuat dari tiang-tiang bambu yang dipakai oleh para pekerja selama perbaikan.

Bahan perancah itu mudah terbakar dan setelah perancah terbakar, api dengan cepat menyebar ke seluruh struktur dan masuk ke dalam gedung, lalu menyebar ke lainnya.

Saat perbaikan, blok-blok itu juga dibungkus jaringan konstruksi hijau hingga ke atap dan ikut terbakar.

Menurut media lokal, kebakaran itu meningkat dengan cepat pada pukul 3.30 sore waktu setempat, dimana alarm kebakaran mencapai level empat. Pada pukul 6.22 sore waktu setempat, naik mencapai level lima.

Kebakaran dengan alarm level lima merupakan level kewaspadaan tertinggi dan paling mematikan dalam lebih dari 100 tahun di Hong Kong.

Peristiwa kebakaran besar terjadi di Wang Fuk Court, dalam kompleks di distrik Tai Po, Hong Kong, dimana kompleks itu dibangun pada 1983 dan terdiri dari delapan gedung tinggi sekitar 1.984 unit apartemen.

Menurut media lokal, terdapat tujuh gedung yang mengalami kebakaran dan empat di antaranya sudah berhasil dipadamkan.

Tai Po merupakan daerah pinggiran kota Hong Kong yang berbatasan dengan Tiongkok daratan, dan dihuni sekitar 300.000 penduduk.

Menurut sensus 2021, hampir 40 persen dari 4.600 orang di apartemen itu lanjut usia atau berusia 65 tahun ke atas.

Pada saat kebakaran terjadi, para korban selamat tidak mendengar alarm kebakaran, sehingga mereka mengetuk pintu satu per satu untuk memperingatkan orang-orang.

"Menekan bel pintu, mengetuk pintu, memberi tahu tetangga, menyuruh mereka pergi, begitulah situasinya," ujar salah satu korban selamat, Suen.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Bagaimana Kebakaran Api Cepat Menyebar?

Kebakaran Hong Kong tewaskan seratusan orang. (REUTERS/Tyrone Siu)

Api menjalar dengan cepat karena bermula dari perancah bambu di sekeliling bangunan dan lapisan jaring hijau yang menutupi blok-blok itu.

Kedua benda itu memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar ke bagian luar menara dan mencapai banyak lantai.

Sisa-sisa dari potongan yang terbakar itu berjatuhan dan membakar beberapa bangunan sekitar dalam beberapa menit.

Ditambah dengan angin dan area yang terbuka akibat sedang proses renovasi, sehingga kemungkinan besar membuat api juga semakin cepat membesar.

Polisi juga mengatakan mereka menemukan jaring dan bahan pelindung di bagian luar bangunan yang mudah terbakar, serta bahan busa polistirena di jendela.

Berapa banyak korban tewas atau hilang?

Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi korban tewas mencapai 94 orang, termasuk seorang pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho berusia 37 tahun, yang bekerja di Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin.

Ho sedang berusaha memadamkan api di lantai dasar pada pukul 15.30 waktu setempat, namun ia kehilangan kontak dengan timnya dan ditemukan pingsan di tempat kejadian.

Ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prince of Wales, namun ia dinyatakan meninggal pukul 16.41 waktu setempat.

Menurut konsulat jenderal Indonesia di Hong Kong, setidaknya dua pekerja migran Indonesia tewas dalam kebakaran dahsyat itu, dan dua lainnya terluka.

Laporan sementara mendata sekitar 76 orang dilaporkan luka-luka, termasuk 10 petugas pemadam kebakaran, dan sebanyak 279 warga belum ditemukan.

Sedikitnya, empat orang tewas di rumah sakit dan sekitar 900 orang sudah mengungsi di pusat-pusat komunitas.


HALAMAN:
1 2