Api menjalar dengan cepat karena bermula dari perancah bambu di sekeliling bangunan dan lapisan jaring hijau yang menutupi blok-blok itu.
Kedua benda itu memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga api cepat menjalar ke bagian luar menara dan mencapai banyak lantai.
Sisa-sisa dari potongan yang terbakar itu berjatuhan dan membakar beberapa bangunan sekitar dalam beberapa menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah dengan angin dan area yang terbuka akibat sedang proses renovasi, sehingga kemungkinan besar membuat api juga semakin cepat membesar.
Polisi juga mengatakan mereka menemukan jaring dan bahan pelindung di bagian luar bangunan yang mudah terbakar, serta bahan busa polistirena di jendela.
Berapa banyak korban tewas atau hilang?
Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi korban tewas mencapai 94 orang, termasuk seorang pemadam kebakaran bernama Ho Wai-ho berusia 37 tahun, yang bekerja di Stasiun Pemadam Kebakaran Sha Tin.
Ho sedang berusaha memadamkan api di lantai dasar pada pukul 15.30 waktu setempat, namun ia kehilangan kontak dengan timnya dan ditemukan pingsan di tempat kejadian.
Ia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Prince of Wales, namun ia dinyatakan meninggal pukul 16.41 waktu setempat.
Menurut konsulat jenderal Indonesia di Hong Kong, setidaknya dua pekerja migran Indonesia tewas dalam kebakaran dahsyat itu, dan dua lainnya terluka.
Laporan sementara mendata sekitar 76 orang dilaporkan luka-luka, termasuk 10 petugas pemadam kebakaran, dan sebanyak 279 warga belum ditemukan.
Sedikitnya, empat orang tewas di rumah sakit dan sekitar 900 orang sudah mengungsi di pusat-pusat komunitas.
(rnp/bac)