Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi menyampaikan kecaman keras atas serangan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah Venezuela.
Melansir Iran Front Page News, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial sebuah negara merdeka.
Dalam pernyataan resminya, Teheran menegaskan bahwa aksi militer Washington tersebut merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran secara tegas mengategorikan serangan AS ke Venezuela itu sebagai "tindakan agresi."
Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan seluruh negara yang berkomitmen pada supremasi hukum, perdamaian, serta keamanan internasional untuk segera mengutuk tindakan agresif tersebut tanpa penundaan.
Pernyataan itu menambahkan bahwa agresi militer AS terhadap negara anggota PBB merupakan ancaman serius bagi perdamaian regional dan global.
Konsekuensi dari serangan ini dinilai dapat berdampak pada seluruh sistem internasional dan mempercepat kehancuran tatanan dunia yang berbasis pada Piagam PBB.
Iran menekankan adanya tanggung jawab moral dan hukum bagi seluruh negara serta organisasi internasional, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk segera menghentikan agresi ilegal Amerika Serikat di Venezuela.
Selain itu, Teheran mendesak perlunya diambil langkah-langkah yang tepat untuk meminta pertanggungjawaban dari para perencana dan pelaksana "kejahatan" yang terjadi selama agresi militer tersebut berlangsung.
Kecaman dari Iran ini menambah panjang daftar penolakan internasional atas kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump di Amerika Latin, setelah sebelumnya Kuba dan Kolombia juga melayangkan protes serupa.
(wiw)