Presiden Kolombia Desak Pertemuan DK PBB Usai Venezuela Diserang AS

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Jan 2026 16:25 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro mendesak DK PBB untuk menggelar pertemuan usai AS menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mendesak DK PBB untuk menggelar pertemuan usai AS menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. (AFP/LEONARDO MUNOZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kolombia Gustavo Petro mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar pertemuan usai Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.

"Kolombia sejak kemarin menjadi anggota DK PBB. Harus ada pertemuan segera untuk menanggapi agresi terhadap Venezuela," tulis Petro di X, Sabtu (3/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini mereka sedang membombardir (ibu kota Venezuela) Caracas. Peringatan untuk seluruh dunia, mereka telah menyerang Venezuela. Mereka membombardir dengan rudal. OAS dan PBB harus segera menggelar pertemuan," tulis Petro dalam unggahan lain di X.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Serangan itu juga diluncurkan ke sejumlah negara bagian Venezuela, antara lain Miranda, Aragua, dan La Guaira.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro langsung menetapkan keadaan darurat pasca-serangan ini.

Menurut pemerintah, serangan itu telah menargetkan wilayah sipil dan militer.

Maduro telah memerintahkan Komando Pertahanan Venezuela serta badan-badan pertahanan di seluruh negara bagian untuk ikut terjun membela negara.

Ia juga mendesak seluruh masyarakat turun ke jalan guna mempertahankan kedaulatan Venezuela.

(blq/asr)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER