Ditangkap Trump, Maduro Tiba di New York dengan Kawalan Ketat

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 06:31 WIB
Pesawat yang mengangkut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di Pangkalan Udara Nasional Stewart, Kota New York pada Sabtu (3/1).
Pesawat yang mengangkut Presiden Nicolas Maduro dan istri tiba di New York usai ditangkap AS di Kota Caracas, Venezuela. (via REUTERS/ABC Affiliate WABC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat yang mengangkut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di Pangkalan Udara Nasional Stewart, Kota New York pada Sabtu (3/1) sore waktu setempat.

Maduro ditangkap pasukan militer Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump di kediamannya di Kota Caracas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maduro ditangkap beberapa saat setelah AS menyerang sejumlah titik di Kota Caracas melalui serangan udara dan serbuan pasukan darat pada Sabtu dini hari.

Maduro yang dituduh Trump sebagai dalang penyelundupan narkoba dari Venezuela ke AS, akan menjalani dakwaan di pengadilan federal Manhattan pekan depan atas tuduhan peredaran narkoba dan perdagangan senjata.

Maduro dan istrinya diseret dari kamar tidurnya dalam operasi militer berskala besar oleh pasukan AS pada dini hari di Caracas.

Kementerian Kehakiman AS membuka dakwaan baru terhadap Maduro, istri dan anak-anaknya.

"Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa di distrik selatan New York. Nicolas Maduro telah didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lainnya, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat," ujar Jaksa Agung Muda AS Pamela Bondi dalam unggahan di akun X-nya, @AGPamBondi, dikutip Sabtu malam WIB.

"Mereka akan segera menghadapi murka sepenuhnya dari hukum Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika," imbuhnya.

Pada unggahan yang sama, Bondi menyampaikan terima kasih kepada Trump yang ia nilai berani mendorong penuntutan pertanggungjawaban Maduro atas nama rakyat Amerika.

"Dan, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada militer pemberani kita yang telah melakukan misi luar biasa dan sangat sukses untuk menangkap dua terduga pengedar narkoba internasional ini," imbuhnya.

Mengutip dari AFP, dakwaan atau tuduhan terhadap Maduro sebelumnya disampaikan Pemerintah AS pada masa periode pertama kepresidenan Trump pada 2020 silam.

Dan, lewat pernyataan Bondi itu, saat ini Departemen Kehakiman AS juga mengonfirmasi bahwa Flores didakwa dengan tuduhan yang sama. Sebelumnya Flores tak pernah diungkap dakwaannya.

(bac)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER