Trump Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro, Apakah Legal?

CNN Indonesia
Minggu, 04 Jan 2026 08:00 WIB
Apakah serangan atas perintah Presiden AS Donald Trump tanpa persetujuan Kongres dianggap legal?
AS gempur Kota Caracas dan tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (AFP/JUAN BARRETO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat melakukan operasi militer menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Apakah serangan atas perintah Presiden AS Donald Trump tanpa persetujuan Kongres dianggap legal?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2 November, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles mengatakan kepada bahwa serangan darat di Venezuela memerlukan persetujuan Kongres. Wiles mengatakan jika Presiden Donald Trump "mengizinkan aktivitas di darat, maka itu perang, maka (kita butuh) Kongres."

Beberapa hari kemudian, pejabat pemerintahan Trump mengatakan hal yang sama kepada anggota Kongres, yakni mereka tidak memiliki dasar hukum untuk mendukung serangan terhadap target darat di Venezuela.

Namun, dua bulan kemudian, pemerintahan Trump melakukan apa yang sebelumnya mereka katakan tidak bisa dilakukan.

Mereka melancarkan apa yang disebut Trump sebagai "serangan besar-besaran terhadap Venezuela" dan menangkap Maduro untuk diadili. Mereka juga melancarkan upaya perubahan rezim ini tanpa persetujuan Kongres.

Pada November, Trump sendiri mengeklaim bahwa ia tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk tindakan militer di darat, tetapi jelas hal itu bukan pandangan mayoritas di dalam pemerintahan.

Pergerakan militer AS untuk saat ini tampaknya terbatas pada penggulingan Maduro. Namun, seperti yang ditekankan Trump, misi tersebut melibatkan serangan di dalam negeri, situasi yang sebelumnya diindikasikan beberapa pihak di pemerintahan memerlukan persetujuan Kongres.

Pada awal November, pemerintahan Trump sendiri diketahui mencari pendapat hukum baru dari Departemen Kehakiman untuk serangan semacam itu.

Dalam konferensi pers terbaru pada Sabtu (3/1), Trump berulang kali berbicara tidak hanya tentang menangkap Maduro, tetapi juga mengelola Venezuela dan mengambil alih minyaknya.

Komentar semacam ini jelas dapat diartikan sebagai indikasi bahwa manuver pemerintahan Trump lebih dari sekadar menangkap Maduro, dikutip dari CNN.

Serangan militer yang secara hukum dipertanyakan di negara lain bukanlah hal yang jarang terjadi dalam sejarah AS baru-baru ini. Namun, bahkan dalam konteks tersebut, serangan ini tetap menonjol.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Tak Ada Alasan yang Konsisten

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER