Pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, diklaim yang mengeksekusi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Kota Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.
CBS memberitakan, salah satu sumber dari pejabat militer AS yang tak ingin diungkap identitasnya, membenarkan informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maduro ditangkap bersama sang istri, Cilia Flores, di kediamannya sesaat setelah pasukan AS menggempur sejumlah titik di Caracas.
Delta Force merupakan pasukan elite AS yang juga pernah memburu dan mengeksekusi mati pemimpin teroris ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.
Mengutip dari El Pais, Delta Force dikenal sebagai Detasemen Pertama Operasi Pasukan Khusus Delta. Pasukan itu terbiasa melaksanakan operasi militer berisiko tinggi seperti kontra terorisme, penyelamatan sandera, penangkapan atau pembunuhan target utama musuh-musuh AS.
Mereka beroperasi di bawah kerahasiaan yang sangat ketat dan misi-misi mereka jarang sekali diketahui secara publik.
Sebelumnya, Maduro dan istri diseret dari kamar tidur di kediamannya oleh sejumlah tentara AS.
Seorang pejabat AS mengatakan penangkapan tersebut tidak menimbulkan korban di pihak Amerika.
Sebuah tim agen FBI juga turut mendampingi pasukan operasi khusus AS itu dalam penculikan Maduro, menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Maduro dan Cilia Flores saat ini sudah berada di Manhattan untuk menjalani persidangan di pengadilan federal atas tuduhan narkoterorisme dan penjualan senjata.
(bac)