Terbayang Venezuela, Denmark Waswas Minta Trump Setop Ancam Greenland
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Amerika Serikat menghentikan ancaman terhadap Greenland setelah Presiden Donald Trump menyatakan wilayah tersebut "sangat dibutuhkan" oleh AS, pada Minggu (4/1).
"Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada AS: sungguh tidak masuk akal mengatakan bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland," ujar Frederiksen dalam pernyataan pada Minggu malam, dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyerukan agar Washington menghentikan "ancaman terhadap sekutu lama."
Aksi militer Washington di Venezuela kembali memicu kekhawatiran terkait Greenland yang berulang kali ditegaskan Trump ingin dijadikan bagian dari wilayah AS.
Sekutu AS di Eropa dikejutkan oleh keputusan Trump yang pada Sabtu lalu mengerahkan militer ke Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang kini ditahan di New York.
Trump mengatakan AS akan "mengelola" Venezuela tanpa batas waktu dan memanfaatkan cadangan minyak yang besar..
Kekhawatiran tersebut semakin diperkuat oleh pernyataan Trump kepada majalah The Atlantic, serta unggahan media sosial dari istri penasihat paling utama yang menampilkan Greenland dengan warna bendera AS.
Lihat Juga : |
Terkait Greenland, Trump mengeklaim bahwa menjadikan wilayah Denmark tersebut sebagai bagian dari AS akan melayani kepentingan keamanan nasional AS, mengingat lokasi yang strategis di kawasan Arktik.
Selain itu, Greenland juga kaya akan mineral penting yang dibutuhkan dalam sektor teknologi tinggi.
Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic mengenai implikasi operasi militer di Venezuela terhadap Greenland, Trump mengatakan hal itu terserah pihak lain untuk menilainya.
"Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," ujar Trump.
"Namun kami memang membutuhkan Greenland, tentu saja. Kami membutuhkannya untuk pertahanan," tambah dia.
Pada Sabtu malam, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Trump Stephen Miller, mengunggah gambar kontroversial wilayah otonom Denmark tersebut dengan warna bendera AS di akun X miliknya.
Unggahan tersebut hanya disertai satu kata: "SEGERA".
Sementara itu, PM Greenland Jens-Frederik Nielsen mengecam unggahan itu sebagai bentuk sikap yang "tidak menghormati".
"Hubungan antarnegara dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui gestur simbolik yang mengabaikan status dan hak kami," ujarnya di X.
Namun ia juga mengatakan "tidak ada alasan untuk panik atau khawatir. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial".
(rnp/rds)[Gambas:Video CNN]


