Bukan Narkoba, Ini Alasan Trump Gempur Venezuela & Gulingkan Maduro

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 10:10 WIB
Bukan narkoba, Presiden AS Donald Trump disebut-sebut menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro gara-gara ini.
Bukan narkoba, Presiden AS Donald Trump disebut-sebut menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro gara-gara ini. (Foto: AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut mengincar hal ini dari Venezuela hingga kekeh menggempur negara Amerika Latin itu dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

Anggota Kongres Demokrat dari Massachusetts, Jake Auchincloss, mengungkap alasan operasi militer AS di Venezuela pada akhir pekan lalu.

AS menggempur ibu kota Venezuela, Caracas, kemudian menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya atas perintah Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Auchincloss menilai pemerintahan Donald Trump ingin mengincar hal lain, bukan memberantas narkoba dan terorisme.

"Ini adalah pertumpahan darah demi minyak. Ini tidak ada hubungannya dengan perdagangan narkoba," kata dia kepada CNN, Sabtu (3/1).

Auchincloss lalu berujar, "Ini selalu tentang fakta bahwa Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia."

Narkoba, lanjut dia, sebagian besar dikirim ke Eropa. Auchincloss juga menilai kokain bukan jenis narkoba yang membunuh orang Amerika Serikat.

"Itu adalah fentanyl yang berasal dari China," ucap dia.

Tak lama usai mengumumkan penangkapan Maduro, Trump bahkan blak-blakan bahwa AS akan menguasai minyak Venezuela.

Trump mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak dan gas akan menggelontorkan investasi besar-besaran untuk mengelola minyak dan gas Venezuela.

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trumo dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC.

"Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini," kata Trump, menambahkan.

Venezuela punya cadangan minyak lebih banyak dari Arab Saudi dan Iran. Jumlah minyak di negara tetangga AS itu mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari cadangan minyak dunia.

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trump saat konferensi pers.

Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak AS yang beroperasi di Venezuela. Perusahaan itu mengekspor sekitar 140.000 barel minyak per hari dari negara Amerika Serikat pada kuartal empat di 2025.

Trump dan Maduro berselisih sejak di periode pemerintahan pertama politikus Republik itu. Namun, hubungan kedua negara kembali meruncing sejak September tahun lalu, periode kedua Trump.

Kala itu, pasukan AS menggempur kapal yang mengangkut warga sipil di perairan lepas Venezuela dengan dalih membawa narkoba. Serangan ke kapal di sekitar wilayah itu terus terjadi hingga berbulan-bulan.

AS juga sempat mengerahkan pasukan dan persenjataan di dekat perbatasan Karibia. Melihat serangkaian tindakan AS itu, pemerintahan Maduro meyakini niat mereka adalah menggulingkan kekuasaan dan menguasai sumber daya.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER