Selain Minyak Bumi, Ini Harta Karun Venezuela yang Diincar Trump

rnp | CNN Indonesia
Selasa, 06 Jan 2026 08:12 WIB
Kekayaan sumber daya alam Venezuela, mulai dari emas hingga mineral tanah jarang jadi incaran Presiden AS Donald Trump.
Pengeboran minyak di sabuk Orinoco, Venezuela. (AFP/LISSY DE ABREU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kekayaan sumber daya alam Venezuela, mulai dari emas hingga mineral tanah jarang, jadi incaran utama Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump sehingga menyerang negara Amerika Selatan itu.

Dalam beberapa hari terakhir, Washington mengemukakan alasan yang tak kalah penting, yakni kepentingan atas sumber daya alam Venezuela.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump secara terbuka menyinggung kekayaan energi Venezuela, khususnya minyak, serta mengeklaim bahwa hak dan kewajiban energi perusahaan-perusahaan AS telah disita oleh pemerintah Caracas.

"Anda ingat, mereka mengambil semua hak energi kita," ujar Trump, merujuk pada perselisihan lama Chavismo dengan Exxon Mobil yang hengkang dari Venezuela pada 2007, dikutip Elpais.

"Mereka mengambil semua minyak kita, dan kita menginginkannya kembali," tambah dia.

Namun, di balik minyak, Venezuela menyimpan cadangan sumber daya lain yang tak kalah strategis yakni cadangan gas yang sangat besar, terbesar keenam di dunia,

Negara ini juga kaya akan bijih besi, bauksit, dan unsur tanah jarang seperti koltan dan thorium, material penting bagi industri teknologi modern, mulai dari ponsel pintar, kendaraan listrik, hingga persenjataan dan energi terbarukan.

Saat industri minyak runtuh pada 2014-2015 dan krisis pangan serta obat-obatan melanda, pemerintah Chavista fokus ke pertambangan di selatan Sungai Orinoco.

Pada 2016, Maduro membentuk Busur Pertambangan Orinoco, wilayah strategis seluas 12 persen wilayah nasional.

Kawasan ini menyimpan lebih dari 8.000 ton emas, serta berlian, nikel, koltan, dan mineral tanah jarang lainnya.

Busur Pertambangan Orinoco justru dikenal sebagai pusat kejahatan terorganisasi, korupsi politik dan militer, penyelundupan lintas negara, serta kerusakan lingkungan berskala besar.

Penambangan berlangsung secara liar dan tidak terkendali, melibatkan aliansi perusahaan yang dekat dengan elite kekuasaan serta kelompok bersenjata ilegal seperti ELN, sisa-sisa FARC, dan geng kriminal Tren de Aragua.

Pemerintah Venezuela bermitra dengan Turki dan Afrika Selatan, tapi sebagian besar emas dan mineral lainnya diselundupkan ke luar negeri, hanya sekitar 14 persen.

Pada 2023, Venezuela menegaskan mineral strategisnya, termasuk tanah jarang, sebagai target industri teknologi global.

Investigasi Amazon Underworld mengungkap sebagian besar mineral tanah jarang dari wilayah Guayana justru diperdagangkan secara ilegal melalui Kolombia.

Kondisi inilah yang menjelaskan mengapa Venezuela tetap menjadi sasaran kepentingan Washington.

Bagi Trump, Venezuela bukan sekadar soal politik atau ideologi, melainkan soal kendali atas "harta karun" energi dan mineral strategis yang bernilai besar dalam peta persaingan global.

(bac)


[Gambas:Video CNN]