Menlu AS Rubio Sebut Trump Ingin Membeli Greenland
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyampaikan kepada anggota Kongres bahwa Presiden AS Donald Trump berencana membeli Greenland, bukan menyerbu wilayah itu.
Pada Senin (5/1), Trump kembali meminta para pembantunya menyusun rencana terbaru mengenai upaya memperoleh wilayah tersebut. Namun, pernyataan tersebut ditolak oleh para pemimpin Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rubio menyampaikan pernyataan itu pada Senin kepada para anggota parlemen dari komite utama angkatan bersenjata dan kebijakan luar negeri di kedua kamar Kongres.
Pengarahan kepada Kongres itu sebenarnya berfokus pada Venezuela. Namun para anggota parlemen khawatir niat Trump terhadap Greenland.
Kekhawatiran itu muncul menyusul pernyataan agresif presiden AS dan ajudan utamanya, Stephen Miller, pada pekan ini.
Pada Selasa, sejumlah negara NATO bergabung dengan PM Denmark, Mette Frederiksen, dalam mengeluarkan pernyataan untuk menolak klaim Trump bahwa AS seharusnya mengambil alih Greenland.
Negara-negara yang mendukung Denmark adalah Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Polandia.
"Keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama para sekutu NATO termasuk AS, dengan menjunjung prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, keutuhan wilayah, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," demikian pernyataan NATO.
"Ini adalah prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membelanya."
Mereka juga mengatakan bahwa Greenland merupakan milik rakyat dan hanya Denmark serta Greenland yang berwenang menentukan masa depan wilayah itu.
Sejumlah anggota parlemen juga menyuarakan kekhawatiran atas rencana Trump tersebut.
Senator Jeanne Shaheen dari Partai Demokrat New Hampshire dan Senator Thom Tillis dari Partai Republik North Carolina menegaskan pemerintah AS harus menghormati sekutunya.
"Ketika Denmark dan Greenland menegaskan Greenland tidak untuk dijual, AS harus menghormati kewajiban perjanjian dan menghargai kedaulatan serta keutuhan wilayah Kerajaan Denmark," kata para senator yang memimpin Kelompok Pengamat NATO Senat.
"Menyiratkan negara kita akan memaksa atau menekan sekutu sesama NATO justru merusak prinsip penentuan nasib sendiri yang menjadi dasar aliansi ini," tambah mereka.
Sementara itu, Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Trump belum menutup kemungkinan invasi AS ke Greenland.
"Presiden Trump menyatakan memperoleh Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat, dan hal itu penting untuk menangkal para lawan kami di kawasan Arktik," ujarnya.
"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi."
Trump telah lama menginginkan Greenland sejak masa jabatan pertamanya. Greenland adalah wilayah otonom dengan jumlah penduduk yang jarang, yang berada di bawah kedaulatan Denmark, anggota NATO.
Trump juga menaruh perhatian pada Greenland karena potensi kekayaan mineral kritis yang dimilikinya.
(rnp/bac)[Gambas:Video CNN]


