Trump Pamer Venezuela Kini 'Manut' AS usai Maduro Ditahan
Amerika Serikat mengeklaim Venezuela akan manut perintah Washington, terutama terkait pengelolaan minyak, setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores pekan lalu.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pemerintah Venezuela yang kini dibawah naungan presiden sementara, Delcy Rodriguez, akan mengikuti perintah dari Presiden Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintahan Trump, yang dipimpin Menteri Rubio, wakil presiden, dan seluruh tim keamanan nasional presiden, sedang berkorespondensi erat dengan otoritas sementara di Venezuela," kata Leavitt pada Rabu (7/1), dikutip Al Jazeera.
Dia lalu berujar, "Jelas, kami punya pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini."
Lebih lanjut, Leavitt mengatakan pemerintah AS terus berkoordinasi erat dengan otoritas sementara Venezuela.
"Dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat," ucap dia.
Tak cuma ingin mendikte pemerintah Venezuela, Trump juga berambisi mengontrol minyak negara tersebut.
Venezuela memiliki cadangan minyak mentah hingga 300 juta barel, terbesar di dunia bahkan mengalahkan Arab Saudi dan Iran.
Namun, beberapa hari ini Venezuela gonjang-ganjing usai pasukan AS menculik Maduro dan istrinya. Mereka juga menggempur habis-habisan Ibu Kota Venezuela, Caracas.
Imbas serangan AS, sekitar 80 orang tewas dan kemungkinan jumlah korban akan bertambah. Selain itu, gempuran juga menyebabkan infrastruktur sipil juga hancur.
Komunitas internasional ramai-ramai mengecam agresi militer AS. Mereka menilai pemerintahan Trump melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara lain.
Para pakar mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan negara-negara harus bersikap tegas ke AS agar kejadian serupa tak terjadi di negara lain, terutama negara berkembang.
(isa/rds)[Gambas:Video CNN]

