Daftar Negara yang Pemerintahannya Pernah Digoyang AS

CNN Indonesia
Minggu, 11 Jan 2026 06:50 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat ditangkap AS. (AFP/HANDOUT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sepak terjang pemerintah Amerika Serikat di negara-negara Amerika Latin sudah berjalan sejak era perang dingin (1950-1970). Waktu itu dalih AS adalah untuk membendung komunisme.

Namun saat komunis runtuh, AS punya alasan baru yaitu demi membendung peredaran narkotika. Sepanjang sejarah, ini sejumlah negara yang pernah digulingkan dengan bantuan AS.

1. Guatemala (1954)

Badan intelijen AS (CIA) mengatur kudeta untuk menggulingkan Presiden Jacobo Árbenz yang berpaham sosialis. Bagi AS, Arbenz dianggap mengancam kepentingan perusahaan AS seperti United Fruit Company dengan kebijakan reformasi agrarianya.

Padahal Arbenz dipilih secara demokratis. Dengan memakai sandi operasi "PBSUCCESS" , Arbezn mundur pada 27 Juni 1954 dan digantikan oleh junta militer pimpinan Carlos Castillos Armas yang bisa dikendalikan Washington.

2. Republik Dominika (1961)

Presiden Dominika Rafael Trujillo yang dipanggil El Jefe, tewas dalam sebuah operasi oleh pihak oposisi pada 30 Mei 1961. Operasi pembunuhan ini melibatkan CIA. Jefe yang dikenal sebagai "diktator kelas teri" sebenarnya sahabat AS. Ia bergabung dengan Garda Nasional pada tahun 1919, berlatih dengan Marinir AS, dan mendapatkan pangkat jenderal hanya sembilan tahun kemudian.

Dalam laman Association for Diplomatic Studies dan Training, Henry Dearborn, yang awalnya Kepala Misi, kemudian Konsul Jenderal di Dominika mengaku telah menjalin komunikasinya dengan pihak oposisi, peristiwa malam yang fatal itu, dan pengarahan yang diterimanya dari Presiden Jhon Kennedy setelahnya.

3. Guyana (1964)

Khawatir munculnya Kuba Komunis lainnya di Amerika Latin mendorong Presiden John F. Kennedy menyetujui operasi rahasia CIA untuk memanipulasi pemilihan nasional di Guyana Britania, yang saat itu merupakan koloni Inggris. Intelijen AS menyimpulkan bahwa Perdana Menteri Cheddi Jagan, salah satu kandidat presiden utama dalam pemilihan umum 1964, adalah seorang komunis, meskipun belum tentu berada di bawah pengaruh Moskow.

Kennedy memutuskan bahwa Jagan harus disingkirkan dan mendesak London untuk bekerja sama dalam upaya tersebut. Pada pertengahan tahun 1962, JFK memberi tahu perdana menteri Inggris bahwa gagasan negara merdeka yang dipimpin oleh Jagan "sangat mengganggu kami". Cara penggulingan dilakukan dengan aksi pemogokan dan destabilisasi.

4. Brasil (1964)

Dengan cara main aman, CIA memberikan dukungan kudeta militer menggulingkan Presiden João Goulart.Penggulingan João Goulart terjadi melalui kudeta militer yang berlangsung dari tanggal 31 Maret hingga 1 April 1964. Namun sebelumnya, sudah terjadi aksi demo dan ketidakstabilan ekonomi dan politik. Inflasi yang melambung hingga 100%.

Goulart yang mendapat tekanan dari militer dan kelompok masyarakat sipil, akhirnya menyerah dan mengakhiri Republik Brasil Keempat dan mengawali era kediktatoran militer selama 21 tahun.

5. Chile (1973)

Presiden Chile Salvador Allende adalah pemimpin Chile berhaluan sosialis yang dipilih secara demokratis. Namun AS tidak suka. Maka dirancangkan sebuah ketidakstabilan ekonomi dan politik dengan didalangi oleh Augusto Pinochet, pemimpin militer Chile.

Maka CIA memainkan peran penting dalam menciptakan ketidakstabilan hingga terjadi kudeta militer pimpinan Augusto Pinochet. Pinochet jadi presiden, yang menandai diktator militer di sana.

6. Nikaragua (1979)

Saat menggulingkan Presiden Nikaragua Samoza (1979), kelompok yang menamakan diri "Sandinista" berhasil naik ke tampuk kekuasaan. Namun, kelompok ini sangat anti imperialisme terutama AS.

Maka, CIA turun tangan membentuk dan mendukung pasukan "Contra" untuk melawan pemerintahan Sandinista yang berhaluan kiri, yang memicu perang saudara bertahun-tahun.

Sandinista pun kalah dalam pemilu 1990. Namun, pada 2007, Presiden Daniel Ortega yang juga pemimpin Sandinitas kembali berkuasa hingga sekarang. Keberadaannya terus dikritik AS.

7. Kuba (1961)

Operasi penggulingan kekuasaan oleh CIA di Amerika Latin, tidak berhasil bahkan bisa dibilang memalukan di Kuba pada 1961. Lebih dikenal dengan nama invasi Teluk Babi, sebuah upaya menggulingkan Presiden Kuba Fidel Castro, oleh orang Kuba yang sudah dilatih dan didanai AS. Operasi ini terinspirasi di Guetemala, saat menggulingkan Presiden Jacobo Arbenz.

Penyerangan dilakukan dari laut, namun operasi ini bocor dan berhasil dihalau oleh pasukan Kuba dari udara. Operasi ini membuat AS malu.

Presiden Kuba Fidel Catro pun makin kuat posisinya. Castro yang selalu mengeritik AS, memang tidak disukai AS karena menasionalisasi ratusan perusahaan AS. Setahun sebelumnya, lewat pidato berapi-api selama empat jam, Castro habis-habisan menyerang kebijakan imperialisme AS.

Negeri Paman Sam lewat CIA sebenarnya sudah berusaha habis-habisan pula menjatuhkan Castro lewat embargo ekonomi dan pembentukan oposisi. Namun semuanya gagal.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK