Takaichi dan Lee Main Drum K-pop Tutup KTT Hari Pertama

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 10:47 WIB
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menutup hari pertama KTT mereka dengan sesi drum spontan, pada Selasa (13/1).
PM Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korsel Lee Jae Myung. (via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichdan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menutup hari pertama KTT mereka dengan sesi drum spontan, pada Selasa (13/1).

Dalam video singkat yang diunggah di kanal Youtube kantor PM Jepang pada Rabu pagi, kedua pemimpin tersebut memainkan drum untuk lagu-lagu populer dari BTS dan Kpop Demon Hunters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Takaichi, yang gemar bermain drum dan penggemar heavy metal, memuji kemampuan drum Lee yang baru dipelajari.

"Presiden belajar bermain drum hanya dalam 5-10 menit, ujar Takaichi dalam video tersebut, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Lee menambahkan bahwa perbedaan tempo tidak menghalangi mereka menyesuaikan ritme dan memperkuat komitmen hubungan masa depan.

"Meski tempo kami sedikit berbeda, kami sama-sama berusaha menyesuaikan ritme, bersama-sama kami akan menciptakan hubungan yang berorientasi masa depan dengan satu hati," tulis Lee di X, pada Rabu pagi.

Namun, hubungan Tokyo dan Seoul kerap mengalami ketegangan di masa lalu, Takaichi dan Lee berhasil membangun hubungan yang lebih bersahabat.

Pada Rabu pagi, keduanya juga mengunjungi Kuil Horyuji di Nara, kota asal Takaichi.

Dalam pernyataan pada Selasa, Takaichi dan Lee menyampaikan tujuan mereka untuk memperdalam kerja sama keamanan dan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Timur.

Mereka juga berencana melanjutkan "diplomasi shuttle", dengan kunjungan Takaichi berikutnya ke Korsel.

Melansir situs AP News, sebelumnya Lee dan Takaichi sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor, termasuk keamanan ekonomi, pertahanan, dan pencarian jenazah pekerja paksa Korea.

Meski kedua negara merupakan sekutu lama AS, hubungan keduanya kerap mengalami ketegangan akibat berbagai isu, terutama perselisihan terkait sejarah perang.

"Saya percaya kerja sama antara Korea dan Jepang sekarang lebih penting dari sebelumnya dan apa pun, karena kita harus terus bergerak maju menuju masa depan yang baru dan lebih baik di tengah tatanan internasional yang kompleks dan tidak stabil ini," kata Lee di awal KTT tersebut.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan, kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama di sejumlah bidang, termasuk rantai pasokan, kecerdasan buatan, dan penanggulangan kejahatan lintas negara.

Mereka juga sepakat melakukan analisis DNA terhadap sisa-sisa jenazah yang kemungkinan milik pekerja paksa Korea, ditemukan tahun lalu di bekas tambang bawah laut Jepang.

(rnp/bac)


[Gambas:Video CNN]