RI Koordinasi dengan China soal WNI Diculik Bajak Laut di Gabon

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 21:30 WIB
Indonesia berkoordinasi erat dengan China usai sejumlah WNI menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon pada pekan lalu. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia berkoordinasi erat dengan China usai sejumlah warga Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon pada pekan lalu.

Langkah Indonesia disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono kepada para jurnalis di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri usai Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2026, Rabu (14/1).

"Ya, ini kita lagi memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok," ucap Sugiono.

Dia juga mengatakan sejauh ini pemerintah dan KBRI Yaounde terus memantau situasi penculikan itu. Sugiono bahkan menunggu perkembangan informasi terbaru setiap jam.

"Saya nunggu laporannya setiap jam, setiap ada update," ujar dia.

Warga China dan WNI itu diculik bajak laut di perairan Gabon pada 11 Januari. Pembajakan itu menimpa kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di perairan Equata.

Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong mengatakan sembilan awak kapal yang diculik merupakan warga Indonesia dan warga China.

Ptl Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah juga mengonfirmasi penculikan tersebut.

"Pelaku pembajakan telah menculik 9 awak kapal dari total 12 awak, 4 diantaranya adalah WNI," kata Heni pada Selasa lalu.

Sementara itu, tiga awak lain termasuk dua WNI saat ini dalam kondisi aman dan tetap berada di kapal yang sama. Mereka sedang dikawal Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, ibukota Gabon.

Lebih lanjut, Heni mengatakan pasukan Angkatan Laut Gabon sedang memburu pelaku.

Media lokal Gabon 24 sempat melaporkan sembilan awak kapal termasuk WNI diculik bajak laut di perairan Gabon.

Kapal itu diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil di laut tenggara Equata perairan Gabon.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Pertahanan melaporkan pelaku terdiri dari tiga orang bersenjata.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK