Carney Temui Xi, Kanada 'Merapat' ke China di Tengah Tekanan Trump
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney secara resmi menyatakan komitmennya membangun kemitraan strategis baru dengan China dalam pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping di Beijing, Jumat (16/1).
Langkah ini diambil Ottawa guna memperdalam hubungan bilateral setelah hampir satu dekade hubungan kedua negara dianggap renggang.
Dalam pidato pembukaan pertemuan tersebut, Carney mengaku "sangat senang" melihat Ottawa dan Beijing bergerak cepat dalam kemitraan strategis ini.
Ia menilai hubungan baru ini tidak hanya akan menguntungkan rakyat kedua negara, tetapi juga memperbaiki sistem multilateral dunia yang saat ini mengalami tekanan besar.
"Hubungan ini, menurut penilaian kami, akan membantu memperbaiki sistem multilateral-sebuah sistem yang dalam beberapa tahun terakhir telah mengalami tekanan hebat," ujar Carney, seperti dilansir Euronews.
Presiden Xi Jinping menyambut hangat kehadiran Carney dan menyebut pertemuan mereka di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan pada Oktober lalu sebagai "titik balik" hubungan kedua negara.
"Hubungan Kanada-China yang sehat dan stabil adalah demi kepentingan kedua negara, serta demi perdamaian dan stabilitas dunia," tegas Xi.
Kunjungan empat hari Carney ini merupakan kunjungan pertama pemimpin Kanada ke China dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya, hubungan kedua negara memburuk akibat isu penangkapan eksekutif teknologi China pada 2018 hingga kebijakan tarif 100 persen Kanada terhadap kendaraan listrik buatan China.
Langkah berani Carney ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Kanada dengan pemerintahan Donald Trump di Washington. Dengan tarif impor tinggi yang diberlakukan Trump, Kanada yang selama ini mengirim 75 persen ekspornya ke AS kini mulai merasa tercekik.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, yang turut mendampingi Carney, menegaskan bahwa Kanada harus melakukan diversifikasi mitra dagang secara fundamental.
"Kami akan melipatgandakan perdagangan non-AS dalam 10 tahun ke depan. Kanada menyadari bahwa lingkungan ekonomi global telah berubah dan kita harus mendiversifikasi mitra dagang kita," ujar Anand di Beijing.
Kanada-China Sepakati 8 MoU
Sebagai bukti keseriusan "era baru" ini, pemerintah Kanada mengumumkan penandatanganan delapan Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemerintah China yang mencakup berbagai sektor, antara lain, energi dan keuangan, ekspor makanan hewan peliharaan, sektor pertanian dan angan, serta kerja sama budaya dan pariwisata.
Media pemerintah China selama berbulan-bulan telah mendorong Kanada untuk mengambil jalur kebijakan luar negeri yang independen dari Amerika Serikat, atau yang mereka sebut sebagai "otonomi strategis."
Beijing berharap agresi ekonomi-dan kini aksi militer-yang dilancarkan Trump terhadap negara lain akan mengikis hubungan tradisional Kanada-AS. Terlebih lagi, pernyataan Trump awal tahun lalu yang sempat menyarankan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS telah memicu kemarahan dan perlawanan keras dari Ottawa.
(wiw)