Dewan Perdamaian Gaza-Komite Teknokrat Resmi Dibentuk, Ini Anggotanya

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Jan 2026 10:40 WIB
Gedung Putih membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan Dewan Perdamaian Gaza. (Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gedung Putih membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) dan Dewan Perdamaian Gaza usai fase kedua gencatan senjata resmi berlaku.

Dalam pernyataan pada Jumat (16/1), Gedung Putih mengumumkan anggota dua badan tersebut.

"NCAG akan dipimpin oleh Dr. Ali Sha'ath, seorang pemimpin teknokrat terhormat yang akan mengawasi pemulihan inti layanan publik, pembangunan kembali lembaga-lembaga sipil, dan stabilisasi kehidupan sehari-hari di Gaza, sambil meletakkan dasar bagi pemerintahan jangka panjang yang mandiri," demikian pernyataan Gedung Putih.

Ali Sha'ath akan memimpin pemerintahan di Gaza pasca-perang dengan dibantu oleh 14 anggota. Mengutip Middle East Eye, ke-14 anggota NCAG, yakni:

- Abdul Karim Ashour untuk di bidang pertanian,
- Jaber Al-Daour untuk bidang pendidikan,
- Bashir Al-Rais Ali Barhoum untuk bidang keuangan,
- Aed Yaghi untuk bidang kesehatan,
- Osama Al Saadawi di bidang perumahan, -
- Sami Nasman untuk urusan dalam negeri,
- Mohammad Bseiso untuk urusan hukum dan pengadilan,
- Arabi Abu Shaaban di bidang pertanahan,
- Ali Barhoum untuk urusan kota dan air,
- Hana Tarzi untuk masalah sosial dan perempuan,
- Rami Halas untuk urusan agama,
- Omar Shamali untuk bidang telekomunikasi,
- Ayed Abu Ramadan untuk bidang perdagangan dan ekonomi,
- Husni Al-Mughni untuk urusan suku.

Dalam tugasnya, NCAG akan bertanggung jawab kepada Dewan Perdamaian Gaza. Komite ini akan diawasi oleh mantan koordinator perdamaian Timur Tengah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Bulgaria, Nickolay Mladenov.

Mladenov berperan sebagai perwakilan tinggi dari Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.

Dewan Perdamaian sendiri bertugas mendukung administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi Jalur Gaza sesuai 20 poin rencana perdamaian Trump.

Anggota Dewan Perdamaian Gaza meliputi:

- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio,
- Utusan Khusus Trump, Steve Witkoff,
- Menantu Trump, Jared Kushner
- Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair,
- Kepala perusahaan ekuitas swasta, Marc Rowan,
- Kepala Bank Dunia, Ajay Banga,
- Penasihat keamanan nasional AS, Robert Gabriel.

Mereka duduk di Dewan Eksekutif 'yang akan mengawasi portofolio tertentu bagi stabilisasi dan keberhasilan jangka panjang Gaza, termasuk tapi tidak terbatas pada pembangunan kapasitas tata kelola, hubungan regional, rekonstruksi, penarikan investasi, pendanaan skala besar, dan mobilisasi modal'.

Gedung Putih menyatakan, Trump juga telah menunjuk penasihat Dewan Perdamaian, yakni Aryeh Lightstone dan Josh Gruenbaum.

Lebih lanjut, Gedung Putih juga mengumumkan komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Ia adalah Mayor Jenderal Jasper Jeffers, perwira tinggi Angkatan Darat AS yang pernah terlibat dalam invasi AS di Irak pada 2003 serta yang ditunjuk AS untuk mengawasi gencatan senjata di Lebanon pada 2024.

"Ia akan memimpin operasi keamanan, mendukung demiliterisasi komprehensif, dan mengamankan pengiriman bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi [ke Gaza]," demikian pernyataan Gedung Putih.

Gedung Putih bahkan juga membentuk sebuah 'Dewan Eksekutif Gaza' yang akan membantu Kantor Perwakilan Tinggi dan NCAG dalam hal tata kelola efektif dan penyediaan layanan untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bagi rakyat Gaza.

Anggota Dewan Eksekutif Gaza mencakup Steve Witkoff, Jared Kushner, Tony Blair, Marc Rowan, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, diplomat veteran Qatar Ali Al-Thawadi, direktur badan intelijen Mesir Jenderal Hassan Rashad, Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab (UAE) Reem Al-Hashimy, Nickolay Mladenov, pengusaha asal Siprus-Israel Yakir Gabay, dan eks Wakil PM Belanda Sigrid Kaag.

"Presiden [Trump] menyerukan kepada semua pihak untuk bekerja sama sepenuhnya dengan NCAG, Dewan Perdamaian, dan Pasukan Stabilisasi Internasional guna memastikan implementasi rencana komprehensif yang cepat dan sukses," demikian pernyataan Gedung Putih.

Sementara itu, Anggota tambahan Dewan Eksekutif dan Dewan Eksekutif Gaza akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.

(blq/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK