Rusia Cap Greenland Bukan Bagian Denmark sampai Trump Kirim Pasukan
Polemik ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil alih wilayah Greenland dari Denmark terus menjadi perhatian.
Pemecatan Wakil PM Korea Utara oleh Kim Jong Un juga menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional Selasa (20/1) kemarin:
Rusia: Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Tapi Wilayah Jajahan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Greenland bukan merupakan bagian alami dari Denmark, melainkan wilayah yang diperoleh melalui penaklukan kolonial.
Pernyataan tersebut disampaikan Lavrov di tengah memanasnya perdebatan internasional terkait status dan masa depan Greenland.
Dalam konferensi pers di Moskow pada Selasa (20/1), Lavrov menegaskan Rusia tidak berniat ikut campur dalam urusan Greenland. Ia juga menekankan bahwa Amerika Serikat mengetahui Moskow tidak memiliki agenda untuk mengendalikan wilayah tersebut.
Trump Mulai Kirim Pesawat Militer AS NORAD ke Greenland, Siaga Invasi?
Amerika Serikat mulai mengerahkan sejumlah pesawat militer milik North American Aerospace Defense Command (NORAD) ke Greenland, wilayah otonomi Denmark yang tengah dibidik Presiden Donald Trump untuk dicaplok.
Pengumuman dari organisasi militer gabungan AS dan Kanada ini muncul di tengah ketegangan antara AS-Eropa yang meningkat terkait keinginan Presiden Trump untuk menguasai Greenland tersebut.
Melalui pernyataannya pada Senin (19/1), NORAD mengatakan pesawat-pesawat itu akan segera tiba di sebuah pangkalan militer AS di Greenland untuk "kegiatan yang telah direncanakan sejak lama."
Kim Jong Un Ngamuk, Pecat Wakil PM Korut saat Pidato di Depan Pejabat
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un memecat wakilnya, Wakil Perdana Menteri Yang Sung Ho dan melontarkan kritik keras terhadap para pejabat yang disebutnya "tidak kompeten" pada Selasa (20/1).
Menurut laporkan Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Wakil PM Yang Sung Ho dipecat "di tempat" saat Kim Jong Un membacakan pidatonya yang mengecam para pejabat pimpinan yang "tidak bertanggung jawab, tidak sopan, dan tidak kompeten."
"Tolong, Kamerad Wakil Perdana Menteri, mengundurkan diri atas kemauan sendiri selagi masih bisa, sebelum semuanya terlambat," kata Kim Jong Un dalam pidatonya.
Kim Jong Un menyebut Yang "tidak layak untuk dipercayai menjalankan tugas-tugas berat."
(rds)