Presiden Prancis di KTT WEF: Ada Lebih 60 Perang pada 2024

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 16:35 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron khawatir dunia kian tak stabil menyusul konflik geopolitik yang terus meruncing dan ambisi Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Presiden Prancos Emmanuel Macron pidato pada agenda World Economy Forum (WEF) di Davos. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prancis Emmanuel Macron khawatir dunia kian tak stabil menyusul konflik geopolitik yang terus meruncing dan ambisi Amerika Serikat mencaplok Greenland.

Macron menyampaikan kecemasan itu saat pidato do World Economy Forum (WF) di Davos, Swiss, pada Selasa (20/1). Ia mengatakan dunia saat ini memasuki masa ketidakstabilan dan ketidakseimbangan dari berbagai sudut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lihatlah situasi yang kita hadapi sekarang. Maksud saya, pergeseran menuju otokrasi, melawan demokrasi," kata Macron, dikutip situs resmi WEF.

Dia lalu berujar, "Lebih banyak kekerasan, lebih dari 60 perang pada 2024 - sebuah rekor absolut, meskipun saya memahami beberapa di antaranya telah direkayasa."

Kondisi itu, kata Macron, kian menunjukkan konflik menjadi hal yang biasa, hibrida, dan meluas ke tuntutan baru, ruang, informasi digital, dunia maya, hingga perdagangan.

Situasi itu pula, lanjut dia, merupakan pergeseran menuju dunia tanpa aturan.

"Di mana hukum internasional diinjak-injak dan satu-satunya hukum yang tampaknya penting adalah hukum yang terkuat. Dan ambisi imperialis kembali muncul," ucap Macron.

Presiden Prancis itu lalu menyebut perang yang masih berlangsung seperti Rusia dan Ukraina, agresi Israel di Palestina, dan konflik di Timur Tengah hingga Afrika. Namun, dia tak menyebut rencana aneksasi AS ke Greenland sebagai bagian gagasan imperialisme atau calon konflik baru.

Situasi saat ini, menurut dia, juga sedang bergeser ke dunia tanpa tata kelola efektif, multilateralisme yang dilemahkan, dan aturan yang dirusak.

Salah satu contohnya adalah badan-badan internasional yang dilemahkan atau ditinggalkan oleh negara-negara ekonomi utama.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump meneken executive order yang menarik keluar negara ini dari 66 organisasi termasuk badan PBB.

"Dan ketika kita melihat situasinya, jelas ini adalah masa yang sangat mengkhawatirkan, karena kita menghancurkan struktur yang seharusnya bisa memperbaiki situasi dan tantangan yang kita hadapi," ujar Macron.

Dia menggarisbawahi tanpa tata kelola kolektif, kerja sama akan digantikan oleh persaingan tanpa henti.

Di kesempatan ini, Macron juga menyinggung ancaman tarif dan persoalan dagang dengan negara-negara besar termasuk Amerika Serikat.

Menurut dia, Eropa perlu mengaktifkan kembali aturan untuk memblokir barang Amerika Serikat atau trade bazooka jika Trump menjatuhkan tarif tinggi ke negara lain karena menolak aneksasi Greenland.

Trade bazooka bisa memblokir akses Amerika ke pasar Uni Eropa atau memberlakukan kontrol ekspor, sebagai tindakan balasan.

Pekan lalu, Trump mengancam negara-negara Eropa dengan tarif 10 persen yang dijadwalkan mulai berlaku bulan depan.

Trump juga mengancam bakal menaikkan tarif hingga 25 persen jika kesepakatan kepemilikan Greenland ke tangan AS tak tercapai pada Juli.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]