Kemlu Buka Suara Join Dewan Perdamaian Gaza bareng Israel-Negara Arab
Indonesia dan tujuh negara Arab serta mayoritas Muslim lainnya bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangani konflik di Jalur Gaza Palestina yang hancur lebur imbas agresi brutal Israel.
Dewan yang disebut Board of Office ini nantinya akan menjadi pengawas pemerintahan di Jalur Gaza Palestina dan rekonstruksi wilayah itu setelah hancur lebur diagresi brutal Israel sejak Oktober 2023 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl mengatakan partisipasi Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian merupakan "langkah strategis dan konstruktif" untuk memperkuat upaya internasional terhadap pemulihan Gaza.
Nabyl menuturkan Board of Peace ini merupakan inisiatif yang mendapatkan dukungan PBB melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025) dan dilaksanakan sebagai bagian dari kerja sama multilateral untuk mendukung perdamaian dan keamanan di Gaza.
"Keikutsertaan Indonesia dalam BoP sejalan dengan politik luar negeri RI yang bebas dan aktif, serta mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan sebagai bagian dari solusi melalui kerja sama internasional yang berbasis hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB," ucap Nabyl saat dikonfirmasi melalui pernyataan oleh CNN Indonesia pada Kamis.
Indonesia, menurut Nabyl, berkomitmen untuk terus berkontribusi secara konstruktif dalam perjuangan rakyat Palestina.
"Indonesia tetap berpegang pada prinsip bahwa seluruh upaya harus diarahkan pada terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta dukungan terhadap terwujudnya kemerdekaan penuh bagi negara Palestina sejalan dengan parameter yang disepakati dan koridor hukum internasional," tuturnya.
Sebelumnya, Indonesia mengumumkan langkah bergabung dengan Dewan Perdamaian ini melalui kicauan Kemlu RI di X pada Kamis (22/1) dini hari.
Dalam kicauan tersebut, Kemlu RI turut menyertakan ketujuh negara lain yang ikut bergabung antara lain Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Kemlu RI menyatakan Indonesia dan negara-negara tersebut "menyambut undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian."
"Para Menteri menyampaikan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Setiap negara akan menandatangani dokumen keanggotaan sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur lain yang relevan di masing-masing negara," bunyi kicauan Kemlu RI di X pada Kamis (22/1).
Mereka juga menegaskan komitmen untuk mendukung pelaksanaan mandat Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diatur dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan yang telah disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2803.
"Upaya ini bertujuan untuk mengokohkan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan yang berlandaskan pada hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara, sesuai dengan hukum internasional, sehingga membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan," ucap Kemlu RI.
Trump memang telah mengundang sejumlah negara untuk berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mengawasi pemerintahan pasca perang di Jalur Gaza, Palestina.
Trump telah mengirim surat ke lebih dari 60 negara untuk ikut terlibat memantau kinerja Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) yang resmi dibentuk pekan lalu.
Dewan Perdamaian bertugas mendukung administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi Gaza sesuai 20 poin rencana perdamaian Trump. Dewan Perdamaian diketuai oleh Trump, dengan eks Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair jadi salah satu anggotanya.
Dengan begini, Indonesia akan bergabung dengan sejumlah negara lainnya dalam Dewan Perdamaian ini, selain tujuh negara Arab dan Muslim yang sudah disebutkan sebelumnya.
Negara-negara lain yang sepakat gabung dengan Board of Peace antara lain Maroko, Israel, Bahrain, Belarus, Kanada, Hungaria Argentina, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
Trump mengeklaim Rusia sudah setuju bergabung dengan Dewan Perdamaian, namun Kremlin menuturkan masih meninjau undangan dan badan tersebut lebih lanjut.
Sementara itu, sejauh ini ada sejumlah negara yang menolak ikut Board of Peace antara lain Prancis, Norwegia, dan Swedia.
(rds)[Gambas:Video CNN]

