Respons Iran soal Indonesia Gabung Board of Peace Besutan Trump
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menanggapi bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian (Board of Peace) gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Boroujerdi mengatakan keputusan pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam dewan tersebut sesuai dengan kepentingan nasional Republik Indonesia (RI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Iran menghormati langkah tersebut dan menegaskan bahwa hubungan RI-Iran tak akan terdampak oleh hal itu.
"Setiap negara mengambil kebijakan dan keputusan berdasarkan kepentingan nasionalnya. Kami menghormati berbagai keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia berkaitan dengan kepentingan nasionalnya dan berkaitan dengan jalan yang dipilih oleh negara Indonesia," kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediamannya, Kamis (22/1).
"Tentu saja kebijakan Indonesia berkaitan dengan pihak ketiga tidak akan memengaruhi hubungan Indonesia dengan kami. Apa pun keputusan Indonesia, kami hormati," lanjutnya.
Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace usai Presiden Prabowo Subianto meneken komitmen tersebut dalam pertemuan di Davos, Swiss, Kamis (22/1) kemarin.
Prabowo hadir di pembentukan Dewan Perdamaian bersama sejumlah pemimpin negara, termasuk Trump.
Dalam pernyataan usai penandatanganan, Prabowo berujar langkah ini diambil untuk mewujudkan perdamaian di Jalur Gaza.
"Ini kesempatan bersejarah. In benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza. Yang jelas penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar masuk. Saya sangat berharap Indonesia siap ikut serta," kata Prabowo, seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono sementara itu menjelaskan partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian merupakan wujud dari langkah strategis, konstruktif, dan konkret dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Trump mengundang lebih dari 60 negara untuk ikut terlibat dalam Dewan Perdamaian. Dewan ini akan bertugas mendukung administrasi, rekonstruksi, hingga pemulihan ekonomi Gaza sesuai 20 poin rencana perdamaian usulan Trump.
Sejumlah negara telah menyatakan setuju untuk gabung, seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Turki, hingga Israel.
Beberapa lainnya menolak berpartisipasi, seperti Prancis, Norwegia, dan Swedia.
Saat ditanya apakah Iran diundang Trump, Boroujerdi tak menjawab. Ia hanya menyatakan Teheran merupakan pihak yang tidak mengakui eksistensi rezim Zionis Israel.
Boroujerdi juga menyampaikan pembicaraan apa pun yang berkaitan dengan solusi damai, tidak akan membuahkan hasil apa-apa selama pendudukan Israel di Palestina masih berlangsung.
"Kami percaya bahwa membicarakan hal terkait solusi damai tidak akan membuahkan hasil jika okupansi masih berlanjut. Yang harus pertama dilakukan adalah diakhirinya pendudukan terhadap wilayah Palestina," tukas Boroujerdi.
(blq/bac)[Gambas:Video CNN]

