Badai Salju Hantam AS, Listrik Padam hingga Status Darurat Diumumkan

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 11:10 WIB
Ilustrasi. Badai salju di Amerika Serikat hingga status dararut diumumkan. AFP/HANDOUT
Jakarta, CNN Indonesia --

Badai salju melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa daerah.

Salju dilaporkan sudah turun di Kansan, Texas, Missouri, Iowa, Oklahoma, Tennesse, dan sejumlah daerah lain pada Sabtu (24/1).

Di wilayah tenggara, Texas timur, dan sebagian Louisiana, salju dilaporkan sudah menebal 4 inci.

Menurut PowerOutage.us hingga Sabtu siang pemadaman listrik terjadi di hampir seluruh negeri. Sekitar 130.000 pelanggan termasuk di 61.600 warga di Texas terdampak imbas pemadaman itu.

Sementara itu, platform Chicago & Midwest Storm Chaser melaporkan banyak mobil tergelincir.

"Banyak mobil tergelincir atau terjebak di sepanjang sisi [barat daya] [jalan raya antar negara bagian] 30 dekat Little Rock," demikian unggahan platform itu di X

Sebelum badai tiba, 16 negara bagian termasuk Washington DC telah menyatakan keadaan darurat.

Gubernur Kentucky, Andy Beshear, mengatakan badai musim dingin sedang melanda negara bagian tersebut.

"Degan beberapa daerah diperkirakan akan mengalami hingga 15 inci salju, penumpukan es, dan suhu yang sangat dingin," kata Beshear, dikutip The Guardian.

Ia mendesak warga untuk menghindari perjalanan dan bersiap-siap jika sesuatu yang buruk terjadi.

Sementara itu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengatakan kota ini akan mendapat salju setebal 3 hingga 16 inchi pada akhir pekan.

Cuaca dingin ekstrem itu juga membuat jalanan tertutup salju sehingga para pengemudi kesulitan melewati jalan-jalan tersebut.

Badai salju juga telah menyebabkan tiga orang meninggal di New York City. Mereka ditemukan di jalan di tengah suhu ekstrem.

Ketiga orang itu yakni laki-laki berusia 67 tahun yang ditemukan di trotoar sekitar pukul 7.45 pagi di Third Avenue di Manhattan.

Dua jenazah tambahan lak-laki berusia 30-an dan perempuan berusia 60-an - ditemukan secara terpisah di Brooklyn sekitar dua jam setelah penemuan pertama. Ketiganya meninggal akibat "keadaan yang berkaitan dengan cuaca."

Selain itu, hampir 14.000 penerbangan hingga Senin menuju, di dalam, atau keluar dari AS dibatalkan karena badai mulai bergerak.

Badai tersebut membawa cuaca dingin dan es yang parah ke wilayah yang tidak terbiasa dengan kondisi ekstrem seperti itu.

Ahli meteorologi dari National Weather Service Allison Santorelli mengatakan badai akan membuat cuaca jadi sangat dingin.

"Yang benar-benar membuat badai ini unik adalah, setelah badai ini, cuaca akan menjadi sangat dingin," kata Santorelli.

"Salju dan es akan sangat, sangat lambat mencair dan tidak akan hilang dalam waktu dekat, dan itu akan menghambat upaya pemulihan apa pun," imbuh dia.

Di luar itu, badan peramal cuaca Badan Layanan Cuaca Nasional (NSW) memperingatkan akan ada badai salju dahsyat dengan curah hujan sudah berdampak di wilayah selatan-tengah pada Sabtu siang waktu setempat.

Mereka juga mewanti-wanti sekitar 160 juta warga di AS akan terdampak insiden ini. Mereka berada di bawah peringatan badai musim dingin dari New Mexico hingga New England.

Selain itu, NSW memprediksi salju lebat akan turun dari Pegunungan Rocky bagian selatan dan dataran hingga Atlantik tengah dan timur laut sepanjang akhir pekan.

Mereka juga menyebut total curah salju kemungkinan akan melebihi 12 inchi di lembah Ohio, Atlantik tengah, dan timur laut.

(isa/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK