Hide Ads

Trump Sesumbar Iran Memohon-mohon saat Kapal Induk AS Masuk Timteng

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 15:51 WIB
Presiden Donald Trump mengeklaim pemerintah Iran menelepon berkali-kali saat kapal induk Amerika Serikat memasuki perairan Timur Tengah.
Presiden Donald Trump mengeklaim pemerintah Iran menelepon berkali-kali saat kapal induk Amerika Serikat memasuki perairan Timur Tengah. (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeklaim pemerintah Iran menelepon berkali-kali untuk memohon negosiasi saat kapal induk Amerika Serikat memasuki perairan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Axios pada Senin (26/1), Trump mengisyaratkan Teheran menghubungi Washington dalam banyak kesempatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara," kata Trump, dikutip Fox News.

Menurut sejumlah pejabat AS, setiap potensi kesepakatan akan mengharuskan Teheran menghilangkan semua uranium yang diperkaya, membatasi produksi rudal jarak jauh, mengubah dukungan untuk pasukan proksi regional, dan menghentikan pengayaan uranium independen. Syarat-syarat tersebut belum disetujui para pemimpin Iran.

AS dan Iran dalam beberapa tahun terakhir terlibat negosiasi denuklirisasi. Washington meminta Teheran menghentikan program nuklir dan pengayaan uranium karena dianggap berbahaya jika dibuat senjata.

[Gambas:Video CNN]

Namun, Teheran berkali-kali mengatakan program nuklir mereka untuk kebutuhan masyarakat, bukan membuat senjata.

Pernyataan Trump muncul usai dia mengirim armada kapal perang ke perairan Timur Tengah.

Dalam rilis resmi Komando Pusat (CENTCOM) pada Senin, kapal induk USS Abraham Lincoln dan pasukannya sudah tiba di Timur Tengah.

Trump, saat wawancara dengan Axios, juga mengatakan situasi di Iran tak menentu. Dia bahkan menggambarkan pengerahan ini lebih besar dari saat pengerahan di Venezuela.

Sejak protes massal berlangsung di Iran. Trump berkali-kali mengatakan AS akan ikut menyerang negara tersebut jika mereka melakukan tindakan keras seperti membunuh pedemo.

Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan demo itu disusupi agen Israel dan Amerika Serikat dan banyak menyebabkan kerusakan.

(isa/bac)


[Gambas:Video CNN]