KILAS INTERNASIONAL

Pesawat Jatuh Tewaskan DPR Kolombia sampai China Eksekusi Pelaku Scam

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 07:20 WIB
Ilustrasi pesawat jatuh. Foto: Getty Images/shaunl
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat yang membawa rombongan anggota parlemen Kolombia jatuh di pegunungan, hingga semua penumpang dan awak pesawat tewas.

Sementara itu China mengeksekusi mati 11 orang pelaku penipuan daring yang berpusat di Myanmar pada Kamis (29/1).

Berikut rangkumannya dalam Kilas Internasional hari ini, Jumat (30/1).

Pesawat Bawa Anggota DPR Jatuh di Pegunungan, Semua Penumpang Tewas

Pesawat bermesin ganda yang membawa 15 orang penumpang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di daerah pegunungan dekat perbatasan Venezuela pada Rabu (28/1).

Dilansir AFP, pesawat jenis Beechcraft1900 itu diketahui lepas landas dari kota perbatasan Kolombia, Cucuta, dan hilang kontak dengan menara pengontrol lalu lintas udara sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di Ocana.

Pihak berwenang menyebut terdapat 13 penumpang dan dua awak pesawat dalam penerbangan tersebut.

Gubernur Negara Bagian Santander Utara, William Villamizar, mengatakan sejauh ini tujuh jenazah telah ditemukan. Di antara korban tewas adalah anggota DPR Kolombia Diogenes Quintero dan politikus lainnya Carlos Salcedo.

10 Kapal Perang AS Sudah Merapat di Timur Tengah, Siap Serang Iran

Pejabat Amerika Serikat menyatakan sebanyak 10 kapal perang mereka sudah mangkal di Timur Tengah menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran.

Dia juga mengatakan kapal perang tersebut termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln yang punya tiga kapal perusak dan pesawat tempur F-35C. Terdapat juga enam kapal perang AS lain yang beroperasi di wilayah itu yakni, tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir.

Pernyataan pejabat itu muncul usai Trump mengatakan AS siap menyerang Iran jika negosiasi program nuklir mereka gagal.

China Eksekusi Mati 11 Pelaku Sindikat Online Scam di Myanmar

China telah mengeksekusi mati 11 pelaku penipuan daring yang berpusat di Myanmar, setelah terbukti membunuh pekerja yang mencoba melarikan diri, pada Kamis (29/1).

Menurut laporan kantor berita Xinhua, kesebelas orang itu dijatuhi hukuman mati pada September lalu setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk pembunuhan, penahanan ilegal, dan penipuan.

Seluruh pelaku merupakan bagian dari sindikat kriminal keluarga Ming yang terkenal di Myanmar dalam mengelola ratusan kompleks yang bergerak di bidang kriminal.

Sindikat kriminal ini, dipimpin Ming Xuechang yang telah lama memiliki hubungan dengan kompleks Crouching Tiger Villa di Kokang, wilayah perbatasan Myanmar-China.

(dna)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK