Rusia Undang Presiden Ukraina Zelensky ke Moskow Bahas Negosiasi Damai
Rusia mengirimkan undangan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky datang ke Moskow untuk membahas negosiasi damai kedua negara.
Undangan Rusia disampaikan saat kedua negara sepakat melakukan pertukaran jenazah korban perang, dan pasca negosiasi perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat di Abu Dhabi akhir pekan lalu.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow sejauh ini belum menerima tanggapan atas undangannya kepada Zelensky.
Tahun lalu, Zelensky pernah menolak undangan serupa dari Rusia dengan mengatakan dia tidak dapat pergi ke ibu kota negara yang menembakkan rudal ke negaranya setiap hari.
Pada saat itu, dia menyarankan agar Presiden Vladimir Putin yang datang ke Kyiv sebagai gantinya.
Seorang pejabat AS mengatakan bahwa Zelensky dan Putin "sangat dekat" untuk mengatur pertemuan setelah negosiasi yang dimediasi AS.
Namun masih ada perbedaan pendapat antara kedua negara termasuk tentang siapa yang akan mendapat wilayah apa, potensi kehadiran pasukan penjaga perdamaian atau pengawas internasional di Ukraina pasca-perang, hingga nasib pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikendalikan Rusia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengakui perselisihan Rusia-Ukraina mengenai pembagian wilayah sebagai satu-satunya isu sentral yang sangat sulit untuk diselesaikan.
Rusia menginginkan pasukan Ukraina untuk menarik diri dari sekitar 20 persen wilayah Donetsk yang tidak dikuasai oleh tentara Rusia.
Sementara Ukraina tak ingin memberikan wilayah yang belum dimenangkan Rusia di medan perang, karena khawatir dijadikan "platform" di masa depan bagi pasukan Rusia untuk masuk lebih dalam ke Ukraina.
(dna)