Seberapa Kuat Pasukan IRGC Iran yang Dicap Teroris Oleh Uni Eropa?

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 07:50 WIB
Seberapa kuat pasukan IRGC Iran yang dicap teroris oleh Uni Eropa? (STRINGER / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berhasil menekan demonstrasi besar-besaran di Iran meski memakan korban nyawa, membuat Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Langkah ini juga diambil setelah Prancis akhirnya setuju untuk mendukung Uni Eropa mengecap IRGC sebagai organisasi teroris.

Prancis sebelum ini maju mundur karena takut keputusan tersebut berdampak pada hubungan diplomatik dan keamanan warga Paris di Teheran.

Sebanyak dua warga Prancis saat ini tinggal di kedutaan besar Prancis di Teheran setelah dibebaskan dari penjara tahun lalu.

"Prancis akan mendukung penetapan IRGC sebagai organisasi teroris oleh Uni Eropa," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot di X pada Rabu (28/1).

"Penindasan yang tak tertahankan terhadap aksi damai rakyat Iran tidak boleh dibiarkan begitu saja. Keberanian luar biasa yang mereka tunjukkan dalam menghadapi kekerasan membabi buta tidak boleh sia-sia," lanjut Barrot.

[Gambas:Video CNN]

Bagaimana Kekuatan IRGC?

Institusi IRGC dibentuk setelah Revolusi Islam Iran pada tahun 1979. Badan ini ditujukan melindungi sistem pemerintahan ulama Syiah, dengan tanggung jawab utama di bidang pertahanan.

Kekuatan IRGC meliputi ekonomi, pertahanan keamanan dan politik. Menurut Britannica, IRGC adalah cabang angkatan bersenjata Iran yang paling kuat, independen dari angkatan darat reguler Iran dan hanya bertanggung jawab kepada Kantor Pemimpin Tertinggi. IRGC terdiri dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan sayap intelijen.

Salah satu kekuatan organisasi ini, punya kekuatan intelijen setara Mosad, badan intelijen Israel. Dari sisi sejarah, setelah revolusi Iran 1979, intel di masa Shah Reza Pahlavi (SAVAC) dibubarkan.

Pada masanya SAVAC sering bekerjasama dengan Mosad. Setelah dibubarkan sebagian anggota SAVAC tergabung di organisasi baru ini.

Pada masa Revolusi Iran, Dinas intelijen ini langsung di bawah Ayatollah Ali Khameini, pemimpin tertinggi Iran. Mereka punya kekuatan bersenjata di darat, laut dan udara serta pasukan khsusu Al Quds.

Saat ini organisasi ini memiliki 125.000 pejuang, yang terdiri dari unit angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara. Kelompok ini juga mengendalikan milisi keagamaan Basij, sebuah pasukan paramiliter yang digunakan oleh ulama Iran untuk menindak demonstran anti-pemerintah.

Setelah IRGC, ada juga Kementerian Intelijen Iran atau MOIS. Kementerian ini dibentuk pada 1983 untuk mengkonsolidasikan intelijen pasca-revolusi, bertanggung jawab atas operasi dalam dan luar negeri, rekrutmen berbasis ideologis, dan sering terlibat dalam operasi kontraintelijen dan keamanan domestik, serta dikenal karena penindasan dan operasi kontraintelijen di luar negeri.

Keduanya saling bekerjasama dalam menumpas musuh dari dalam dan luar negeri.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK