Siaga Serangan AS, Iran Klaim Kemajuan Negosiasi dengan Washington

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 10:20 WIB
Iran klaim kemajuan negosiasi dengan AS. (iStock/Rainer Puster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengeklaim kemajuan dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, meski ketegangan militer antara kedua negara terus meningkat.

"Bertentangan dengan pemberitaan media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan," kata Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, seperti mengutip AFP, Minggu (1/2).

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Kremlin mengatakan telah mengadakan pembicaraan di Moskow dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengatakan konflik yang lebih luas akan merugikan Iran dan Amerika Serikat.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Pezeshkian mengatakan Iran tidak pernah mencari perang.

"Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan, dan sama sekali tidak menginginkan, perang dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan ini," katanya.

Lalu pada Sabtu setempat, Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi bahwa ada dialog antara Washington dan Teheran.

[Gambas:Video CNN]

"(Iran) sedang berbicara dengan kami, dan kami akan lihat apakah kami dapat melakukan sesuatu, jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi. Kami memiliki armada besar yang menuju ke sana," kata Trump.

"Mereka sedang bernegosiasi," imbuh dia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang juga menjabat sebagai menteri luar negeri, mengadakan pembicaraan di Teheran dengan Larijani untuk mencoba meredakan ketegangan di kawasan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah AS mengerahkan kapal perang yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke lepas pantai Iran.

Langkah itu seiring ancaman Trump untuk melakukan intervensi setelah tindakan keras mematikan pemerintah Iran terhadap aksi protes anti-pemerintah.

Kedatangan armada AS telah meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi langsung dengan Iran.

Iran telah memperingatkan akan membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan, kapal, dan sekutu AS, terutama Israel, jika terjadi serangan.

Trump meyakini Iran akan membuat kesepakatan mengenai program nuklir dan rudalnya daripada menghadapi aksi militer AS.

Teheran mengatakan siap untuk pembicaraan nuklir jika rudal dan kemampuan pertahanannya tidak termasuk dalam agenda.

Kepala Angkatan Darat Iran Amir Hatami telah memperingatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap serangan apa pun, dengan mengatakan pasukannya dalam kesiapan defensif dan militer penuh.

"Jika musuh melakukan kesalahan, tanpa ragu itu akan membahayakan keamanannya sendiri, keamanan kawasan, dan keamanan rezim Zionis. Teknologi dan keahlian nuklir Iran tidak dapat dihilangkan, katanya.

Dengan meningkatnya ketegangan, otoritas Iran membantah beberapa insiden pada Sabtu terkait dengan serangan atau sabotase apa pun.

Insiden tersebut termasuk ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran selatan yang menurut petugas pemadam kebakaran setempat disebabkan oleh kebocoran gas.

(yoa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK