Akhir Pekan Berdarah Pakistan, Serangan Pemberontak Tewaskan 193 Orang

CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 22:30 WIB
Ilustrasi serangan penembakan. (Istock/sandsun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan diguncang rangkaian serangan terkoordinasi oleh kelompok pemberontak di Provinsi Balochistan, yang menewaskan sedikitnya 200 orang sepanjang akhir pekan ini.

Insiden berdarah ini disebut sebagai salah satu kekerasan terburuk yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Ketua Menteri Balochistan, Sarfaraz Bugti, pada Minggu (1/2) mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari 31 warga sipil, 17 anggota pasukan keamanan, dan 145 milisi pemberontak yang tewas dalam operasi balasan pada Jumat dan Sabtu.

Rangkaian serangan yang tampak terencana matang ini menargetkan berbagai titik strategis, mulai dari kantor polisi, penjara, bank, hingga instalasi paramiliter. Pihak militer Pakistan menyatakan hampir 100 militan tewas hanya dalam satu hari pada Sabtu kemarin.

"Sebanyak 145 teroris telah tewas dan jenazah mereka berada dalam pengawasan otoritas," ujar Bugti, seperti dilansir Independent. Ia menambahkan bahwa operasi militer dilakukan secara terbatas berbasis intelijen guna menghindari jatuhnya korban jiwa dari pihak tidak bersalah.

Kelompok Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang mereka beri sandi "Operasi Badai Hitam" ini. Kekerasan meletus serentak di 12 lokasi, termasuk Quetta, Gwadar, Mastung, dan Noshki.

Balochistan, meskipun kaya akan sumber daya alam, merupakan provinsi termiskin di Pakistan dan telah lama terjebak dalam pemberontakan separatis yang menuntut otonomi lebih besar.

Sentimen nasionalis etnis Baloch dan tuduhan korupsi akut di pemerintahan daerah menjadi pemicu utama konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini.

Militer Pakistan menuding serangan BLA tersebut "disponsori oleh India", sebuah tuduhan rutin dalam narasi keamanan nasional Islamabad. Namun, New Delhi dengan tegas membantah tudingan tersebut.

"Kami menolak mentah-mentah tuduhan tak berdasar dari Pakistan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal.

India balik menuding bahwa Islamabad hanya mencoba mengalihkan perhatian dari masalah internal dan tuntutan rakyat di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat melalui Kuasa Usaha (Charge d'Affaires) Natalie Baker menyatakan solidaritasnya dan menegaskan bahwa Washington tetap menjadi mitra setia Pakistan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK