Dalai Lama Disebut 154 Kali Dalam Dokumen Epstein, Apa Isinya?
Pemimpin spiritual Buddhisme Tibet Dalai Lama menjadi sorotan usai namanya disebut 154 kali dalam jutaan dokumen kasus predator seksual Jeffrey Epstein yang baru diungkap Amerika Serikat pekan lalu.
Berdasarkan penelusuran AFP, nama Dalai Lama disebut 150 kali tanpa ada keterangan bahwa ia pernah bertemu atau berinteraksi dengan Epstein.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski nama seseorang tercatat dalam berkas Epstein tidak selalu berarti orang tersebut terseret kasus ini, namun sentimen negatif kerap menyertai tokoh-tokoh yang disebut dalam jutaan dokumen tersebut.
Pada Kamis, penyiaran milik negara China, China Global Television Network (CGTN), juga melaporkan nama "Dalai Lama" muncul setidaknya 169 kali dalam berkas Epstein.
Dalam salah satu dokumen yang berisi sebuah email memaparkan bahwa sang pengirim tak dikenal memberi tahu Epstein bahwa ia mempertimbangkan untuk menghadiri sebuah acara yang rencananya akan dihadiri Dalai Lama.
Sementara itu, AFP tidak menemukan satu pun rujukan atau indikasi pertemuan antara Dalai Lama dan Epstein dalam berkas-berkas tersebut.
Email yang disebut CGTN dan dilihat AFP dikirim oleh seseorang dengan nama yang disamarkan.
Dalam email itu, pengirim menulis kepada Epstein: "Tentang acara yang saya ceritakan hampir sebulan lalu di pulau, Dalai Lama akan datang dan saya ingin pergi ke sana untuk menemuinya. Tapi saya bisa melewatkan acara ini jika Anda membutuhkan bantuan saya hari ini."
Dalam email berikutnya, orang tersebut menulis: "...sedang pergi sekarang ke acara dengan Dalai Lama".
Tidak ada keterangan dalam email-email tersebut yang menyatakan bahwa orang itu benar-benar bertemu atau melihat Dalai Lama.
Meski tinggal di pengasingan di India, Dalai Lama kerap tampil di berbagai acara publik di seluruh dunia.
Dalai Lama buka suara
Kantor Dalai Lama pada Minggu (8/2) menegaskan sang pemimpin umat Budha Tibet tidak pernah bertemu dengan Epstein.
"Sejumlah laporan media dan unggahan media sosial belakangan ini terkait 'berkas Epstein' berupaya mengaitkan Yang Mulia Dalai Lama dengan Jeffrey Epstein," kata kantor Dalai Lama dalam pernyataan yang diunggah di X.
"Kami dapat menegaskan secara tegas bahwa Yang Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein, maupun memberikan izin kepada siapa pun untuk melakukan pertemuan atau interaksi dengannya atas nama Yang Mulia," tambah pernyataan tersebut.
Peraih Nobel Perdamaian berusia 90 tahun itu melarikan diri dari ibu kota Tibet, Lhasa, yang berada di bawah otoritas China pada usia 23 tahun.
Ia kabur karena khawatir akan keselamatannya setelah pasukan China menumpas pemberontakan pada 1959 menyusul aneksasi Tibet pada 1951.
Dalai Lama kini hidup di pengasingan di kota Dharamsala, India utara, dan memimpin perjuangan untuk otonomi yang lebih besar bagi rakyat Tibet dari jauh.
Upaya yang dikecam Beijing, yang menyebut pemimpin spiritual itu sebagai pemberontak dan separatis.
(rds)[Gambas:Video CNN]

