Dubes Sudan Beber Kondisi Terkini Negaranya yang Didera Konflik

CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 12:05 WIB
Tenda-tenda pengungsi di Sudan. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Sudan untuk Indonesia Dr Yassir Mohamed Ali Mohamed menjelaskan kondisi negaranya saat ini yang disebutnya relatif aman.

Sejak akhir tahun lalu, dunia internasional menyoroti konflik internasl yang terjadi di Sudan. Meski demikian, Yassir menyatakan negaranya tetap baik-baik saja.

"Sebagian besar wilayah Sudan telah aman," katanya saat saat menerima media termasuk CNN Indonesia, di Kedubes Sudan di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/2).

Kalaupun terjadi konflik, ia menyatakan hanya sebagian kecil wilayah. Dia membandingkan seperti Indonesia yang aman, namun tak pelak juga terjadi beberapa gejolak di sebagian wilayah seperti Papua dan Aceh.

Meski demikian, Yassir tak menampik ada konflik antara pemerintah dan kelompok bersenjata dari Rapid Support Forces (RSF) yang menelan korban nyawa. Namun, katanya, hal itu karena ada intervensi negara lain terutama Uni Emirat Arab (UEA) yang memberikan bantuan dan persenjataan canggih kepada kelompok perlawanan.

Dia mempertanyakan seperti drone canggih yang dimiliki kelompok tersebut yang mustahil dimiliki tanpa bantuan dari negara luar. Akibat dari konflik bersenjata tersebut, setidaknya 14 juta orang menjadi pengungsi.

Namun dia meyakinkan bahwa Sudan sedang menatap masa depan lebih baik lagi.

"Sudan adalah negara besar, Sudan adalah masa depan," kata mantan jurnalis ini.

Sebab dalam perut bumi negara yang berada di subsahara dan Afrika Timur ini, ada sumber daya melimpah seperti emas dan minyak bumi.

Pertamina pun pernah mengelola minyak Sudan dan kini dilanjutkan oleh Petronas milik Malaysia. Emas Sudan, katanya, digali dalam perut bumi yang tidak terlalu dalam. Selain itu pertanian Sudan terkenal sebagai penghasil kacang-kacangan dan kedelai terkenal.

Karena itu narasi Sudan sebagai negara konflik baginya hanya propaganda negara luar yang ingin melemahkan kedaulatan negaranya.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK