Iran Klaim Masih Ada Ranjau Bom di Situs Nuklir yang Digempur AS

CNN Indonesia
Senin, 09 Feb 2026 20:00 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bom Amerika Serikat yang belum meledak masih berada di fasilitas nuklir yang diserang tahun lalu. (Foto: AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bom Amerika Serikat yang belum meledak masih berada di fasilitas nuklir yang diserang tahun lalu.

Dalam pernyataan yang dikutip Young Journalists Club milik Iran pada Minggu (9/2), Araghchi mengungkapkan klaim itu kepada Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.

Araghchi mengusulkan kepada Grossi soal aturan hukum sebelum ada kunjungan "inspeksi" ke fasilitas nuklirnya yang menjadi sasaran serangan AS tahun lalu.

Menurut Araghchi, Grossi menjawab tidak ada aturan atau protokol khusus yang mengatur hal tersebut.

"Tidak, tidak ada ketentuan seperti itu," kata Araghchi mengutip pernyataan Grossi seperti dikutip Middle East Monitor.

Diplomat senior Iran itu mengatakan ia telah menyampaikan kepada Grossi perlunya penyusunan protokol sebelum kunjungan apa pun dilakukan.

"Mengingat persoalan keamanan yang masih ada, termasuk keberadaan bom yang belum meledak serta sejumlah hal lain yang perlu disepakati," ujar Araghchi.

Ia menegaskan inspeksi hanya dapat dilakukan setelah tercapai kesepakatan mengenai isu-isu tersebut.

"Iran tetap menjalin komunikasi dengan badan tersebut terkait hal ini," tambah dia.

Pada Juni tahun lalu, Israel dengan dukungan AS melancarkan serangan selama 12 hari ke wilayah Iran, yang menargetkan fasilitas militer dan nuklir serta objek sipil.

Mereka juga membunuh sejumlah komandan dan ilmuwan. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke target militer serta intelijen Israel.

Dalam rangkaian konflik itu, AS mengebom tiga lokasi nuklir sebelum akhirnya mengumumkan gencatan senjata.

Araghchi menegaskan Iran tidak menaruh kepercayaan kepada AS dan menyebut hasil perundingan yang tengah berlangsung antara kedua negara masih belum jelas.

"Mereka telah mencoba berbagai cara dan gagal, lalu kini kembali ke meja perundingan, namun belum jelas ke mana arah pembicaraan ini," ujarnya.

"Kami tidak mempercayai mereka. Ada kemungkinan mereka kembali menggunakan tipu daya. Semua lembaga di Iran harus tetap menjalankan tugasnya terlepas dari perkembangan ini," tambah dia.

Perundingan antara Teheran dan Washington kembali berlangsung di Muscat, Oman, pada Jumat.

Dialog ini digelar setelah ketegangan meningkat selama beberapa pekan menyusul pengerahan militer AS di perairan Teluk Persia dekat Iran.

(rnp/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK